
"Sis, ke kantin yok. Haus. Lapar" begitu dosen keluar aku langsung menarik tangan Siska.
Mendengar ocehan kelompok tadi benar-benar membuka aku lapar.
"sabar kenapa, beresin buku" Aku lupa jika hanya aku yang meninggalkan kelas sehingga tidak mengeluarkan catatan sama sekali.
"ayo cepetan" aku sudah berjalan beberapa langkah di depan Siska. Akhirnya aku mundur kembali dan menggandeng tangan Siska.
"sabar kenapa Kay, belum juga jam makan siang" Siska nampak santai, karena dia belum tau perasaan ku yang sedang terbakar.
"ayo pokoknya buruan" aku masih saja memaksa dengan terus menarik tangan Siska.
"kesambet apa ya nih anak" Siska menggerutu.
Tak mau menempuh jarak yang terlalu lama, aku mengajak Siska untuk memasuki kafetaria di lantai dua yang terkenal mahal tapi masakannya kurang enak. Jika tidak sedang terpaksa tentu tidak mau kami makan di tempat ini.
Aku langsung mengambil minuman di showcase, duduk dan meneguk nya hingga habis.
"Kay.. Kayra, kamu gak papa nih" Siska meletakkan telapak tangannya pada kening ku.
"gak panas" ucapnya masih saja heran.
"di sini nih yang mendidih" aku menyentuhkan tangan Siska pada dada ku agar dia bisa merasakan detakan jantung ku yang masih saja tidak karuan.
"Hati-hati copot, gak ada dokternya disini"
"ih, ada-ada. Tapi gak tau bisa menangani gak dia"
aku memesan makanan lebih dulu, setelah itu aku sodorkan buku pesanan pada Siska.
"parah pokoknya. Nyebelin tingkat dewa"
"Siapa sih yang bikin Kayra uring-uringan gak jelas seperti ini? Dian, atau Joh.... " seketika aku membungkam mulut Siska.
Banyak mahasiswa di tempat ini dan pastinya mereka tidak asing dengan nama yang disebut oleh Siska.
__ADS_1
Aku memelototkan mata dan Siska mengerti maksud ku. Nih anak memang suka gak di kontrol.
"nyebelin tau Sis. Brengsek amat sih dia jadi cowok. Sukanya permainkan perasaan ku"
"AWAS aja, gak bakalan ada kata maaf lagi setelah ini" nada bicara ku menjadi lebih tegas dengan sedikit mengancam. Rasanya aku sudah terlalu muak dengan semua pertunjukan darinya.
"yang deket rumah" Siska menyebutkan dengan memakai kode.
"siapa lagi" jawab ku singkat sambil melahap kerupuk. Bayangkan saja di kerupuk itu ada gambar wajahnya Dian dan aku melahap dengan penuh tenaga.
Selesai makan aku mengajak Siska berpindah ke taman dekat parkiran. Agar lebih leluasa untuk mengeluarkan kekesalan. Selain itu Siska juga sedang menunggu mobil yang akan di antarkan oleh sopirnya.
"setelah semua yang dia lakukan, dia bilang akan selalu berjuang, gak akan pernah mundur, akan tetap menunggu, akan selalu menjaga kamu, Bulshit! omong kosong"
"Bahkan sedikitpun dia tidak bergeming saat semua sahabat nya menberikan dorongan. Tidak ada upaya untuk sekedar meminta maaf. Dirumah saja selalu alasan, takut jika ada yang melihat dan melaporkan pada ummi. Di kampus gak akan ada mata-mata yang mengadu, nyatanya dia juga gak peduli"
"Kayra, cantik. Coba deh cerita yang jelas, biar aku tuh faham kejadiannya. Kamu uring-uringan sendiri gak jelas gini, gimana aku bisa ngasih pendapat"
"tadi tuh, pas fotocopy ada Dian and the gengs di cafetaria sebelah. Temennya itu udah dorong dia buat nemui aku, dikasih semangat segala macem lah pokoknya. Eh dianya tetap aja gak gerak. Jangankan gerak, bicara kek... kasih respon kasih penolakan ke temen-temen, juga enggak. Diam, jadi patung. Nyebelin gak sih"
"capek kali dia" tanggapan sekilas dari Siska.
"bukan gitu maksudnya. Khan mulai sejak sekadian itu, Dian udah selalu hubungi kamu. Telp, pesan, di kampus juga udah berapa kali ikutin kamu, cari kesempatan buat ngomong sama kamu. Tapi apa, kamu sendiri yang gak mau kasih dia kesempatan. Mungkin dia udah capek ngejar kamu terus"
"hah, apa, capek! Setelah sekian lama, dan perjuangan dia cuma sampai disini? aku jadi cukup tau"
"tau apa? "
"Dian gak sesayang itu sama aku"
"susah ya emang kalo ngomong sama orang yang lagi jatuh cinta tapi gak mau ngakuin. Giliran udah gak di respon baru kebakaran jenggot" ucap asiska enteng.
"kamu ngatain aku? "
"iya, kamu tuh MUNAFIK Kayra. Kenapa sih kamu gak mau mengakui perasaan kamu aja dan berjuang bersama. Selama ini cuma Dian kan terus berjuang buat dekati kamu, lalu bagaimana respon kamu?
__ADS_1
Aku kira wajar jika pada akhirnya Dian punya rasa lelah. Mungkin juga sudah ada nama lain di hatinya "
Aku mencerna perkataan Siska, dan aku tak mampu lagi untuk berbicara. Mungkin yang Siska katakan benar. Aku terlalu munafik dengan tidak mau mengakui perasaan ku pada Dian.
"udah gak usah nangis, dasar Manja. Aku bukan kak Jo ya, yang akan selalu manjain kamu. Hidup ku sendiri aja keras, bahkan aku harus berfikir dan memutuskan banyak hal seorang diri.
Kamu tuh harusnya bersyukur Kayra, punya orang tua yang sayang dan perhatian. Ada cowok yang begitu tulus sayang sama kamu. Sementara kamu, kamu tau sendiri keluarga ku dan bagaimana kisah percintaan ku"
Aku ingin menangis, tapi saat aku menatap Siska... harusnya dialah yang lebih pantas untuk menangis.
Aku peluk tubuh ramping Siska dari samping, sekalipun aku rapuh saat ini, aku tetap ingin memberi kekuatan untuk Siska.
"iya-iya, maafkan aku yang terlalu cengeng dan sering merepotkan kamu" ucap ku lirih.
Aku sadar, selama ini aku terlalu sering merepotkan para sahabat ku. Sekalipun aku tidak pernah meminta itu pada mereka, tapi diri ku yang lemah ini mungkin membuat mereka iba.
"oke, mulai saat ini.... aku akan menjadi kuat. Kita akan menjadi wanita kuat bersama-sama"
"janji" Siska memberikan jari kelingking nya di depan ku. Dan kami saling mengeratkan pautan jari kelingking kami sebagai bentuk mengikat janji.
"udah gak usah cengeng lagi, hapus tuh airmata" Siska kembali menyodorkan tisu pada ku.
"biar aku hubungi sopir, sudah sampe mana. Habis ini anterin aku beli baju, stok baju panjang ku cuma sedikit"
Tak menunggu lama Siska mendapatkan panggilan masuk, sopirnya sudah di gerbang kampus. Aku dan Siskapun berjalan menuju gerbang depan. Beruntung jarak fakultas ekonomi tidak begitu jauh dari pintu utama, jika tidak tentu kulit kami sudah gosong karena sengatan sinar matahari di siang bolong begini.
_____________^_^___________
happy weekend sahabat Kayra 😍
Kayra sudah gak galau lagi nih, mau jalan-jalan ke Moll, shopping.
Ada yang sudah mulai siapin baju lebaran belum nih??
sayangnya author belum bisa bagi-bagi thr 😂 pemasukan belum stabil nih. 😁
__ADS_1
ayo donk terus dukung Kayra dengan meninggalkan jejak LIKE, VOTE, COMENT
sekian dulu ya 😘