KALAU SUDAH JODOH

KALAU SUDAH JODOH
Akhirnya Nikah Juga


__ADS_3

Satu pekan rasanya datang dalam satu kedipan mata. Bahkan badan ku saja rasanya masih terlalu lelah untuk kembali melakukan perjalanan. Tulang-tulang ku serasa akan patah. Pasalnya, satu pekan ini jadwal di kampus benar-benar padat. Belum lagi harus bolak-balik meninjau ke tempat yang akan dijadikan tempat magang. Pasalnya direktur dari tempat yang akan aku jadikan tempat magang nanti susah sekali untuk di temui.


"ayo Kay, bangun. Mau aku tinggalin nih" Siska berulang kali menggoyang tubuh ku agar aku bangun.


"badan ku rasanya remuk Sis, masih lemes" keluh ku.


"makanya balik bareng aku aja, gak usah nyetir sendiri" Siska kembali menawarkan untuk memberi ku tumpangan. Padahal, seandainya tidak, jalan ke rumah dia bisa melalui jalur lain dan itu lebih dekat.


"sungguhan Sis, kamu gak keberatan kalo jadinya lebih jauh" aku masih keyakinan kembali.


"gak apa. Udah makanya ayok. Gak usah mandi dah, nanti kamu bisa tidur lagi di mobil" gak diragukan lagi loyalitas sahabat ku satu ini.


"kamu baik banget deh Siska"


"dari dulu keless. Udah sana bangun, cuci muka. Biar gak bau iler"


Lalu aku mulai duduk dan perlahan bediri sambil menggerakkan seluruh badan untuk stretching.


Padahal kasur juga sudah empuk banget, tapi badan masih terasa pegal-pegal. Pijatan dari tangan mama sepertinya akan sangat menyegarkan. Sesegar air yang mengguyur badan ku pagi ini. Lumayan, setelah mandi badan terasa lebih segar.


Tanpa memberi kabar lagi pada Dian, aku segera memasukkan barang bawaan ku ke mobil Siska.


Karena semalam sudah pamit pada Ummi, sehingga pagi ini kami langsung berangkat. Kebetulan juga ustadz Billal sedang berkunjung ke rumah kak Maryam karena ada keperluan, jadi Siska tak perlu berlama-lama lagi untuk meninggalkan halaman pesantren.


Pagi ini sepertinya semangat Siska sedang full. Sehingga ia mengendarai mobil dengan kecepatan penuh. Ditambah lagi jalanan masih sepi karena waktu yang terbilang masih pagi.


"ammpun dah, mau jadi pembalap Sis" ucap ku saat mobil melaju begitu kencang dan lancar tanpa hambatan.


"tanggung Kay, mumpung lagi sepi sih, gas aja. Biar cepet sampai rumahnya"


"ewh, pelanan dikit donk Sis, Dian nelpon nih" aku mengeluarkan handphone yang ku simpan dalam tas.


"assalamu'alaikum Di" sapa ku dengan tenang.


"kamu sudah sampai mana? Pulang bareng Siska kenapa gak bilang-bilang. Aku jemput udah sampe pesantren nih" seketika air liur ku tertahan.


"Hah, awh, kamu" ucap ku terbata,bingung mau berkata seperti apa.


"kamu udah sampai mana, berhenti dulu gih. Aku susulin sekarang juga" dengan cepat Dian bertanya.


"iya-iya" dan akupun hanya bisa meng-iya kan. Karena ini bukan waktu yang tepat untuk berdebat aku rasa.


Sementara Siska yang mendengar suara Dian di balik telepon,seketika memelankan laju mobilnya.


"assem laki loh Kay. Udah semangat-semangat tancap gas, biar cepet sampe rumah, malah di hadang di tengah jalan"

__ADS_1


"ya sorry.... aku juga gak tau dia bakal jemput. Dia juga gak bilang"


"dan kamu juga gak kasih tau, kalau balik bareng sama aku? "


Aku menggelengkan kepala.


"klop dah. Sama-sama pasangan eror"


"Tadi pagi kan kamu kasih taunya, udah buru-buru, jadi gak sempat kasih kabar"


"segitu ngebetnya calon laki loh Kay. Buruan dah, nikah sana. Daripada gak bisa nahan terus cari pelampiasan lain" kata Siska dengan polosnya. Lagi-lagi kalau sudah kambuh erornya, omongan gak disaring dulu.


"husst, amit-amit dawh. Jangan sampe lah.


Gini aja deh, turunin aku di indomaret atau alfamart gitu, biar aku tunggu Dian sendiri aja. Kamu bisa langsung tancap gas lagi"


"seriusan, gapapa? Ntar Dian marah lagi kalo ninggalin kamu sendirian di sembarangan tempat"


"serius, gapapa. Nanti biar aku yang jelasin sama dia.


Paham kok, kamu juga udah ngebet pengen minta doa restu" goda ku pada Siska.


"apaan sih, gak gitu jugalah"


"yaudah yaudah. Tuh depan Indomaret, pelan-pelan gih"


Kalau tau Dian akan jemput, harusnya tadi masih bisa lanjut tidur. Menyambung baterai biarpun cuma lima persen. Bisa sarapan juga masakan ummi.


Lalu aku pun langsung memasuki toko dan mengambil beberapa bungkus roti, biskuit juga susu. Lumayan untuk pengganjal perut sambil menunggu Dian datang.


Sepertinya Dian mengemudi tak kalah ngebut nya dari Siska. Baru juga beberapa menit aku duduk, dia sudah sampai.


"kamu sendirian aja? Siska tinggalin kamu? Gimana kalo ada cowok ganjen terus godain kamu? " belum juga menelan roti yang ku kunyah, sudah menelan ocehan lebih dulu.


"husttt, posesif nya disimpan dulu. Kasih aku kesempatan buat isi perut, nanti aku jelaskan sambil jalan" dengan terpaksa aku menutup mulut Dian dengan jari telunjuk ku. Karena aku ingat, dia tidak suka camilan manis-manis. Kalau tidak, sudah aku suapkan roti yang di tangan ku, supaya dia diam.


"yasudah ayo, masuk mobil. Gak baik dilihatin orang lama-lama" Dian sudah mengulurkan tangannya untuk membawakan belanjaan yang tadi aku beli di dalam.


"justru yang gak baik itu kalo kamu yang lihat aku lama-lama"


"ya gak apalah. Kan kamu calon istri ku, cuma punya ku. Cuma aku yang boleh lihat kamu lama-lama"


"baru calonkan. Makanya itu berbahaya, nanti kalo setannya mulai berbisik gimana? "


"berbisik? " Dian sedikit berfikir.

__ADS_1


"owh.


Sebelum setannya yang berbisik, sekarang aku yang duluan berbisik" Lalu Dia sudah mengerti tanpa aku jelaskan kembali. Dan seketika mendekat sambil berkata tepat di telinga ku.


"besok kita menikah" sontak membuat aku melihat ke arahnya. Sementara wajah Dian belum berpindah dari samping telinga ku. Akhirnya wajah kami bertemu, bertatapan dengan sangat dekat. Namun kami sama bungkam. Saling mengamati wajah satu sama lain. Lalu dia menyentuh bibirku dan berkata "ku mohon jangan menolak, karena aku sudah sangat ingin bersama mu setiap saat" ucapnya lirih.


Aku terdiam, terpaku, masih membisu. Hilang kata ku, hilang akal ku. Sungguh, aku tidak tau harus bagaimana. Sementara Dian terus saja melontarkan kalimat yang sama. Bahkan karena kalimat itulah tujuan kepulangan ku kali ini.


Aku hanya bisa pasrah. Apapun yang terjadi nanti aku yakin, semua atas ijin Allah. Biarlah berjalan seperti air mengalir. Aku hanya akan mengikuti arusnya. Semoga saja tidak terlalu deras dan menenggelamkan ku.


Mobil Dian kembali melaju. Dan Aku tidak jadi melanjutkan memakan roti ku. Seketika perut terasa kenyang.


"kenapa gak jadi dihabiskan? " tanya Dian, yang memang dari tadi memperhatikan roti yang ku pegang namun pada akhirnya aku masukan kembali ke dalam kantong plastik.


"gak apa. Tadi udah minum susu duluan, jadi udah kenyang" sanggah ku. Padahal benar sih memang,sudah minum susu. Tapi bohong kalau sudah kenyang.


"beneran kenyang? Gak mau mampir beli sarapan dulu, aku punya tempat langganan nasi kuning yang enak loh. Kamu masih suka makan nasi kuning gak?" Aku gak perlu tanya kenapa dia bisa tau kalau aku suka nasi kuning. Sudah pasti ya tau sendiri dari Melan, siapa lagi.


"iya, masih" aku menjawab singkat.


"kamu kenapa banyak diam sih. Gak suka ya kalo kita nikah cepet? "


Kenapa baru sekarang tanya soal itu? Tapi, aku suka ataupun tidak suka, pasti dia tetep merayu dan memohon biar nikah cepat.


"gak apa. Sebel aja sama kamu" jawab ku jutek. Karena yang aku rasa, dari dulu dia selalu saja begitu. Datang dan pergi seenaknya, berbuat seenaknya, dan sekarang ambil keputusan seenaknya.


"kok gitu sih"


"dari dulu kan emang kaya gitu kamu"


"jadi, aku salah nih"


"mungkin.


Tapi berkat kamu, hidup ku jadi berwarna. Banyak sensasinya. Seperti naik Roalcoster"


"yang pasti aku akan selalu berusaha membuatmu mu bahagia. Will you marry me? " Dian menggenggam tangan ku sebelum kami turun untuk sarapan.


"iyah, baweeellll. Udah berapa kali juga bilang kaya gitu" kata ku gemas.


"berarti gak keberatan donk kalo kita nikahnya di percepatan aja" masih dengan kalimat pengajuan yang sama.


"iya, iya. Ok. Kita nikah besok" Dan aku pun memperjelas jawaban ku untuk kesekian kalinya juga.


"alhamdulillah, yess.... yeesss" gumamnya sendiri sambil menutup pintu mobil. Karena aku sudah lebih dulu meninggalkan dia.

__ADS_1


_______________^_^______________


__ADS_2