
Kayra POV
Sungguh Allah Maha Pemaaf. Sekalipun iklas sebenarnya tak semudah yang di ucap. Ternyata legowo itu mampu membebaskan perasaan dari tekanan.
Rahardian mengatakan maaf untuk kesekian kalinya. Bahkan kali ini ada kalimat lain yang membuat hati ku cukup terbuka untuk melihat semua penyesalan nya.
Dengan menata hati penuh ketenangan, aku menoleh kearahnya sembari mengembangkan senyuman.
Bukan aku tidak mau menatap nya sedari tadi, melainkan aku sedang menata hati agar bisa berkata tanpa emosi.
"bismillah, aku tarik ucapan ku kemarin. Kita sama-sama memperbaiki"
kalimat ku berhenti cukup sampai disitu. Entah memperbaiki seperti apa yang dia tangkap, yang pasti sudah tidak bermusuhan lah intinya.
Setelah kami berbincang lebih lama ahirnya kami tersenyum bersama, sepakat dengan syarat-syarat yang sudah kami buat bersama.
Kemudian Melan, Melda juga Meysa masuk ke dalam ruangan begitu mendengar kami sudah tertawa bersama.
"nah, gitu donk. Kan jadinya aku gak spaneng lagi berada di antara kalian" ucap Melan sembari mendekat kearah kami.
Benar saja yang Melan katakan, bahwa kami tidak harus saling menyakiti.
Yah, mungkin dengan begini hati kami akan sama-sama lebih tenang.
Bagaimana pun juga mindset itu mempengaruhi.
Mau acuh atau tidak saat bertemu, yang penting sudah sama-sama tidak memiliki beban pikiran.
Yang kemarin biarlah menjadi pelajaran dan esok hari biarlah mengalir sebagaimana mestinya.
__ADS_1
Terasa plong dengan berkurang nya satu masalah.
Ditambah lagi mama datang dengan membawa kabar gembira.
Kata mama, tadi Siska dkk sempat meminta maaf dan berjanji untuk tidak mengulangi lagi kesalahan. Bahkan mereka telah membuat perjanjian diatas materai segala sebagai ganti untuk meminta Visum tidak dilakukan.
Kalau difikir terlalu kejam juga sih, sudah seperti pelaku kriminal di berita-berita saja. Semoga saja dengan penyesalan mereka ini menjadi ahir dari perseteruan antara kami.
Tak hanya itu, sakit ini benar-benar membawa berkah rupanya. Allah memang selalu punya hikmat dibalik sebuah kejadian. Maka dari itu kita dianjurkan untuk senantiasa berprasangka baik pada takdir Allah.
Dengan kejadian ini juga aku dapat memberi pelajaran pada teman-teman OSIS untuk tidak lagi membuat drama hanya untuk mencari popularitas. Karena sesungguhnya ketenangan itu jauh lebih penting dari sebuah popularitas. Menurut ku sih ☺
Sebab, ada bisik bisik tetangga yang mengatakan bahwa Dimas calon kandidat ketos. Dia kan tukang bikin drama.
Sementara Indra,dia juga sempat menemui aku secara khusus untuk meminta maaf atas kejadian yang menimpa ku.
Bukan hanya itu,kami sempat berebut untuk bicara. Tapi aku sudah lebih dulu ngomong tanpa bisa di rem. Aku sengaja membuat permintaan padanya untuk mengakhiri apapun yang bisa menimbulkan masalah.
Karena kita sudah sama-sama kelas 3,ujjan ahir menanti di depan mata.
Fokus pada tujuan utama itu lebih penting.
Entah benar atau tidak kabar burung yang aku dengar mengenai dia, aku tidak tertarik untuk mengkonfirmasi. Semoga saja dia cukup faham dengan pesan tersirat yang aku ucapkan.
Bahkan tak ketinggalan dengan kak Jo, dia yang tidak ikut terlibat dalam kesakitan ku pun ikut aku ultimatum.
Tidak boleh menemui aku di luar rumah, tidak datang kerumah jika tidak ada perlu. Tidak menghubungi via telpon ataupun pesan kecuali hari minggu.
Hahahahah, aku sempat tertawa sendiri. Mungkin aku terlalu sadis ya?
__ADS_1
tapi terlalu manis juga merepotkan diri sendiri.
Biarlah bunga mekar pada waktunya. Singkirkan dulu para kumbang, si bunga sedang mempersiapkan kelopaknya. Supaya lebih cantik dan mekar dengan sempurna.
Banyak hal yang aku lalui dengan pahit, tapi itu mengajarkan aku untuk bersikap lebih baik.
Mungkin tegas itu jauh lebih baik dibandingkan jaim.
Tegas dengan lingkungan, tegas dengan semua tugas-tugas, hingga ahirnya semua selesai sesuai target.
Semakin mendekati ujian hari-hari menjadi semakin sibuk saja disekolah.
Beruntung aku sudah tidak terlibat lagi di anggota remas. Begitu juga dengan Melan, kita kan sepaket.
Rupanya setiap orang memang perlu di uji untuk bisa menjadi matang dalam berfikir.
Ujian hidup selesai untuk sementara ini, bersiap untuk ujian sekolah.
________________^_^_____________
noh... yang nanyain "kapan update? "
udah langsung Rahardian sama Kayra ya
sekarang harap tenang dulu, Kayra mau mengahapi ujian sekolah.
author bubuk dulu ya 😴😴
trimaksih yang sudah nunggu update 🙏
__ADS_1