
"Andai aku bisa benar-benar membenci mu mungkin sudah dari dulu aku lakukan itu. Tidak akan pernah ada kata maaf untuk mu.
Nyatanya aku tidak pernah bisa melakukan itu. Selalu ada maaf yang pada akhirnya membuat aku terluka lagi dan lagi.
Jika aku bisa mencintai orang lain, mungkin sudah dari dulu aku menjalin hubungan dengan orang lain. Disamping agama melarang, orang tua tidak mengijinkan, hati ini juga tidak bisa menyimpan nama seseorang seperti hati ku menyimpan nama mu.
Rasanya terlalu lengkap rasa yang kau berikan, sampai aku tak mampu berpaling pada rasa yang lain.
Sekali pun aku tidak tau perasaan ini benar atau salah, aku hanya berusaha mengungkapkan. Tapi bukan berarti itu adalah final, jodoh kita belum datang. Jadi tolong, beri aku ruang untuk melangkah tanpa terus-terusan mengintimidasi perasaan. Anggap saja kita memiliki kekuatan perasaan yang sama. Cukup sampai disana, percayakan hati kita pada diri kita masing-masing. Selanjutnya biarlah Allah yang menentukan jalan kita. Jangan mendahului takdir Allah dengan mengklaim 'aku milik mu' atau 'kita saling memiliki' kita belum berhak untuk mengatakan itu.
Berdamai dengan mu memang membuat aku tenang, nyaman, aku bahagia. Itu sebabnya aku menerima permintaan damai dari mu dengan syarat.
Aku ingin keluar dari konflik ku selama. Jadi tolong, jangan sampai kedamaian yang aku rasakan ini hanyalah semu jika pada akhirnya muncul masalah baru lagi dan lagi.
Jangan sampai ketidak nyamanan ku ini membuat kita kembali berseteru dan jauh. Tolong bantu aku."
Sebuah pesan dengan kalimat panjang aku kirim ke nomor Dian untuk menanggapi pesan dia selama satu minggu ini.
Tapi bukan Dian namanya jika tidak bisa memainkan rasa ku.
" rasanya baru kemarin, aku merasakan bahagianya hidup yang tidak pernah aku rasakan selama ini. Terlalu singkat untuk kembali mengurai kebahagiaan ini.
Mungkin hanya belum saatnya kebahagiaan itu datang untuk kita. Semoga saat waktunya tiba, itu akan menjadi hal yang sangat istimewa.
Aku percayakan hati mu, ku titipkan pada Rabb ku. Semoga selalu Dia jaga hati kita untuk satu. Sekalipun jalannya masih saja berliku. Semoga akan ada ujung yang bahagia untuk dua hati yang sama-sama menyimpan rasa.
Aku tetap disini untuk mu, jauh maupun dekat. Nyata maupun maya.
Aku tetap disini akan selalu ada untuk setiap keluh kesah mu.
Aku tetap disini untuk menanti hadir mu menyertai hidup ku.
Tidak akan pernah cukup jika ku ungkapkan rasa ini. Aku rasa kamu cukup tahu, sebesar apa rasa ku untuk. Aku ada untuk mu, maaf untuk semua hilaf ku"
Aku menangis haru saat membaca setiap kalimatnya. Tak ku sangka kalimatnya begitu menyejukkan disaat kepala terasa mendidih.
Sepulang dari rumah kak Jo kepala ku terasa penat. Hati ku sendiri butuh suntikan semangat. Dan aku telah mendapat kannya. Tidak salah jika nomor Dian menjadi tujuan ku untuk mengurangi semua rasa lelah ini.
Kerelaan dia bukan hanya di mulut semata.
Air mata bahagia ini membawa ku kembali ke pesantren dengan wajah sumringah sekalipun badan begitu lelah.
Malam minggu ini di pesantren ada acara lomba Tilawah. Dengan peserta TPA/TPQ sekecamatan.
Mungkin suasana di pesantren sudah mulai ramai dengan kehadiran para peserta. Mungkin juga Dian dkk sudah ada disana. Karena Dian bersama teman laki-laki lain yang KKN tinggal di penampungan mushola salah satu TPQ dekat pesantren.
__ADS_1
Aku menginjak gas dengan lebih semangat. Menyibak suasana malam yang mulai datang menyapa. Begitu memasuki area persawahan aku matikan AC dan membuka kaca jendela. Menikmati udara segar malam.
Tempat ini rasanya tak asing lagi bagi ku, sehingga tak ada rasa sakit sekalipun dalam kegelapan.
Terdengar suara katak-katak bersenandung di luar sana. Sepertinya bahagia sekali hidup mereka. Entah bagaimana dengan sisi ketiduran mereka yang lain,saat di kejar musuh, atau saat di terkam mangsa. Bagaimana susahnya mereka menjalani hidup.Ooooohhhhh,kenapa aku jadi memikirkan kehidupan katak?
AIR, yah sepertinya aku harus segera sampai di pesantren supaya bertemu air dan dapat menyegarkan badan serta pikiran.
Beruntung aku melewati jalan pintas hamparan sawah ini sehingga aku dapat menghemat waktu sekitar 20 menit lebih cepat untuk sampai ke pesantren.
Benar saja, begitu aku sampai di pesantren halaman depan sudah mulai di padati oleh peserta. Rasanya tak sopan jika aku tetap memarkirkan mobil di halaman depan. Menyibak puluhan manusia hanya untuk tempat lewat ku saja.
Akhirnya ku parkir mobil di halaman depan, luar gerbang. Aku turun dari mobil dan tiba-tiba saja perasaan ku menjadi tak menentu. Mungkin saja saat perjalanan ku kedalam rumah aku bertemu Dian (ciiiee, ngarep nih ye 😆).
Perasaan ini, ah. Padahal sudah bukan kali pertama bertemu Dian. Masih saja dibuat berdebar tak menentu saat tau akan bertemu dia.
Langkah demi langkah, aku ayunkan kaki dengan cepat dan pandangan mata lurus ke depan. Dengan hati tetap berdebar, bersiap jika tiba-tiba ada yang menyapa.
"baru pulang sayang? " sapa Ummi yang sedang duduk di teras.
"iya ummi, mari assalamu'alaikum" jawab ku dengan lembut. Ummi tetaplah sosok yang lembut dan penyayang sekalipun aku telah menolak putra beliau.
Hah, tak apalah meski hanya Ummi yang menyapa ku. Aku kembali melangkah ke rumah paviliun.
"hay, assalamu'alaikum" dia tersenyum dengan manisnya. Dan berhasil memandikan hati ku sebasah basahnya, sebelum aku sempat mengguyur badan dengan air.
Indah sekali, sampai rumah capek-capek di sambut dengan senyuman oleh pangeran tampan. Andai tak ingat dosa, andai sudah halal, pasti langsung aku peluk tanpa dia yang meminta.
Kenapa aku jadi berdiri mematung begini, dengan tangan di dada seolah sedang memegangi jantung yang takut copot.
"waalaikumsalam. Kamu disini? " tanya ku dengan kikuknya.
"iya, aku nungguin kamu. Ini ada titipan dari mama kamu. Tadi aku pulang"
Dian bangkit dari tempat duduknya dengan mengangkat bingkisan kresek hitam.
"makasih ya" jawab ku singkat. Tak mampu lagi berkata-kata saking terkejut nya.
"ya sudah kamu pasti capek. Buruan mandi biar seger. Aku tunggu di depan ya" ucapnya kemudian berlalu menuju kerumunan manusia di halaman depan.
Sementara aku segera berlari masuk kamar. Sayangnya sudah tak ada Siska disana. Jika ada, mungkin dia yang sudah ku peluk-peluk sebagai pelampiasan kebahagiaan ku. Akhirnya aku hanya memeluk guling sembari berguling-guling di tempat tidur.
Aaaahhhh indahnya.......seperti inikah indahnya jatuh cinta? mencintai dan dicintai?
Rasanya banyak hal yang ku rasakan tapi sulit untuk menjabarkan. Sama halnya seperti saat hati ku dibuat kacau oleh dia, hanya bisa dirasakan dalam hati.
__ADS_1
Dia, benar-benar berhasil menjungkir balikan hati ku. Oh Tuhan, jangan biarkan rasa ini cepat berlalu.
Tawanlah hati kami hingga waktu itu tiba.
Saat cinta ku, cintanya berhambur menjadi satu.
Dalam satu ikatan yang halal.
"Oh mama, anak mu pengen nikah" aku berseru sendiri dalam hati.
Masih dengan posisi mendekap guling, senyum-senyum sendiri. Mengingat beberapa waktu yang lalu aku begitu anti dengan kata 'pernikahan' saat ustad Billal yang meminta itu. Kenapa bisa secepat ini perasaan berubah?
Mungkinkah....
Mungkinkah benar Dian jodoh ku????
tok tok tok... tok tok tok....
suara dering handphone membuyarkan angan-angan ku.
"assalamu'alaikum" sapa ku pada Siska.
"udah balik kan? Cepetan kesini ya, dibelakang panggung, butuh bantuan" dengan nada tergesa Siska berbicara, kemudian panggilan dimatikan dengan cepat sebelum aku sempat menjawab.
Mau tak mau aku bangkit. Dengan perasaan penuh bunga-bunga aku segera menuju kamar mandi.
Pastinya semangat donk, nanti di depan kan juga bisa curi-curi pandang gitu sama Dian.
Astagfirullah, zina mata... zina mata.
Belum saatnya memupuk rasa terlalu jauh, nanti malah bisa jadi salah jalur.
Cukup sekian saja rasa bahagianya, dan terimakasih sudah hadir menghiasi hidupku hari ini. Sungguh tidak akan terlupakan.
__________________^_^_______________
hay, lambaikan tangan tinggi-tinggi donk..... bagi yang ikut bahagia atas kebahgiaan Kayra hari ini.
Kayra juga pantas bahagia kan gays????
yang nulis juga pantaslah dapat suntikan semangat, kritik dan saran yang membangun, ayoo komeennt ungkapkan pendapat kalian
like, vote, hadiah, atau apalah, yang penting bikin authornya bahagia 😍😍😍😍
sebahagia kalian saat tau KALAU SUDAH JODOH up 🥰🥰🥰 happy Reading
__ADS_1