
Kini saatnya aku dan Siska yang duduk di depan meja terima tamu. Setelah sebelumnya kami putuskan untuk solat dzuhur terlebih dulu. Karena setelah aku lihat, sesi ketiga mulai jam 12 hingga jam 15.
Undangan mulai berdatangan, wajah-wajah orang kampus yang tidak begitu asing. Kalangan dosen mulai memenuhi ruangan.
Diselingi dengan kedatangan para mahasiswa perwakilan. Beberapa dari mereka mengenali ku tapi aku tidak mengenali mereka.
Surprise, untuk kesekian kali. Lelaki ini selalu bisa membuat aku tersenyum dalam diam.
Tadi pagi bertemu tidak ada perkataan sedikitpun tentang acara ini. Tiba-tiba saja dia datang, kenapa aku menjadi sebahagia ini melihat dia berada disini.
Menahan diri itu memang tidak mudah, tapi jika diikuti semua itu hanya akan menjadi nafsu. Aku hanya bisa tersenyum kecil saat dia mengisi buku tamu. Sekilas dia menatap ku dan membalas senyum kecil ku.
^^^"aahhhhh, begini saja sudah bahagia sekali" dalam hati rasanya ingin bersorak gembira.^^^
"astagfirullah" ucap ku.
"kenapa Kay" ternyata bisa di dengar oleh Siska.
"gakpapa, iklan lewat" ucap ku sekilas sambil tersenyum.
Yang kemudian rona bahagia ku langsung bisa di tangkap oleh Siska.
"ecie, yang pangeran nya datang" Siska berbisik. Rupanya dia cukup tau dengan situasi dan kondisi.
Acara baru berjalan 30 menit, panggilan dari mikrofon menyebutkan nama ku. Ternyata di atas pelaminan masih saja berlangsung sesi foto. Entah sudah berapa ratus foto yang tertangkap kamera.
Lebih waow lagi, setelah aku berjalan lebih dekat dengan panggung, terlihat sosok Dian disebelah pengantin wanita. "apa-apaan ini" desis ku dalam hati.
Rasa bahagia sudah pasti, namun terselip rasa malu di sana. Canggung, karena ini untuk pertama kalinya. Bisa-bisanya Dian request untuk berfoto bersama ku.
Semakin dekat rasanya kaki ku semakin berat untuk melangkah.
Setelah fotografer mengarahkan gaya, kemudian mulai menghitung agar bersiap.
Dihitung kedua hadir wajah lain yang tidak asing bagi ku,Kak Jo.
Dia menepuk bahu fotografer dan meminta untuk bergabung berfoto bersama.
"aku tau kamu pasti disini" ucap kak Jo tepat di telinga saat dia melewati ku.
Sementara di ujung tempat lain, berdirilah ustadz bersama salah seorang temannya. Dimana pandangan matanya tidak teralihkan sama sekali dari arah panggung.
Hati ku rasanya semakin tak karuan. Kenapa seperti ini? mimpi apa aku semalam.
__ADS_1
Masihkah aku bisa tersenyum di hadapan kamera?
Hitungan 1,2,3 cekrek, cekrek, cekrek. Kamera membidik banyak foto.
Aku segera berjalan meninggalkan panggung sebelum dua lelaki itu berhasil mensejajari langkah ku.
Dengan sedikit berlari aku melewati tempat ustadz Billal berdiri bersama seseorang. Aku menuju kamar mandi. Hati ku kembali kacau menghadapi situasi seperti ini.
Beberapa saat aku berdiri di depan cermin wastafel. Tarik nafas, buang nafas. Begitu hingga beberapa kali. Ku tatap wajah ku lekat-lekat. Sebenarnya apa yang mereka harapkan dari ku?
Sepertinya Siska mulai menyadari aku yang menghilang terlalu lama. Handphone ku berdering, Siska.
"ya, Sis"
"udah gak usah sembunyi. Sudah saatnya kamu menunjukkan bahwa kamu juga punya keputusan. Kamu berhak milih Kay. Kamu harus berani untuk berdiri dengan wajah tegak, supaya orang lain segan dengan diri mu"
"oke oke. Aku cuma butuh menata hati dengan keadaan yang tiba-tiba ini" ucap ku meyakinkan Siska.
"oke,buruan" kemudian Siska mematikan panggilan.
Beberapa langkah aku berjalan meninggalkan kamar mandi, kenapa justru ada ustadz Billal yang tampak menunggu ku.
"kamu menghindari mereka? " tanya ustadz Billal sembari memberi ku gelas air mineral. Seperti beliau tau saja jika memang aku butuh minum.
"kamu seperti nya sedang ketakutan dengan dua cowok tadi" sejenak aku mencerna perkataan ustad Billal. Hampir saja aku lupa jika beliau mempunyai kemampuan lebih.
"maaf ustadz Siska sudah menunggu saya" sungguh aku tidak ingin membahas ini semua. Apalagi mengatakan nya pada ustadz Billal.
"Kayra tunggu" ucap ustadz Billal dengan lantang.
Langkah ku terhenti dan ustadz Billal kembali menghampiri ku.
"saya tidak akan menanyakan tentang mereka. Saya cukup bertanya, bagaimana dengan keputusan kamu mengenai apa yang saya sampaikan waktu itu"
Haruskah aku jawab pada situasi seperti ini, rasanya kurang tepat. Tapi mau bagaimana lagi, aku pun tidak ingin menggantung jawaban ini lebih lama lagi.
"Bismillah.
Maaf ustadz, saya tidak bisa menerima niat baik ustadz. Untuk saat ini, juga nanti.
assalamu'alaikum"
Dengan tegas dan kalimat yang jelas aku sampaikan penolakan ku terhadap ustadz Billal.
__ADS_1
Beliau terdiam, sementara aku sudah berpamitan dan pergi meninggalkan beliau tanpa menunggu apapun lagi.
Saat aku membalikkan badan, ada lagi seseorang yang berdiri dengan jarak beberapa meter, Dian.
Saat aku melewatinya dia membalikkan badan dan berjalan mensejajari langkah ku.
"sepertinya ada sesuatu yang penting" kata Dian.
"sepertinya.Tapi tidak penting buat kamu" ucap ku santai.
"siapa yang suruh kamu buat nyariin aku? " tanya ku kembali
"gak ada, firasat aja" kali ini ucapan Dian santai. Seolah sudah ada ikatan batin yang sangat dekat saja.
"aku mau pulang, nyariin kamu gak ada. Ditungguin lama" Dian menjelaskan.
Saat kami sudah hampir sampai di meja terima tamu, terlihat ada kak Jo berdiri di sana sedang berbincang sama Siska.
Kak Jo menatap tajam ke arah Dian
"GAK SEPERTI YANG KAMU LIHAT" ucap Dian tegas dengan rahang sedikit terbuka.
"hay kak" ku sapa kak Jo sembari berjalan untuk kembali duduk di meja tamu. Sayangnya tidak mendapat balasan apapun dari kak Jo.
"gak boleh ribut loh ya, ya, yaaaa" Siska memperingatkan.
"ribut sama dia, gak penting! mending aku balik aja" ucap kak Jo tanpa melihat kearah Dian,kemudian melenggang pergi meninggalkan tempat acara.
"gak ribut di sini, gak ribut di luar juga ya" kali ini aku yang memperingati Dian.
"beres.
Yasudah aku pulang duluan. Nanti kamu hati-hati pulangnya" Dian meninggalkan tempat acara.
Aku mengangguk dan melepas kepergiannya dengan tersenyum.
__________________^_^_________________
hawh, kenapa yang nulis ikut dag dig dug ya???
yang baca gimana, apa yang anda rasakan saat baca bab ini???
next, dibikin lebih seru lagi antara Kayra, Dian, Johan dan ustadz Billal
__ADS_1
jangan lupa jangan lupa.... jejaknya 😘