
Seperti yang sudah diagendakan, sehari setelah aku kembali dari berlibur aku sudah harus ke sekolah untuk menyusun program Massa Orientasi Siswa.
Sekalipun badan rasanya masih ingin rebahan, mau tidak mau sudah jadi keharusan.
Aku tiba disekolah tidak sepagi biasanya, sekolah sudah terlihat ramai oleh calon siswa baru beserta orang tua masing-masing. Saat ini masih dibuka pendaftaran gelombang 2 jalur akademi.
Begitu aku memasuki koridor sekolah nampak beberapa teman OSIS yang bertugas di Penerimaan Siswa Baru.
Beruntung aku tidak bertugas, jadi aku bisa berlibur lebih lama sekalipun tidak genap dua minggu.
Sementara aku sudah harus ke sekolah menyusun program Massa Orientasi Siswa, adek sendiri yang menjadi calon peserta MOS masih santai dirumah.
Yah, karena dia sudah ikut pendaftaran gelombang pertama jalur mandiri dan sudah diterima. Dia mendaftar di sekolah yang sama dengan ku. Karna ini termasuk salah satu SMA favorit di Jogja yang terdekat dari rumah.
"kak..... " sapa sesama anggota OSIS yang masih satu tingkat dibawah ku
"hay.... " aku tersenyum dan terus saja berjalan menuju ruang OSIS.
Begitu aku tiba disana, semua sudah berkumpul ternyata. Tinggal menunggu guru pembimbing.
"mbak yang teladan kok jadi telatan (suka telat) "
cibir salah seorang adik kelas
"padahal juga baru sekali ini loh" aku membela diri
"gak ada kak Johan, makanya bisa tidur tenang dia, jadinya sampe kesiangan"
teman sekelas ku ikut mencibir.
"udah terbang ke negara tetangga sebelah ya kak Johan" teman yang lain ikut nyambung.
Karna sudah menjadi rahasia umum bahwa kak Johan menyukai aku. Hanya saja aku yang tak pernah ada respon.
Terdengar derap kaki berjalan ke arah ruang OSIS, sepertinya itu guru pembina. Semua jadi diam seketika
"sudah lengkap? " tanya P. Ahmad, yang menjadi pembimbing OSIS saat ini.
"sudah pak" jawab salah seorang yang duduk paling dekat dengan beliau. Kemudian rapat dimulai.
Dua jam lebih rapat berlangsung, kini telah selesai.
Pak Ahmad sudah meninggal ruangan, karna masih ada urusan yang lain Beliau bilang.
Kami semua masih duduk santai, berbincang-bincang merencanakan seperti apa nanti penyampaian materi saat MOS.
__ADS_1
Ditengah pembicaraan terdengar suara dari luar orang mengobrol.
Samar-samar aku menangkap suara mirip suara kak Jo. Satu tahun bersama di OSIS, membuat aku tidak asing dengan suara dia.
Tapi, "ah.... "
aku coba menepis fikiran itu. Mana mungkin, dia Khan sudah berada di negara tetangga.
Perbincangan ku bersama anggota OSIS yang lain masih berlanjut, belum ada satupun yang keluar dari ruangan. Begitu juga suara orang yang berbincang di luar ruangan juga masih terdengar. Bahkan sesekali tertawa. Tawanya semakin tidak bisa memalingkan pikiran ku dari kak Johan.
Hingga ahirnya HP ku berdering, panggilan masuk dari Mama
"iya ma, assalamu'alaikum"
"waalaikumsalam warohmatulohi. Kamu sudah selesai belum? "
"sudah ma, cuma lagi ngobrol saja sama temen-temen"
"Johan sudah sampai belum? "
kenapa mama tiba-tiba menyebutkan nama itu
"sampai mana ma? " tanya ku heran.
"tadi dia kesini, mama kasih tau kalau kamu disekolah. Dia bilang mau nyusul ke sekolah, mau antar kamu pulang juga, tadi sudah ijin mama"
Dan benar saja, yang di depan mata ku kak Jo.
"kak Jo" teriak ku
"iya ma, kak Jo sudah disini. Assalamu'alaikum"
segera aku ahiri telepon dari mama
Benar-benar kak Jo, dia berbincang bersama Pak Samsul, ketua jurusan IPA. Guru dan murid itu memang sudah akrab sejak dari dulu, bisa dibilang kak Jo anak kesayangan di jurusan. Beberapa Piala dia sabet di ajang perlombaan tingkat Kota maupun Provinsi.
"hay, kamu sudah selesai" dia ahiri perbincangan saat aku berjalan ke arahnya.
"sudah. Kakak sudah dari tadi? "
"sudah ketemu orangnya, bapak tinggal dulu ya"
Pak Samsul berpamitan meninggalkan kami
"iya Pak, Trimakasih waktunya"
__ADS_1
beliau pergi dengan menepuk bahu kak Jo. Aku hanya tersenyum mempersilahkan.
"kakak benar disini? aku gak mimpi ini"
"seperti yang kamu lihat"
"kok kurusan?? makin kusam? Jalan-jalan terus di Singapura? "
"ada yang mau kakak ceritakan. Kita pulang sekarang? "
"oh iya, tadi mama kasih tau katanya pulang sama kak Jo. Aku ambil tas dulu"
begitu aku berencana untuk mengambil tas, anak-anak pada keluar semua dari ruang OSIS. Sepertinya sudah beres semua. Sontak suara reriuhan anak-anak merutuki aku dan kak Jo.
Aku kembali dari mengambil tas.
Sudah tak terlihat lagi anak-anak.
Kami pun berjalan meninggalkan sekolah menuju tempat parkir.
"Kakak kapan balik dari Singapura? memangnya..... "
aku belum selesai ngomong kak Jo sudah menyambar
"kakak gak jadi ke Singapura" jawabnya datar
"hah, kenapa.... " kak Jo membukakan pintu mobil mempersilahkan aku masuk.
Kak Jo masih diam tak menjawab pertanyaan ku. Sampai mobil yang kami tumpangi berjalan meninggalkan halaman sekolah.
"banyak hal yang ingin kakak ceritakan. Kamu kemana saja, kenapa ganti nomor gak kasih tau. Ngilang gitu saja"
"iya kak, aku ganti nomor. Fikir ku juga kakak lagi sibuk"
Jalanan masing lengang, karna masih jam kantor dan anak sekolah masih pada berlibur. Mobil kak Jo melaju dengan cepat, aku lirik speedometer, jarum naik turun di angka 80km/jam.
Dan perjalanan yang kami lalui tak lain jalan menuju rumah ku.
"langsung ke rumah ku ini kak? "
tumben gak belok-belok dulu nih orang, katanya banyak hal yang mau diceritakan tadi.
"iya, aku sudah janji sama mama kamu kita akan langsung pulang"
************^_^
__ADS_1
baiklah, penumpang mah nurut saja sama pak sopir