KALAU SUDAH JODOH

KALAU SUDAH JODOH
Diikuti, Mengikuti


__ADS_3

Sejak kejadian hari itu hingga beberapa hari kedepannya aku selalu berusaha menghindari pertemuan dengan Dian.


Sekalipun waktu itu papa dan mama pergi menemui orang tua Dian, aku pun tidak ingin tau hasilnya seperti apa.


Aku kembali ke kampus dan disibukkan oleh dunia ku. Setelah tugas nyata yang diberikan oleh pak Nicholas, saat ini aku sedang melaksanakan tugas sosial sebagai bentuk rasa kepedulian terhadap sesama.


Bertolak belakang dari permasalahan pribadi ku yang sedang menghindari seseorang, justru saat ini aku sedang mendekatkan dua orang.


Seperti yang waktu itu pak Nicholas sampaikan, minta dibantu untuk mencari calon istri. Karena beliau sendiri merasa sudah cukup lelah untuk memikirkan kondisi sang ibu, dilain sisi anggota keluarga yang lain terus mendesak agar pak Nicholas segera menikah. Ditambah lagi dengan jam mengajar pak Nicholas di kampus yang ekstra padat. Entah kenapa aku menjadi begitu peduli pada dosen satu ini.


"respect banget sih kamu Kay sama pak Nicholas" begitu komentar Siska


"kasihan Sis, sudah tua belum ketemu jodoh" setelah itu justru kami tertawa berdua dan berkata "JOMBLO AKUT"


Aku menceritakan perihal pak Nicholas pada papa, mungkin saja ada karyawan papa yang pantas untuk diperkenalkan pada pak Nicholas.


Aku juga menceritakan pada kak Maryam, karena aku masih tetap sering bertemu kak Maryam. Selain untuk menggali ilmu tentang tugas kuliah, aku juga banyak menggali ilmu agama darinya.


Berita yang cukup menggembirakan, ternyata aku tidak perlu mecari banyak kandidat lagi untuk di perkenalkan pada pak Nicholas. Diam-diam kak Maryam menaruh hati pada Nicholas rupanya. Tapi tidak heran juga sih, karena banyak fans pak Nicholas dari kalangan mahasiswa.


Setelah aku sampaikan berita itu pada pak Nicholas, aku ceritakan sedikit tentang kak Maryam juga keluarganya, aku tunjukkan foto kak Maryam,pak Nicholas tidak menolak. Bahkan hari ini pak Nicholas meminta aku untuk mempertemukan beliau dengan kak Maryam. Semoga saja memang berjodoh.


Aku mengikuti pak Nicholas berjalan menuju ruang dosen. Beliau ingin memberi ku hadiah sebagai ucapan terimakasih karena telah banyak membantu. Awalnya aku menolak, tapi beliau terus memaksa. Jika tidak mau menerima dalam bentuk barang beliau akan memberi ku sejumlah uang. Malah lebih tidak enak lagi, akhirnya aku terima saja pemberian itu.


Saat berjalan menuju ruang dosen, ada segerombol mahasiswa yang salah satunya aku kenal, tak lain adalah Dian


"pak, maaf ya pak. Permisi numpang sembunyi" dengan berjalan di sisi kiri pak Nicholas aku bersembunyi di pundak beliau sembari ku tutup wajah ku menggunakan buku


"kamu ini kenapa? " tanya pak Nicholas heran


"ada seseorang pak, tapi saya tidak mau bertemu dia" dengan berbisik aku memberi tahukan pada Nicholas


"siapa, mantan pacar kamu" kalimat pak Nicholas keluar tepat saat kami melewati segerombolan mahasiswa itu


"bukan pak, bukan" ucap ku


"terus siapa, penagih hutang? " pak Nicholas masih saja mencari tahu


"ah bapak, memangnya saya ada wajah tukang hutang" setelah melewati segerombolan mahasiswa itu aku kembali berjalan biasa sedikit lebih belakang dari pak Nicholas


Awalnya aku tidak mau ikut masuk ke ruang dosen, tapi ternyata Dian mengikuti sampai ke ruang dosen. Dengan sangat terpaksa akhirnya aku ikut masuk. Sebelum keluar kembali aku meminta ijin untuk menelpon Siska. Tapi tak ada jawaban, apa mungkin dia masih di kamar mandi? kemudian aku mengirim pesan


"cepetan nyusul, ada Dian. Aku di ikuti" ~send


Tadinya aku sudah mengajak Siska untuk menemani,tapi dia bilang kebelet ke kamar mandi.


"pak, boleh saya merepotkan? " tanya ku begitu pak Nicholas menghampiri dengan sebuah kotak besar ditangan


"merepotkan apa? yang ada, saya yang sudah banyak merepotkan kamu"


"temani saya di depan pak, sampai Siska datang"

__ADS_1


"ya sudah ayok.


Kenapa sampai takut sekali begitu kamu?


Yang di depan itu anaknya, bukannya dia ketua BEM? " pak Nicholas banyak bicara juga ternyata di luar jam mengajar. Pas ngajar aja sok jaim, pasang muka galak.


"hehe, iya pak" jawab ku sambil nyengir


"jadi siapa nih, mantan pacar apa penagih hutang? " rupanya pak Nicholas sengaja mengajak bercanda


Melihat Dian yang masih saja berdiri mematung di ujung gedung, kembalilah teman-temannya menghampiri


"bukan dua duanya pak"


"ya sudah, terserah anak muda sajalah.


Oh ya, nanti sore kamu mau bapak jemput? "


"tidak usah pak. Kayra berangkat sendiri saja, ketemu di tempat"


"baiklah kalau begitu. Itu jemputan kamu sudah datang. Perlu bapak antar sampai ke mobil? "


"hehe, boleh pak kalau tidak merepotkan"


aku sudah seperti yang ketakutan bertemu penjahat saja, pasalnya aku benar-benar tidak ingin bertemu Dian. Entah sampai kapan aku bisa bertahan menjauh darinya. Bahkan aku sampai lupa, jika akhir-akhir ini beredar gosip tentang kedekatan pak Nicholas dengan anak semester 2,tak lain itu adalah aku.


Aku seolah masa bodoh karena pada akhirnya nanti waktu yang akan menjawab.


"terimaksih banyak ya pak, hehe"


Mobil Siska segera melaju meninggalkan area kampus. Kali ini tujuan kami adalah rumahrumah, rumah masing-masing maksudnya. Tadinya aku sudah mengajak Siska untuk ikut bertemu kak Maryam juga pak Nicholas. Tapi sayang, dia sedang ada acara keluarga yang tidak bisa ditinggalkan. Jadinya Siska hanya menumpangi aku sampai rumah.


"gila, bisa seakrab itu ya kamu sama pak Nicholas"


Siska masih saja heran kenapa aku bisa mudah dekat dengan pak Nicholas.


"orangnya itu asik tau Sis. Ngerasa nyaman aja, seperti kakak sendiri"


"hemp, atau jangan-jangan kamu sendiri nih yang naksir sama pak Nicholas"


"apapan sih, ya enggaklah. Ngapain juga susah-susah bantu orangnya cari calon istri, kalo aku sendiri aja mau.


Udah deh kamu gak usah ikutan seperti anak-anak yang lain"


"terus, masalah gosip kamu sama pak Nicholas yang sudah beredar? "


"biarin aja. Nanti pada akhirnya mereka juga akan tau seperti apa yang sebenarnya"


"okelah, terserah kamu aja. Semoga berhasil jodohin pak Nicholas sama kak Maryam"


Saat berhenti di lampu merah, tiba-tiba Siska memperhatikan kaca spion dengan serius

__ADS_1


"Kay, coba lihat deh. Motor belakang itu bukannya Dian ya"


Seketika aku lihat ke arah belakang, dan benar saja. Dian yang berhenti di belakang mobil Siska


"jadi dia masih ngikutin kamu Kay.


kenapa gak langsung di seret aja sih, dari tadi buntutin gak berani hadang. Dasar cemen tuh cowok"


"tau ah. Gak usah bagas dia. Mungkin aja emang gak sengaja barengan, arah kita kan emang sama. Pokoknya aku tuh gak mau ada celah sedikitpun buat dia berbicara dengan ku. Aku juga sudah berencana kos habis ini. Menghilang sekalian dari pandangan dia"


"hah, apa kamu bilang? coba di perjelas"


"jadi gini, aku sudah ijin sama mama papa buat kos untuk sementara waktu. Aku pengen menghilang dari hiruk pikuk Dian dan keluarga nya"


"eh, serius kamu"


"iya bener, tapi masih dalam proses dan akan segera realisasi"


"ngekos brisik Kay, kebanyakan orang. Cari apartemen aja yok"


"mahal say.... "


ccciiittt


suara rem berdecit mendadak. Rupanya Dian menghadang saat di tempat sepi, tepat setelah belokan sehingga membuat Siska kaget dan mengerem mendadak.


"Kayra, urusan kamu tuh"


"enggak Sis, aku gak mau. Kamu aja yang turun, beritahu dia"


"hah, jadi aku sih" sekalipun dengan berat Siska tetap saja turun


"ada apa sih, motong jalan seenak jidat. Dikira jalan punya sendiri apa" kembali keluar kata-kata mutiara seorang Siska yang telah lama tenggelam sejak ia dekat dengan ku


"aku cuma mau ngobrol sama Kayra"


"tapi Kayra gak mau ngobrol sama kamu. Udah de minggir, buru-buru nih"


terlihat Dian membuka tas dan memberikan sebuah amplop pada Siska


"nih, titipan dari penggemar kamu" ucap Siska sembari memberikan amplop yang dia Terima pada ku.


Setelah itu mobil kembali melaju dan meninggal Dian yang masih mematung di atas motor.


______________^_^___________


yah balik lagi ke cara lama 😂


seperti apapun caranya semoga Dian tetap semangat mengejar cintanya ya gays


ayo terus dukung author juga, jangan lupa tinggal kan jejak jika kalian suka ceritanya 😍

__ADS_1


LIKE, VOTE & COMENT


Terimakasih untuk yang masih setia mengikuti kisah ini 🥰😘


__ADS_2