KALAU SUDAH JODOH

KALAU SUDAH JODOH
Curhatan malam


__ADS_3

Sungguh rumah sakit rasa hotel.


Selepas magrib mama dan papa datang disertai Melan juga mama papanya.


Hari ini aku merasa menjadi seseorang yang sangat diperhatikan. Sakit membawa berkah juga rupanya.


Bukan hanya mama dan adek yang menghamburi ku dengan ciuman, Melanpun datang dengan langkah tergesa dan segera menghamburi ku dengan ciuman dan pelukan.


"Kay... Kayra, kamu gak apa-apa? mana yang sakit, mana? "


sembari dia membolak-balik kepala, tangan dan kaki ku.


"Kayraaaaa" kemudian tangisnya pecah dengan tetap memeluk ku.


Untung dia bukan laki-laki. Tapi terasa aneh juga di peluk cium sama cewek, hihi 😁 namanya juga sahabat dari bayi.


Hidup ku menjadi terasa penuh drama.


Belum juga Melan melepaskan pelukan, kak Joe datang.


"udah Mel udah. Malu tau" ucap ku begitu kak Joe mendekat ke tempat ku berbaring saat ini.


"gimana, sudah mendingan pusingnya? " tanya kak Jo


(jangan berfikir kak Jo bakal ikutan peluk cium yah, big no!)


"iya kak, sudah berkurang pusingnya" jawab ku.


Karena masih ada Melan yang duduk disebelah ku, sehingga Kak Jo kembali duduk di sofa. Bersama adek yang sedang asik menonton sinetron Korea.


Sementara di balkon berkumpul lah para orang tua. Entah apa yang mereka bahas, hanya sedikit yang bisa aku tangkap dari percakapan mereka.


Aku kembali bercerita dengan Melan. Ia ungkap kan penyesalan nya, karena tidak membersamai ku tadi.


Padahal bisa dibilang baru kali ini kami tidak bersama, benar-benar mereka memanfaatkan celah.


"kak Jo" panggil ku.


Sekedar berterima kasih pada sang pahlawan, bolehkan?!


Kali ini bertukar tempat. Melan bersama adek dan kak Jo berjalan mendekati ku.


"Terima kasih ya" ucap ku


"buat apa" tanya nya kembali, seperti tak pernah melakukan apapun


"sudah nolong aku"


sebenarnya aku sendiri pun belum tau betul, bagaimana cerita nya sampai aku berbaring di tempat ini.


Yang pasti, kak Jo menolong ku tidak hanya sekali ini saja.


"anggap saja...... " ucapannya terhenti.


Para orang tua masuk kedalam ruangan. Waktu berjalan begitu cepat. Saat ini sudah pukul 20.15 mereka akan segera pulang.


"ya sudah. Besok kakak tengok lagi. Istirahat. Semoga besok hasil tesnya baik" ucap kak Jo.


Kemudian semua pamit. Ruangan menjadi sepi seketika.


*******


"ma, lapar" ucap ku. Karena memakan makanan rumah sakit membuat ku kehilangan selera


"mau makan apa? adek sudah makan belum?" tanya mama


"sudah ma, pesen gofood tadi" ucap adek.


"kakak mau makan apa? " mama kembali bertanya


"soto ayam ma"


hujan yang turun dari sore membuat ruangan lebih dingin. Padahal AC mati. Makan yang hangat sepertinya enak.


Papa pergi dengan ditemani adek.


Memanfaatkan kondisi yang sedang sepi,mama mendekati ku. Mengelus tangan bekas suntikan infus.


Karena infus yang tadinya dipasang hanya menghabiskan satu kantong, kemudian di lepas.


"masih sakit sayang? " tanya mama


"yang mana ma? "


"semua"


"sakit ma, luar dalam. Seperti sedang menyaksikan drama dan aku yang jadi pemeran utama"


jawab ku, mulai sedikit meluapkan unek-unek yang sedari tadi aku tahan.


"coba ceritakan sama mama sayang, kenapa bisa sampai seperti ini? "

__ADS_1


Tangis ku pecah seketika. Untuk kedua kalinyaak dan dalam waktu dekat.


"maaaaaaaa mmmaaaa, huwaaaaa"


ucap ku terbata sembari memeluk erat mama.


Aku masih saja terisak. Melepaskan semua hantaman yang selama ini aku rasakan. Sakit, rasa sakitnya benar-benar luar dalam.


Sakit dalam hati yang selama ini selalu aku kikis, pada ahirnya menguap juga ke udara. Menjadi airmata.


Aku menangis sejadi jadinya, sampai akupun tak lagi peduli bahwa aku sedang di rumah sakit, bisa saja ruangan sebelahku ikut mendengar.


Entah sudah berapa lama aku menangis, mama hanya terus mengelus rambut lembut ku.


Kemudian suara pintu terbuka, adek dan papa datang.


Mama berusaha menenangkan aku, kembali mengingatkan untuk makan terlebih dahulu. Adek yang begitu mendekat dengan wajah seribu tanya, menjadi bungkam dengan isyarat mama. Sementara papa, pasti bukan karena tak peduli. Tapi memang dari dulu setiap permasalahan alurnya ke mama terlebih dahulu, baru mama yang menyampaikan pada papa. Bagaimanapun juga hati seorang ibu lebih dekat anak-anaknya bukan?


Tak lama mereka berada di ruangan, kemudian berpamitan untuk pulang.


"papa pulang dulu ya sayang, kamu makan yang banyak" ucap papa sembari mencium kening ku dan mengelus rambut lembut ku.


tak jauh berbeda dari papa, adek pun memeluk ku kemudian mengusap airmata ku.


"kakak ku baik-baik yah disini" ucapnya sembari tersenyum.


kemudian salim, berpamitan sama mama dan mereka berdua segera pergi dari ruang rawat.


Setelah mama menyiapkan makanan yang baru saja dibelikan, aku segera melahap nya. Jujur saja cacing di perut sudah meronta.


Seperti aku lupa kapan terahir makan. Padahal selepas Magrib tadi juga dapat jatah makan, tapi makan bubur itu rasanya cuma lewat di tenggorokan. Apalagi dengan lauk yang rasanya jauh dari kata layak, bagi orang sehat.


Ups, bukankah memang aku sedang kurang sehat?


Itu kepala, mulutnya masih sehat kok untuk melahab beberapa menu kesukaan.


Satu porsi soto ayam Lombok, lumayan untuk membuat diam cacing-cacing di perut.


Tapi sepertinya aku butuh asupan lagi untuk menyiapkan tenaga, buat begadang malam ini.


Bagaimanapun juga parfume di rumah sakit ini berbeda dengan aroma parfume di kamar ku.


"ma.... aku masih mau makan. Tadi dibawakan oleh-oleh apa ya? " tanya ku, sembari berusaha mencari dimana letak buah tangan yang dibawakan tadi.


"ada jeruk, mama masukan kulkas. Di lemari ada roti tadi, redvelvet seperti nya"


mendengar redvelvet aku langsung semangat.


Segera aku keluarkan dari kotak cake. Eh ternyata, ada sepotong kertas dengan tulisan "semoga lekas sembuh, gadis boneka".


Nah, siapa lagi kalau sudah begini. Kak Jo, Lagi-lagi dia. Untung saja aku yang menemukan kertasnya, semoga saja belum ada yang membuka tadi.


" mama mau" aku menawarkan pada mama, karena sejak aku makan tadi mama sudah mulai sibuk dengan laptop nya. Pasti pekerjaan


"gak deh, mama mau buah saja"


kemudian aku ambil kan jeruk dari kulkas untuk mama.


"mama banyak pekerjaan ya sebenarnya?"


aku duduk di sofa sebelah mama.


"enggak, ini cuma ngecek laporan dari cabang" ucap mama sembari mengupas buah jeruk.


"ma, HP aku dimana ya tadi, mama lihat gak? "


"owh, ada di tas mama. Tadi sebelum kesini mama ambil dari tas kamu. Siapa tau kamu bosan disini, kan bisa jadi hiburan"


"ekhm, ma. Tadi gimana ceritanya sih aku bisa langsung di bawa kesini"


"kamu pingsan. Pas turun dari mobil kamu itu mimisan, Johan tuh teriak-teriak panggil mama. Begitu mama keluar butik dia sudah lebih heboh karena kamu pingsan. Akhirnya ya kembali di. masukkan ke mobil. Terus kesini deh"


"berarti di antar sama kak Jo donk kesini? "


"iyalah, sudah terlanjur panik dia. Mama ikutan panik juga jadinya"


"terus, kak Jo crita apa aja sama mama"


"ya crita yang kamu jatuh itu, sengaja di dorong sama temen-temen kamu"


"iya ma, tadinya kak Jo juga maksa langsung periksa, tapi aku minta pulang aja dulu"


"terus sekarang giliran kamu yang cerita sama mama, kenapa bisa sampai begitu. Kata Johan, mereka memang suka cari masalah sama kamu sudah dari dulu"


"iya ma, mama pasti taukan banyak cowok yang suka iseng sama aku. Tapi kan aku gak pernah tanggepin mereka ma. Dianya aja yang sirik, selalu cari gara-gara sama aku. Selama ini aku cuma diemin aja ma, malah temen-temen Kayra yang suka sebel dan merantem sama dia.


Tadi itu, pas Aku sendirian ke masjid mau solat Asar. Tau-tau dia sama temen-temen nya muncul. Kan temen-temen yang lain lagi pada sibuk sama tugas PENSI"


(jeda dulu, sepotong redvelvet untuk menambah energi)


"dulu dia juga naksir sama kak Jo,tapi gak pernah di tanggepin tuh sama kak Jo. Sekarang ini dia naksir sama Ketos di sekolah. Gak tau sih dia naksir juga ato gak sama aku, hihie 😁 tapi dari awal jabatan, dia suka di padu-paduin sama aku.

__ADS_1


Dan kemaren itu pas acara MOS,Anak-anak kembali padu-paduin dia sama aku.


Kesel ma Kayra itu, kesel. Nyebelin banget.


Gara-gara kak Jo dulu itu, jadi semua ikutan suka gangguin Kayra" (uuuppss, keceplosan! dua potong yah redvelvet nya)


"padahal aku tadi sudah minta sama temen-temen buat konfirmasi segala kebohongan mereka. Kayra capek ma, kalo mesti jadi bulan-bulanan terus.


Capek hati sih gak kelihatan, tapi kalo sudah ada yang sampe buta dan nekat begini"


(di telan dulu deh itu yang dua potong redvelvet)


"apes memang. Kalo sudah waktunya apes ya mau gimana lagi. Terus Kayra pulang duluan tadi, gak tau deh gimana jadinya. Sudah taman belum dramanya?


gak taunya juga, malah ada drama baru lagi. Se 'wah' itu kah anak mama buat jadi pemeran utama drama sekolah"


(batal nyuap redvelvet lagi, karna dimarahin sama mama)


"kamu ini, gak baik bicara sambil makan"


"anggap aja ini obat ma. Langsung sembuh Kayra, besok pulang"


"sekarang gini ya sayang, mau kita berbuat sebaik apapun pasti akan tetap ada orang yang tidak menyukai kita. Tapi kita tidak perlu resah dengan itu semua, kita hanya perlu fokus pada apa yang menjadi tujuan kita.


Mau kita menjelaskan sebaik apapun diri kita. Jika orang itu sudah membenci kita, hanya akan ada keburukan yang terlihat. Sementara orang yang benar tulus menyayangi kita, akan selalu ada maaf untuk setiap kesalahan.


(gak ada jeda, karna mama sudah habis makan jeruknya)


Tadi Johan sempat bilang, kalau kamu perlu visum untuk berjaga-jaga jika teman kamu itu masih saja berulah"


"terus menurut mama bagaimana? "


"boleh juga, untuk berjaga-jaga sebagai peringatan keras bagi mereka. Mama sudah mengajukan visum tadi. Besok jadwal Ctscan kamu jam 8 pagi. Setelah itu mama sama papa mau ke sekolah kamu untuk memberikan surat ijin juga menemui guru BK. Kamu di temani kak Anggun ya selama mama tidak ada"


(Anggun,salah satu karyawan mama di butik)


"iyah ma. Terserah deh mereka mau di apakan, Kayra sudah capek ma.


Ekhm, gimana caranya ya ma biar Kayra gak digangguin sama cowok-cowok lagi? karena kebanyakan cewek-cewek yang sensi itu karna kalah saing"


"kaka mau pakek Hijab? "


pertanyaan yang menusuk, seketika tertahan cake yang sudah di tenggorokan, gak pernah terfikirkan.


"kenapa begitu ma"


"karena Hijab itu menjaga kehormatan setiap muslimah. Dengan berhijab laki-laki akan sungkan untuk mengganggu"


kenapa aku tidak pernah kepikiran kesitu ya


"begitu ya ma. Boleh de, mau mau"


"adek kamu aja minta seragam yang panjang loh"


"who... beneran. Kenapa gak pernah cerita sama aku"


"minta pertimbangan mama juga sih waktu itu. Ya sudah kalo memang kamu mau berhijab, besok sekalian mama Minta kan bahan ke sekolah"


"trimakasih mama" ucap ku sambil memeluk mama.


(nah, sembuh beneran kan. Hilang sakitnya)


"ada yang mau disampaikan lagi gak sama mama? "


"gak ada ma. Kayra sudah lega"


"tapi kamu harus tetap istirahat. Besok hasil Ctscan biar semakin baik dan bisa rawat jalan"


"aku mau solat isak dulu ma. Mama bawa mukena Khan? "


"ada di laci"


mama kembali mengutak atik laptop yang sempat di anggurkan.


Setelah mengadu sama mama, sekarang saatnya aku mengadukan segala sesuatunya pada Sangat pemilik hidup. Semoga kedepan apapun yang penjadi keputusan ku diijabah dan mendapat berkah dari Nya.


Selepas solat aku tidak langsung tidur, karena mata juga belum mengantuk.


Akhirnya aku cari HP yang disimpan di tas mama. Ada banyak pesan masuk, dari 3M pastinya. Ada juga dari kak Jo, tertandan pukul 22.16. Ada juga dari temen-temen OSIS. Dari Indra pun tak ketinggalan. Semua hanya aku baca. Sepertinya akan kembali heboh ini setelah aku masuk sekolah nanti.


Sampai akhir nya mama kembali mengingat kan untuk tidur dan kami pun mulai berusaha memejamkan mata di rumah sakit rasa hotel. Semoga saja tak bermimpi seburuk kejadian hari ini.


________________^_^______________


Netizen gereget????


sabar, Kayra tidur dulu.


Sekalipun dunia nyata baru magrib, tunaikan kewajiban dulu ya.


selamat beribadah bagi yg muslim

__ADS_1


😘


__ADS_2