KALAU SUDAH JODOH

KALAU SUDAH JODOH
Hati yang terluka - 3


__ADS_3

Johan POV


Sengaja aku ikut papa ke rumah Kayra karena ada yang ingin aku bicarakan. Tentang dirinya yang ahir-ahir ini berhembus kabar "ada anak semester 2 yang jadi simpanan pak Nicholas"


kemaren aku sudah kesana tapi dia sedang sibuk dengan tugas yang diberikan pak Nicholas dan justru mengunci diri di kamar.


Jadi aku cukup tau diri, aku tidak mengganggunya. Kemudian aku mengobrol dengan papanya sembari bermain catur.


Dan hari ini kedatangan ku kembali sia-sia. Orang yang ingin aku temui sedang pergi bersama teman-temannya. Terkadang aku sadar, bahwa aku tidak harus selalu mengetahui aktifitas Kayra. Sekalipun aku sangat ingin.


Terus menanyakan Kayra pada Nahla juga tidak akan berakibat baik. Yang ada justru Kayra bisa ilfill pada ku. Sempat beberapa kali dia marah, karena merasa aku aku mata-matai.


Hampir satu jam aku menunggu, akhirnya Kayra pulang juga. Tapi aku temukan pemandangan yang berbeda. Beda halnya dengan orang yang pulang sehabis jalan-jalan, bahagia, sumringah. Yang ada justru muka masam, bisa kulihat ada bekas tangisan. Dan menyakitkan ya lagi, ada bekas luka lebam di pipi sebelah kirinya.


Dia memang berusaha menyembunyikan, tapi sekian lama aku mengenal dia, aku cukup hafal setiap ekspresi di wajahnya.


Beruntung hanya ada aku dan adek di ruang tamu, seperti biasa, mamanya masih sibuk di butik pada jam kerja. Jika tidak, pasti dia sudah mendapat seribu pertanyaan.


Seperti biasa, adek yang tidak terlalu memperhatikan kakaknya mungkin masih bisa di kelabuhi. Bahkan dia juga berusaha menutupinya dari ku. Tapi tidak semudah itu. Kali ini aku tidak bisa hanya diam.

__ADS_1


Ku ikuti Kayra bersama teman-temannya menuju lantai 2. Ku biarkan teman-temannya masuk ke dalam kamar terlebih dahulu. Karena jika aku bicara dengan banyak teman-temannya, pasti akan ada banyak mulut yang membantu dirinya.


Aku memang lebih nyaman berbicara hanya berdua dengannya saja. Tapi sayang, aku tak dapat jawaban apapun. Bahkan kali ini dia tidak cukup mempercayai ku untuk mengetahui permasalahan nya.


"ini terlalu rumit untuk kakak tau"


Serumit apakah itu, apakah tentang pak Nicholas? Karena yang aku tau pak Nicholas punya banyak fans di kampus. Sementara Kayra terhitung anak baru yang tiba-tiba bisa dekat dengan pak Nicholas.


Tapi aku belum bisa menanyakan saat ini juga. Aku cukup tau kondisi hati dan moodnya saat ini.


Aku kembali gagal, kedatangan ku kembali sia-sia.


Aku memang sudah sangat mengenal keluarga Kayra, bahkan sudah seperti keluarga kedua ku. Rumahnya sudah seperti rumah kedua ku.


Tapi hati Kayra masih sangat sulit untuk bisa aku sentuh.


Saking dekatnya aku dengan keluarganya, aku tidak pernah lagi mendapat sambutan Istimewa darinya. Kedatangan ku bukan hal asing lagi, bahkan aku bisa keluar masuk sekalipun tanpa sambutan Kayra.


Sebenarnya Kayra lah tujuan utama setiap kedatangan ku. Tapi apa daya, semakin lama justru dia semakin acuh dengan kedatangan ku. Baginya kedatangan ku bukan hanya untuk dirinya saja, melainkan untuk keluarga yang lain juga.

__ADS_1


Bahkan saat ini aku sudah mengatongi ijin dari kedua orang tua Kayra untuk menjalin hubungan lebih dekat dengan nya. Namun rupanya aku belum juga bisa masuk dalam hati Kayra.


Tapi tak apa, aku tidak akan pernah menyerah untuk mendapatkan hatinya. Masih banyak waktu untuk terus berjuang.


Aku mencintai Kayra tanpa syarat apapun. Melihat dia baik-baik saja itu sudah membuat ku bahagia. Tapi dengan kejadian hari ini, aku kembali resah. Ingin rasanya menghujani dia dengan berbagai macam pertanyaan, andai saja dia mengijinkan.


Apakah aku harus menggunakan ijin yang sudah aku dapatkan agar aku bisa selalu melindungi Kayra?


Terkadang ego mendorong ku untuk bisa memiliki Kayra secepatnya. Tapi pikiran ku tak bisa untuk memaksa Kayra, bisa jadi Kayra malah menjauhi ku. Sekalipun hati ku selalu menantikan senyumannya.


Disaat ego, hati dan fikiran tak sinkron. Apa yang bisa aku lakukan?


"aaarrrghh, kenapa sulit sekali untuk mendekati kamu, Kayra"


Dari sekian banyak yang telah aku lakukan untuk Kayra, aku hanya mendapat ucapan "terimakasih". Dan dari sekian banyak usaha yang aku lakukan untuk mendekatinya, aku hanya mendapat ucapan "maaf"


"maaf, Kayra belum bisa kak"


padahal diluar sana juga tak kalah banyak wanita-wanita yang selalu berusaha mencari perhatian ku. Sayangnya, hati ku sudah tertambat pada satu nama KAYRA PUTRI AL MAIRA.

__ADS_1


__ADS_2