KALAU SUDAH JODOH

KALAU SUDAH JODOH
Moment bersejarah


__ADS_3

Hari ini jadwal wisuda. Hari istimewah pastinya. Beruntung punya mama seorang designer,jadi tidak perlu repot cari sewa baju, homemade ala mama sendiri. Tak ketinggalan dengan 3M,kami sengaja membuat baju yang senada. Hanya saja beda model dan kombinasi.


Sementara tante Fifi jago dandan, jadi kami semua bersiap di rumah Melan.


Eits, bahkan malam sebelumnya kami menginap bersama di rumah nenek Melan. Karena rumah kosong, kakek juga neneknya sedang pergi haji.


Mengenang masa-masa terahir bersama mereka di bangku SMA. Tak boleh ada satupun yang mengganggu,termasuk Rahardian. Bahkan Melan mengultimatum agar dia tidak mendekat diwilayah rumahnya.


Entah kenapa kali ini aku merasa Dian benar-benar menjadi penurut, dengan ucapan ku juga Melan.


Malam kami nikmati dengan memanggang daging barbeque.


Keluarga besar Melan juga keluarga ku turut meramaikan. Yang pasti para orangtua menikmati obrolan mereka sendiri.


Hanya adek yang menjadi personil tambahan. Hanya saja ia tidak ikut menginap.


Lepas jam 9 malam mama juga tante Fifi sudah menyuruh kami untuk mulai beres-beres dan beristirahat. Kemudian semua bubar dan tinggal kami berempat.


Tentu malam ini tidak kami lewatkan begitu saja. Entah ini malam keberapa yang kami lewati bersama terhitung sejak SMP. Tapi bisa jadi ini malam terahir kami sebelum kami memulai babak baru. Apakah esok masih bisa bersama seperti ini?


Banyak cerita yang kembali kami ulas. Sekedar untuk bernostalgia agar kebersamaan kami selama enam tahun ini tidak terlupakan begitu saja.


Banyak cerita kami lewati bersama. Terlagi aku yang banyak berhutang budi kepada mereka.


Belum lagi Melan, yang sudah terasa seperti saudara kembar hanya saja tidak tinggal seatap. Tapi apa daya, pada ahirnya kami harus melalui jalan masing-masing.


Jarak rumah kami memang tak seberapa jauh, tapi Meysa dan Melda memutuskan untuk kuliah di luar kota. Sementara aku dan Melan memilih kampus yang berbeda.


Sudah seperti di kartun Teletubbies saja, malam ini kami eratkan pelukan diantara kami.


Bahkan sebelum tidur kami berfoto juga membuat vidio ala-ala Teletubbies. Di jamin nanti akan tertawa sendiri kalau memutar ulang vidio yg dibuat.

__ADS_1


Hingga waktu menunjukkan hampir pukul satu dini hari, kami segera bersiap untuk tidur.


Sedikit waktu tapi berkualitas sejatinya lebih baik. Aku tidur dengan sangat pulas, semoga begitu juga dengan yang lain.


Tepat adzan subuh aku membangunkan teman-teman. Setiap adzan subuh dikumandangkan aku sudah tidak bisa tidur lagi. Terlagi jika muadzin nya Dian, dijamin lebih semangat lagi mengawali hari.


Setelah semua bangun aku berpamitan untuk pulang. Solat subuh, mandi dan membantu mama menyiapkan pernak pernik accessories. Karena baju yang dipakai sudah ditangan masing-masing saat H-1.


Tidak kusangka, sesuatu yang dulu pernah tidak aku inginkan itu saat ini berguna juga. Accessories pemberian Dian yang aku kembalikan lewat Melan waktu itu, ternyata masih tetap disimpan di kamar Melan. Sehingga Melan mengusulkan untuk memanfaatkan itu saja. Melda dan Meysa juga tidak keberatan, jadi aku bawa kembali kardus itu pulang kerumah untuk memadukan dengan accessories yang lain.


Selesai berdandan waktu menunjukkan pukul 7 pagi. Acara wisuda dimulai pukul 8 pagi. Kami berangkat lebih awal karena lokasi di adakannya wisuda lebih jauh dari jarak rumah ke sekolah. Sementara orang tua Melda dan Meysa langsung menunggu di tempat acara. Sembari menunggu orang tua kami siap, tak ketinggalan untuk jeprat-jepret. Karena itu sudah jadi kebiasan para cewek yah. Apalagi pas moment begini.


Ada penampakan nyata tertangkap kamera. Dian yang tiba-tiba saja muncul tak sengaja ikut terfoto. Entah apa yang dia lakukan disini sepagi ini, aku tak harus bertanya. Karena bisa dibilang ini rumah dia juga, dia bebas mau kesini kapanpun.


Tak lama, dia hanya lewat dan tersenyum. Bahkan menghampiri Melan pun juga tidak.


Kami berangkat dengan menggunakan dua mobil. Meysa bersama ku sementara Melda bersama Melan. Tak lama setelah kami sampai acara segera dimulai. Sambutan demi sambutan telah disampaikan. Waktu terasa berjalan dengan cepat. Alhamdulillah, aku lulus dengan nilai rata-rata tertinggi sekolah. Mendapat panggilan naik podium untuk menerima trophy bergilir kebanggaan dari sekolah.


Applaus meriah dari peserta wisuda.


Pipi yang sudah merah kena Blushon, semakin menyala sepertinya. Sampai ada yang meneriaki "pipi tomat".


Hah, hallo. Kayra si Boneka transformasi jadi pipi tomat.


Setelah semua kesedihan, aku menutup tahun ajaran ini dengan penuh kegembiaraan.


Acara dilanjutkan dengan penyerahan berkas kepada semua siswa dan juga foto bersama wali kelas. Pada ujung acara di tutup dengan do'a kemudian hiburan yang diisi oleh adik-adik kelas.


Acara wisuda sekolah selesai. Tapi acara lain-lain belum ya.


Foto-foto di sekolah bersama teman-teman kelas. Bersama 3M tak ketinggalan. Bersama keluarga yang pastinya. Dan ada satu penyusup lagi, kak Johan bersama keluarga.

__ADS_1


Acara foto-foto selesai.


Ternyata tak cukup sampai disana, dua keluarga telah membuat rencana rupanya. Sehingga aku harus berpisah dengan 3M.


Jika keluarga ku merayakan kelulusan ku, pastinya. Beda halnya dengan keluarga kak Jo yang merayakan kelahiran si baby girl.


Setelah acara disekolah selesai ternyata kami menuju ke sebuah panti asuhan.


Rupanya sudah direncanakan tasyakuran disana bersama anak-anak panti.


Kak Johan yang dari tadi minta untuk foto berdua masih terabaikan, kali ini aku tak punya alasan lagi untuk menolak. Karena kami tengah duduk santai bersama adek juga.


"dek, fotoin donk"


adek mah, kalau sudah kak Jo yang ngomong apasih yang gak diikuti.


"gak boleh deket-dekat"


aku memberi peringatan. Sebenarnya tadi itu juga sudah ada foto berdua, hanya saja dalam keadaan formal saat menyerah kan tropi.


Itu menjadi foto terahir karena setelahnya aku meminta mama untuk menghapus make-up. Tidak terbiasa bermake-up, sebenarnya juga tidak begitu nyaman dari tadi. Jika dihari biasa saja sudah banyak yang diam-diam mencuri foto ku, apalagi saat seperti ini.


Terbukti saat aku melihat medsos, beberapa foto ku sudah release padahal aku sendiri belum upload foto. Beruntung aku sudah mengenakan hijab. Susah memang kalau punya banyak fans itu.


___________^_^___________


"senyumlah untuk semua orang tapi hati mu jangan"


Terima kasih untuk yang sudah setia menanti. Qodarullah anak lagi sakit, jam terbang jadi berkurang 🙏


sudah, sekian dulu 😘

__ADS_1


__ADS_2