
Masa OSPEK telah aku lewati. Susah, senang, gereget bercampur jadi satu. Bedanya kali ini aku tak punya lagi 3M yang siap menjadi tameng tapi aku punya kejutan. Orang yang dulu paling membenci ku semasa SMA hingga membuat aku pernah merasakan aroma rumah sakit, kini menjadi teman satu kelas bahkan kini dia mengajukan menjadi sahabat. Sebagai bentuk tebusan dari rasa penyesalan nya, dia bilang. Yah, Siska. Saat ini ia menjadi partner terbaik ku. Disaat aku membawa motor ke jalan raya saja belum diijinkan, dia malah sudah mendapatkan SIM A. Lumayan, ojek gratis.
Namanya orang kalau sudah terlanjur populer susah memang untuk meredup.
Tak jauh-jauh dari kehidupan masa SMA, kali ini harus kembali bertemu dengan kak Jo di kampus. Pasalnya dia tidak pernah bercerita bahwa bergabung di BEM. Untung saja aku sudah mewanti-wanti dia untuk tidak kembali mengulangi keisengan dia semasa di SMA. Karna aku tau akan satu kampus dengannya. Sekalipun aku tau dunia kampus tak sesempit bangunan SMA. Nyatanya aku masih saja dipertemukan dengannya. Kebetulan atau apes nih?
Dengan kondisi yang berbeda semuanya menjadi lebih baik. Siska yang sudah tidak lagi cimon dan terobsesi dengan kak Jo. Dan kak Jo yang sudah tampil dengan lebih elegan juga berwibawa. Jadi aku tidak merasa mengulangi masa SMA.
Lebih heboh lagi, Rahardian. Anak itu diam-diam menjabat wakil BEM di semester pertama, sejak dia masuk organisasi tersebut. Wao, pesona seperti apa memangnya yang dia punya bisa sampai semelejit itu? rupanya yah, istimewah juga itu anak.
Awalnya memang aku tidak pernah bertanya dia kuliah dimana, ambil jurusan apa, apalagi sampai tau dia ikut organisasi apa.
Setidaknya peduli itukah aku?
Pada ahirnya aku dibuat melongo saat melihat papan keorganisasian paling bergengsi di kampus. Awalnya aku tidak percaya membaca nama yang tertera. Mungkin saja ada nama yang sama.
Namun saat sekumpulan anggota itu tengah berkumpul, aku tidak sengaja melintas. Dari sisi belakang saja aku dapat mengenali dia. Terlagi saat dia bersuara, aku sangat yakin bahwa itu memang dia.
Rasa rasanya pengen cepet pulang peluk bantal sambil nimpukin guling.
Begitu sempit dunia ini. Kehidupan ku harus bertemu kembali dengan orang-orang itu saja. Dan yang terlintas di benak ku saat itu
"jangan sampai Siska naksir sama Dian".
bisa jadi drama lagi, gak tamat-tamat. Bosen eh yang jadi pelaku utama.
Lantas bagaimana dengan Dian dan kak Jo yang tergabung di satu organisasi?
__ADS_1
Apakah mereka saling mengenal, sedekat apa mereka?
Hah, belum juga pusing memikirkan mata kuliah. Sudah iklan yang lebih dulu muncul. Susah memang kalau hidup di jaman serba iklan.
Tetap tenang, Kayra dengan hijabnya akan menjadi pribadi yang lurus inshaAllah.
Mereka hanya satu dari seribu penghuni kampus. Gak akan juga setiap hari ketemu. Beda tingkat, beda jurusan. Sekalipun masih satu fakultas dengan Dian.
Kak Jo yang sejatinya ada perasaan juga memang perhatian terlagi dengan kedekatan keluarga, berulang kali menawarkan diri untuk mengajak aku barengan. Sayang sekali dia selalu pakai motor kesayangan saat ke kampus. Jadi dengan mudah aku mendapatkan alasan untuk menolak. Bukannya gaya gak mau naik motor, tapi motor sport nya ku rasa kurang nyaman untuk dinaiki saat memakai dress.
Dulu yang masih pakek rok pendek saja naik dengan susah payah, apalagi sekarang. Fiuh, gak bayangin deh ribetnya. Lagian juga sudah ada supir pribadi, sahabat sendiri.
Uupzz 🤭
"nanti deh Kayu, kapan-kapan kalo kita pas libur. Aku ajarin kamu bawa mobil ya" Siska menawarkan diri
aku yang saat itu sedang minum di kantin seketika menumpahkan minuman di mulut ku.
"SIM C aja belum punya, boro-boro mobil" ucap ku dengan nada putus asa.
"belum tentu, yang penting di coba aja dulu. Kalo kamu bisa bawa mobil, kan enak nanti kita bisa gantian nyetir. Minimal kamu bisa muter-muter di wilayah kampus"
Siska masih bersemangat untuk memberikan dorongan
"gapapa Kay. Kita cewek mesti maju. Jadi lebih mudah kalo mau ke mana-mana. Aku tau kok, pasti mama papa kamu pada sibuk kan. Mana sempat ajarin kamu"
"aku aja dulu diajarin sama sodara sepupu pas lagi liburan semester gitu. Minta sama orang tua bilangnya nanti-nanti terus sih"
__ADS_1
Siska masih semangat bercerita. Sementara dari ujung lain ada seseorang yang menghampiri meja kami, kak Jo.
Dengan semua perubahan sikap yang Siska tunjukkan, kak Jo pun percaya jika Siska sudah bukan Siska yang dulu lagi, jahat.
"lagi gak ada kelas? aku gabung disini ya" ucap kak Jo sembari duduk di bangku dupan ku.
"bebas" ucap ku pendek.
"sendirian aja kak" tanya Siska.
"iya, habis cari dosen. Laper, ya belok kesini dulu"
Siska dan kak Jo berbincang, sementara aku lanjut menghabiskan jus alpukat. Gak makan pun kalau minum minuman satu ini sudah dijamin kenyang. Apalagi jus nya dibuat dengan kental. Harga jangan ditanya, beda jauh sama dunia SMA.
Setelah jus ku habis juga makanan Siska habis, kami segera meninggalkan kantin. Karna pelajaran berikutnya akan dimulai 10menit lagi.
Kami tinggalkan kak Jo yang masih menikmati makannya.
________________^_^______________
ada yang lagi lapar???
boleh sambil angkat piring temani Jo makan. Kasihan orang ganteng ditinggalin sendirian.
Yang penting para Netizen gak sendirian ya, masih ada Kayra yang setia menemani.
Jangan lupa nantikan kisah seru selanjutnya 😍😘
__ADS_1