KALAU SUDAH JODOH

KALAU SUDAH JODOH
Curhat colongan


__ADS_3

Rasanya lelah juga seharian berkutat dengan buku-buku. Setidaknya aku lega sekarang karena semua bukan murni akibat dari kesalahan ku. Dasar orang penting, bisa saja mencari alasan untuk mendapatkan bantuan.


Tersisa beberapa menit lagi sebelum Adzan Isya di kumandangan. Sengaja tidak langsung lanjut mengerjakan setelah makan malam tadi. Karena pikiran yang penat juga tidak akan mendapatkan hasil yang baik. Mungkin lepas Isya kami akan kembali berkencan dengan buku-buku.


Saat ini aku, Siska dan adek tengah duduk di bangku teras. Mengulas sedikit tentang apa-apa yang ada di SMA. Dan berhasil membuat aku juga Siska rindu akan sekolah itu. Baru juga setahun dari jarak kelulusan kami, sekolah sudah mengalami banyak perubahan menurut penuturan adek.


"gimana kalau kita usulkan reuni Kay"


ucap Siska disela-sela percakapan kami.


"boleh juga itu. Coba deh share di grup, siapa tau banyak peminatnya" aku memberi tanggapan.


"ya kamu donk, kamu yang bintang sekolah mantan OSIS juga" Siska berkata dengan nada sedikit mengejek


"Nanti deh coba aku hubungi Indra" bisa ku maklumi ekspresi Siska saat ini, mungkin saja dia teringat massa SMA yang kurang menyenangkan bagi dia.


"eh dek, coba gih kamu ngobrol sama ketos kamu. Siapa tau bisa bantu buat agenda" aku kembali berbicara sebelum pada akhirnya Adzan Isya di kumandang kan.


Terdengar suara khas dari kejauhan yang keluar dari pengeras masjid.


Bisa kupastikan siapa yang tengah berdiri di depan mimbar saat ini. Entah sudah berapa lama telinga ku terbiasa mendengar suara itu, kenapa masih saja hati ini bergemuruh tatkala mendengarnya.


Ada sedikit penyesalan dalam hati, harusnya segala permasalahan yang bersifat duniawi tidak menjadikan seseorang menjauhi masjid.


Ada kerinduan pada hati kecil ini untuk kembali ke masjid. Menjadikan aku teringat akan hal yang membuat ku memilih untuk menjauh dari lingkungan di sana. Kenapa ibadah ku dinilai sebatas urusan dunia saja? Kenapa, kenapa, kenapa?


Faktanya hidup memang tak selalu indah. Yang membencimu tidak akan pernah mau tau alasan mu sementara yang menyayangimu tidak perlu alasan untuk terus sayang. Ibu dan anak itu berhasil membuat perasaan ku jungkir balik.


Setelah Siska selesai solat aku segera masuk ke kamar mandi untuk wudhu. Beranjak meninggalkan kegetiran hidup, yang aku sendiri tau semakin larut aku dalam pikiran itu akan membuat ku semakin sakit saja.


Allah selalu memiliki rencana yang tidak bisa ditebak. Di satu sisi ada anak yang selalu meyakinkan ku untuk terus berjuang mendekat, disisi lain ada seorang ibu yang selalu memberi peringatan untuk menjauh.


Ku kembalikan semua kegundahan ini pada yang pencipta Nya mengingatkan betapa kecilnya diri ini. Aku mulai merasa tidak sanggup memikirkan ini semua. Setiap kali aku berusaha memperbaiki prasangka ku terhadap beliau atas permintaan dari anaknya, setiap kali itu juga keberanian ku dihancurkan oleh perkataan beliau.


Tanpa terasa air mata ku jatuh dan ahirnya ku tenggelamkan wajah ku di atas sajadah. Entah kenapa rasanya aku ingin sekali menangis, melepaskan segala penat dihati ini.


Sampai ahirnya Siska menyadari aku yang sujud terlalu lama. Dia hampiri aku dan langsung membangunkan ku dari sujud saat ia mendengar isak tangis ku.


"Kayra kamu kenapa? kenapa tiba-tiba nangis? tadi tiba-tiba ngelamun" ucap Siska dengan penuh tanda tanya.


Aku selama ini memang terlihat baik-baik saja. Tidak pernah bercerita pada siapapun tentang ibu dan anak itu. Bahkan pada Dian sekalipun, meski dia selalu minta untuk mengatakan apapun yang dikatakan oleh umminya. Tapi, mana mungkin aku mengadu domba antara ibu dan anak.


Setiap kali ada pesan semangat dari Dian, setiap kali itu juga ada pesan menjatuhkan dari seseorang. Sekalipun tidak mengakui itu siapa, tapi aku yakin tidak akan jauh dari kaki tangan ustadzah Zia. Dan entah kenapa pikiran ku menuju pada gadis waktu itu.


Siska membawa ku pada pelukannya. Sahabat baru satu ini tak kalah siaga nya seperti Melan.


"kamu boleh nangis sampe puas. Tapi janji setelah ini harus cerita sama aku. Pasti ada sesuatu"


ucap Siska sembari terus mengusap-usap punggung ku.


"besok aja ya. Kita selesaikan tugas dulu malam ini" ucap ku sambil menahan isak tangis

__ADS_1


"yakin mau lanjut kerjakan tugas. Nanti malah jawaban dari perasaan galau kamu lagi yang di ketik" Siska mengejek


"gak kelar-kelar nanti, mau sampai kapan kamu disini?" ucap ku yang membuat Siska langsung beranjak ke atas tempat tidur.


"owh, ngusir aku nih cerita nya" malah di tanggapi dengan nada sewot


"ewh, gak gitu. Takutnya nanti dicariin sama mama papa kamu Sis. hadeh, udah ngambek duluan aja"


yang diajak bicara hanya diam


"iya iya deh, terserah kamu aja. Mau nginep sampe kapanpun disini boleh. Asal resiko di tanggung penumpang"


masih saja diam, malah bermain handphone.


Selesai merapikan peralatan solat aku merebahkan tubuh ku di samping Siska. Sengaja aku nyalakan televisi keras-keras supaya tidak ada orang yang mendengar dari luar kamar. Kemudian aku mulai menceritakan semua tentang Dian dari awal. Panjang lebar aku bercerita, ada tekanan demi tekanan pada hati ini saat kembali mengingat semua hal tentang dia.


"terkadang aku heran juga Sis, aku tuh gak pernah punya hubungan spesial sama Dian. Tapi kenapa rasanya aku terpaku dan seolah tidak bisa lepas dari dia?"


"itu karena kamu menaruh perasaan pada dia"


"perasaan benci, marah, sebel.... "


"perasaan cinta. Entah kamu akui atau tidak tapi hati kecil kamu tidak akan bisa berbohong Kay. Itu sebabnya seberapapun kemarahan kamu sama dia, kebencian kamu sama dia, kamu tetap memaafkan dia"


Siska memotong kalimat ku dan perkataan dia kali ini membuat ku diam. Rasanya sulit untuk mencerna kalimatnya.


Kemudian aku tunjukkan pesan-pesan tidak menyenangkan dari nomor yang ku beri tanda 'Mak Lampir'


Sementara Siska membacanya sambil tertawa.


"kamu baik-baik aja Sis? " sembari terus ku amati wajah Siska


"ini mah, gokil Kay. Kelihatan banget kalo nih cewek yang mengharap"


"maksudnya"


"nih cewek itu sengaja menjatuhkan kamu supaya kamu mundur, karena dengan begitu dia akan bisa maju. Berati selama ini dia di cuekin sama tuh cowok"


"masa sih, gimna bisa tau kamu? "


"kamu lupa, aku ini mantan orang jahat"


"hempppp"


aku bingung mau berkomentar seperti apa.


"mungkin anaknya tidak memberi kesempatan, tapi ibunya memberi harapan"


aku ber celuk.


"aku benar-benar bingung dengan dua sisi ibu dan anak itu Sis. Kenapa juga harus bertetangga juga sih. Jadi pengen pindah rumah biar jauh-jauh dari mereka"

__ADS_1


"bisa kok, bisa" ucap Siska enteng.


"bisa apa? "


"pindah rumah"


"ih ngaco kamu. Gak mungkinlah. Udah disini rumah mama papa, usaha mama juga disini"


"kamu sendiri aja yang pindah rumah"


"maksudnya? "


"ngekost kek"


sementara aku hanya bisa melotot mendengar ucapan Siska. Tidak pernah terfikir selama ini.


"seru kayaknya jadi anak kos ya. Kos aja yok biar aku temenin" ucap Siska dengan enteng nya.


"ngaco kamu. Gak pernah deh aku kepikiran kesana"


"kamu mah mana pernah pikirannya ke mana-mana, dirumah terus pikiran kamu"


"apa dikasih ijin buat ngekost? "


"hawh, dasar anak mama"


"mau ngekost, tetep aja di kampus ketemu sama Dian. Mau ngekost, tetep aja pesan itu bisa datang kapan aja"


"kenapa gak kamu kasih tau ke Dian aj sih"


"aku tuh ngrasa cewek itu ada sangkut pautnya sama Ummi dia. Aku jadi ngrasa serba salah, mau maju salah mundur salah"


"blokir Kay, blokir nomornya"


"udah pernah. Pakai nomor baru lagi. Aku telepon juga gak pernah diangkat, yaudah makanya aku diemin aja"


"gak tau lah. Perasaan gak di mana-mana kamu selalu aja ada yang gangguin"


"termasuk kamu yah"


jawab ku asal dan itu membuat Siska melempari aku dengan bantal.


Obrolan kami menjadi tidak penting malam ini. Kesana kemari pada ahirnya tetap saja tidak menemukan solusi. Siska yang mendengar cerita ku saja geram. Aku yang menjalani rasanya sudah enggan. Tapi takdir Allah sedang berlangsung, mau aku hadapi ataupun pergi aku rasa akan tetap sama.


______________^_^_________________


Kayra banyak-banyak sabar ya


Trimakasih untuk yang masih setia mengikuti perjalanan Kayra


jangan lupa tinggalkan jejak

__ADS_1


🥰🥰🥰😘


__ADS_2