KALAU SUDAH JODOH

KALAU SUDAH JODOH
Tak Kunjung Usai


__ADS_3

Satu bulan berlalu, dua bulan berlalu, tiga bulan berlalu dan usai sudah masa KKN Dian di desa tempat pesantren ku berada.


Sejak aku belajar untuk melepaskan diri dari permasalahan orang lain, ya.... aku merasa lebih bahagia, harmoni bersama Dian. Entah status apa yang pantas disematkan pada hubungan kami, yang pasti kami saling mendukung berusaha menyatukan rasa yang sama.


Ini adalah semester terakhir Dian. Setelah pulang dari KKN dia akan mulai menyusun skripsinya.


Saking terlalu pengennya dia untuk segera menghalalkan aku, dia sudah memasukan lamaran kerja ke beberapa perusahaan juga pabrik.


Bahkan di benak Dian sudah ada rencana untuk pergi dari rumah andai saja ummi nya masih menentang hubungan kami.


"biarin, aku juga gak butuh wali buat nikah" begitu kata dia.


Tapi tetap saja, aku tidak menginginkan dia menjadi anak yang tidak berbakti. Bagaimanapun caranya, restu dari kedua orang tua adalah hal mutlak bagi ku.


Awh, kok jadi mikir pernikahan gini sih aku.


Sudah lama sekali aku tidak pulang ke rumah. Beberapa kali mama menanyakan "kapan pulang? " saat menelpon.


Selain masih tidak ada waktu, aku juga masih enggan jika mama membahas kak Jo. Tapi sejauh ini mama tidak pernah menanyakan apapun saat telpon.


Entah karena memang tidak tau sesuatu itu, atau sengaja diam.


Dilain sisi, aku mulai melihat perubahan saat aku sudah tidak pernah lagi menemui kak Jo.


Dia sudah mulai aktif kembali di medsos, mulai ada aktifitas yang nampak dia unggah ke akun sosmed nya. Baguslah kalau seperti itu, gumam ku.


Mungkin dia mulai mencoba bangkit tanpa aku.


Sesibuk apapun aktifitas ku di kampus aku selalu berusaha mengimbangi untuk belajar di pesantren. Mengejar beberapa materi yang sempat tertinggal karena sibuk mengurus anak orang.


Karena aku sudah tidak harus memikirkan orang lain lagi, aku kembali fokus menata tujuan ku untuk tinggal di pesantren. Ilmu agama, itu tujuan pasti. Semoga saja bonusnya dapat restu dari calon mertua, hehehe.


Mencoba berdamai dengan keadaan, menganggap bahwa tidak pernah terjadi apapun antara aku dan ustadz Billal, tentu itu bukan hal mudah.


Karena ustadz Billal mengisi beberapa materi, jadi tidak mungkin aku terus menghindari beliau. Itu artinya aku terus-menerus bolos.


Terkadang perhatian ustadz Billal aku rasakan lebih saat di kelas, aku jadi merasa tidak enak santriwati yang lain.


Tapi apa yang bisa aku hentikan, perasaan ustadz Billal adalah tanggung jawab beliau. Tanpa bisa aku meminta ataupun menolak.


Sekalipun setengah mati aku membenci cintanya ustadz Billal, bisakah aku berkata "jangan mencintai aku" lalu cinta beliau akan hilang begitu saja.

__ADS_1


Atau, aku harus menggunakan cara buruk dan tidak sopan dengan memaki-maki ustadz Billal. Lalu beliau akan ilfil dan membenci ku. Yakin itu akan berhasil? Sayangnya aku tak punya jiwa jahat semacam itu.


Apa aku harus berterus terang pada ustadz Billal jika aku sudah mencintai orang lain. Dan cinta ku untuk beliau itu tidak mungkin. Bukankah aku mendahului takdir jika seperti itu? Sementara aku sendiri belum tau akan seperti apa akhir dari kisah ku bersama Dian. Sekalipun aku selalu berdoa semoga kami bisa bersama.


Coretan demi coretan tanpa sadar aku tuangkan di atas buku pelajaran sastra Arab. Sudah pasti itu gurunya ustadz Billal. Memang ya, kalau pikiran lagi tidak ada di tempat itu sukanya bikin masalah saja.


"Kayra, bisa maju sebentar? " ucapan ustadz Billal terdengar nyaring dari depan kelas.


Tanpa merasa bersalah aku berjalan ke depan kelas dengan santai.


"ya ustadz" jawab ku begitu telah sampai di depan kelas.


"kamu tidak salah menulis? " ustadz Billal menyodorkan buku tulis pada ku.


Aku baca sekilas dan baru menyadari jika yang aku tulis justru syair lagu Naff.


"astagfirullahalazim, maaf ustadz" kata apa lagi bisa aku ucap selain itu.


"perbaiki setelah kelas selesai, akan saya tunggu" titah sang ustadz.


Aku berjalan dengan lemas dan malas. Sudah harus mikir ulang, di tungguin lagi. Pasti bikin gagal fokus.


Aku ini bukan artis, tapi kenapa mesti di terpa cinlok segala sih???


"apa sih Kay, sini aku lihat" yang namanya Siska, minta ijin ya sekaligus ambil.


"ckckckckkcck" tawanya lirih.


"kamu sih, jam pelajaran ngelamun aja" tegurnya kembali.


Setelah selesai memeriksa buku tugas pelajaran kembali di lanjutkan.


Dengan seksama aku memperhatikan sebelum terkena sasaran kesalahan untuk kedua.


Jam pelajaran usai. Para santriwati mulai keluar satu persatu. Sementara aku, mau tidak mau harus tetap tinggal untuk membenahi tugas yang salah.


"Sis.. temenin donk" pinta ku saat Siska akan berdiri.


"emang boleh?? kan si ustadz maunya berduaan saja sama kamu" Siska malah menggoda.


Spontan aku arahkan buku yang di tangan ke arah kepala Siska.

__ADS_1


"otak mu terlalu jauh kalo mikir" reflek ucapan ku mengeras.


"ada apa Kayra? " si ustadz peka sekali telinganya.


"tidak ustadz" jawab ku singkat.


Kemudian memberi isyarat pada Siska agar duduk kembali.


Ustadz Billal masih tetap duduk manis di meja guru sambil membaca buku.


Sementara Siska nampak mempelajari buku lain. Sahabat ku satu ini benar-benar serius belajar sekarang.


Dengan susah payah aku memutar otak agar bisa selesai dengan cepat.


Ustadz Billal berjalan ke arah ku dan aku mulai waspada. Padahal juga beliau bukan tipe ustadz yang jahil ataupun centhil.


"jangan membenci saya, atau kamu akan semakin kesulitan untuk memahami materi" si ustadz berhenti di sebelah meja ku.


Seketika aku mendongak mendengar ucapan ustadz Billal.


...Iiiiihhhh, ni ustadz. Gak bisa apa gak ngurusin hati sama pikiran orang lain terus?!!!!!...


Gerutu ku dalam hati, kesal.


Aku melanjutkan tugas kembali tanpa berkata apapun.


Dikira bakal segera pergi kalau tidak di ladenin, ternyata malah duduk di bangku depan ku dengan menghadap ke belakang.


Beruntung sekali ada Siska. Jadi aku tidak perlu risau. Jadilah Siska dan ustadz Billal yang berbincang.


Sampai aku menyelesaikan tugas ustadz Billal masih setia menunggu di bangku depan ku.


Kemudian tugas aku serahkan dan dengan segera merapikan alat tulis ku.


Kaaaaaaabbbbuuuuuurrrrrrr


Teriak ku dalam hati 😆


__________________^_^__________________


Kayra kabur dulu gays..............

__ADS_1


__ADS_2