
"ayo duduk" ditarikkan satu bangku untuk ku, , haduw... bag tuan putri saja
Kemudian waitres datang mengantar buku menu dan ditinggal nya kembali. Kak Johan yang lebih dulu membuka, aku ikut melirik dari samping. Yah, aku minta kak Johan duduk disamping saja, menghindari tatapan yang berlebihan ☺
Telan ludah dulu, harga yang tertera amazing. Tergolong mahal untuk kelas pelajar. Tapi itu tidak berlaku untuk kak Johan. Dia mah, lossss
Kami saling tau bahwa orang tua kami berteman, Papa ku dan Papa dia bekerja di bidang yang sama, expor impor. Mungkin juga karna dia merasa kenal dengan orang tua ku itu, jadi berani saja bertingkah.
Dia anak tunggal, losss mah pokoknya. Berbeda dengan aku, yang penuh dengan kontrol.
"mau terus ngelamun, apa makan? " dia menyenggol kaki ku jadi tersentak kaget.
"eh... kakak"
"kamu mikir apa? jarak gak ada semeter, dari tadi ditanya denger aja enggak"
"aku yang bayarin" hemp, Lagi-lagi.... mentang mentang, banyak duit
"emang gak malu kalo makan dibayarin cewek" ambil bawah terus, sesekalilah unjuk jati diri..toh cuma berdua. Dan dia sudah terlanjur berhasil masuk di kehidupan ku.
"Kakak makan apa, aku samain ajalah"
"sejak kapan selera kita sama"
"emang kakak pesen apa? " ahirnya ku lihat juga daftar pesanan
~kepiting asam manis
~nasi goreng seafood
~sup asparagus
~udang mentega
~jamur krispi
~buah slice
~jus mangga
~jus alpukat
(wehieeeek,,, sebanyak ini)
kakak janjian sama orang lain juga? " heran aja nulis pesenan segitu banyak
"orang lain, siapa? gak kok"
"terus sebanyak ini?"
"sekalian sama kamu, cocok gak? "
sudah ditulis..... Pura-pura tanya lagi
__ADS_1
"yasudah de" ahirnya aku mengiyakan apa yang sudah di tulis.
Kemudian dia berdiri menyerahkan pesanan.
Minuman kami datang lebih awal. Begitu gelas mendarat di meja, dia langsung saja menyodorkan gelas berisi jus mangga ke hadapan ku.
"kamu suka ini Khan" seperti dia sudah yakin saja.
Dan memang benar, aku dari kecil tidak suka jus alpukat. Pernah diwaktu kecil beli, dan rasanya pahit.. pahit sekali. Ahirnya kapok dan gak pernah lagi mau jus alpukat.
Tapi dari mana dia tau, 3M..gak mungkin deh mereka diam-diam kasih info.
Sekalipun kami sering terlibat di acara sekolah dan makan bersama, seingat ku aku tidak pernah memesan jus karna itu terlalu berat untuk di konsumsi usai makan.
"kakak tau dari mana? " aku coba tanya
"ada deh"
"hemp.... ya sudah de" jawab ku singkat kemudian menyeruput jus mangga ku. Dingin.... segger.... lumayan buat menenangkan jantung yang berdebar dari tadi. Ternyata lapar aku nya 😂😂
Makanan datang, dan aku segera mengangkat piring tanpa malu-malu. Dan...... eh, tangannya ketemu lagi (tuman 😁)
"sudah lapar banget ya" dia mengalah, menarik kembali tangannya.
Jadi ketauan dew, doyan makan.... apalagi pas pikiran gak karuan 🙃
"maaf ya kak, aturan sih buah yg masuk lebih dulu dari nasi. Tapi sudah lewat jam ini.... "
Dia melirik ke jam tangan, tersenyum kemudian mulai mengambil nasi.
"pulang sekolah gitu, langsung makan" jawab ku dengan PDnya, padahal juga gak tau saat itu jam berapa.
"kamu tau sekarang jam berapa? " dia menunjukkan jam tangan ke arah ku. 11.23 huwaaaaaaa malunya
"tapi Khan ngemil di sekolah, ini tadi ujian 2mapel langsung. Belum sempat makan apa-apa" oklah, lumayan masuk akal untuk menutupi kegelisahan
Sesaat menjadi hening, kami nikmati makanan yang sudah terhidang.
Selesai makan kak Jo mengajak ku berpindah dari ruang utama menuju gazebo yang tersedia dekat taman dan tempat bermain anak-anak. Tempat ini memang luas, bersih, nyaman. Tersedia juga musolah disana. Jadi sebelum kami kembali duduk kak Jo mengajak solat bergantian. Sepertinya ini bukan kali pertama kak Jo kesini.
Perut kenyang, alhamdulillah
sudah siapkah amunisi untuk selanjutnya???
Kak Jo keren juga dengan rambut basah acak-acakan begitu. Jujur saja aku tidak pernah memperhatikan dia, hanya sekedar berlalu dan pergi. Karna aku tidak pernah menanggapi ke usilan dia.
"kamu pamit kemana ini tadi" kak Jo mengawali pembicaraan.
"renang sama 3M. Memang tadinya aku mau renang sama mereka, pas nyampek Aula ada rame-rame..... baru ingat kalo hari ini pengumuman kelulusan"
"baguslah kalo kamu masih ingat"
"apanya, gak bagus. Aku jadi gk bisa ikut renang"
__ADS_1
"ya sudah nanti aku yang temani renang"
what.....!!!!.aq yang sedang mengunyah jamur krispi saat itu seketika kesedak
"huuukk.. uuuhhuukkk... huukk"
"minum dulu" dia sigap memberi ku air mineral yang tadi dibeli sebelum meninggalkan meja makan.
"enak saja nemenin renang, bukan muhrim! " cetus ku dengan kethus.
"yasudah, jadinya gimana.... kita pacaran apa temenan"
what.... hello... to the point amat ni cowok
"beneran kakak mau jawaban" aku coba mengulur waktu untuk mempersiapkan jawaban, yang sempat menghilang saat menatap makanan 😆
"ahir minggu ini aku sudah harus berangkat, mungkin aku tidak bisa menghadiri acara wisuda" bernada sedih, uucchhh uucchhh
"waaa... sayang sekali kak, padahal moment yang dtunggu loh itu"
"iya, jadi gak bisa foto bareng kamu nanti" (walah.... menjurus lagi)
lebih buruk lagi gak bisa sering ketemu kamu, neriakin kamu, isengin kamu, kencan sama kamu" uppzz... kata terahir, tolong di ralat yah!
Dia nampak seperti memikirkan sesuatu, ahirnya aku mulai pembicaraan. Untung kalo dia gak sadar, gak dengar, gak ada siaran ulang.
"gini ya kak, kakak taulah orang tua ku yang protektif. Mereka belum kasih kelonggaran ke aku. Sekali saja aku ketahuan pacaran, tamat sudah riwayat ku sampai SMA saja, DI NIKAHIN! " sampai ku perjelas kata terahir.
"wo... ya enak donk, setaun lagi kita nikah" jawabnya spontan
"kakak suka asal deeh"
kali ini benar benar dia sudah masuk dalam kehidupan ku. Aku tidak bisa lagi pura-pura jaim atau bersikap dingin.
"Jadii......" aku tidak melanjutkan kalimat ku
"jadiiii......????" kambuh iseng dia, dengan mendekatkan kepalanya ke telinga ku.
"yasudahlah.... " aku nampak menyerah
"yasudahlah....... kita pacaran saja (dia menyambar kalimat ku)
kamu..... pinter pinter lelet juga, kaya ulet"
terdengar kesal dia
"kita sahabatan saja ya. Maaf belum bisa pacaran untuk saat ini. Tapi menganggap kakak itu 'teman' kakak sudah terlanjur memaksa masuk di hidup ku. Sudah percuma aku bersikap dingin dan tidak peduli, tidak mempan buat kakak. JADI KITA SAHABATAN SAJA YA" sambil ku kaitkan kelingking ku dengan kelingking kak Jo.
Dia tersenyum, sepertinya ada raut memuaskan di wajahnya. Kalimat ku tidak membuat dia merasa diatas angin dan juga tidak menjatuhkan dia.
Kemudian kami saling tertawa lepas. Dan inilah aku, yang mulai mencoba kembali bersahabat dengan sosok laki-laki setelah hilangnya sosok sahabat laki-laki di waktu kecil dulu.
Setelah menghabiskan makanan kami segera berkemas pulang.
__ADS_1
Aku sudah memesan mobil online tadi sebelum berkemas, tidak mungkin Khan aku pamit renang sama 3M, taunya pulang diantar kak Jo. Bisa habis jatah liburan semester, diam rumah saja.