KALAU SUDAH JODOH

KALAU SUDAH JODOH
Ikut Nyantri


__ADS_3

Hari ku di kampus pagi ini tak secerah biasanya. Materi perpajakan seolah masuk telinga kanan keluar telinga kiri. Hanya saja gaya ku yang serius menatap ke layar menyelamatkan ku dari berbagai pertanyaan, jika tidak sudah pasti aku kesulitan untuk menjawab dan bisa jadi aku kembali mendapat hukuman seperti yang pak Nicholas berikan, atau bahkan lebih dari itu. Entahlah, Lagi-lagi pikiran ku kacau gara-gara cowok. Dan ini tidak bisa dibiarkan jika aku benar-benar ingin masuk kelas Exselerasi di semester depan. Aku harus benar-benar fokus.


Jam pelajaran usai. Kini aku kembali bercerita pada Siska sembari menunggu pergantian kelas berikut nya. Tentang rencana ku untuk kost sementara waktu yang berubah haluan menjadi santri karena aku memutuskan untuk tinggal di pesantren saja. Akan ada ilmu baru yang aku dapat di sana, dan dengan begitu akan lebih sulit untuk orang luar menemui ku. Setidaknya tidak akan semudah saat aku tinggal di kost.


"serius kamu mau tinggal di pesantren? " pertanyaan dengan nada heran. Sudah ku prediksi tanggapan Siska akan seperti itu. Dan aku hanya mengangguk kan kepala.


"ekhm, Kira-kira kalo aku ikut sama kamu, boleh gak ya? "


hah..... dan ini pertanyaan yang tak kalah mengejutkan juga untuk ku. Siska berminat untuk diam di pesantren? Alhamdulillah, semoga dengan ini dia kembali mendapatkan hidayah.


"beneran? ya pasti bolehlah. Aku seneng banget kalo bisa samaan sama kamu" seketika aku memeluk tubuh tinggi Siska. Yah, dia postur tubuhnya lebih tinggi dari aku.


"beneran kan ini? " berkali-kali aku mengulangi pertanyaan ku karena masih belum yakin.


"iyalah, masa kamu aja yang mau nambah ilmu. Aku juga mau donk. Daripada di rumah sering bingung mau ngapain, ketemu kamu juga pastinya lebih susah. Ya udah mending sekalian nyantri bareng aja sama kamu" Siska menjelaskan.


"alhamdulillah, aku seneng banget dengarnya. Tapi gimana sama orang tua kamu, apa di ijinkan? " aku kembali bertanya.

__ADS_1


"bolehlah, apa sih yang gak boleh. Mereka mana peduli" ucap Siska dengan wajah manyun.


"oke-oke. Tapi gak usah manyun gitu. Sekarang ya aku kasih kabar sama kak Maryam" kemudian aku mengirim pesan pada kak Maryam. Dan sudah pasti tanggapan kak Maryam sama seperti ku.


"sepertinya mereka lebih baik kehilangan anak daripada kehilangan bisnisnya" kembali Siska mengungkapkan kesedihannya.


"sssttt, gak boleh bicara gitu. Mereka bekerja keras kan buat kamu juga nantinya. Semoga saja setelah kamu jauh dari mereka, mereka akan merasakan kerinduan dan bisa lebih dekat nantinya" sebisa mungkin aku memberikan masukan positif karena bagaimana pun juga tidak akan ada orang tua yang tega terhadap anaknya sendiri.


Tak berselang lama kelas berikutnya akan dimulai. Aku mengajak Siska untuk berjalan menuju ruang kelas. Hitung-hitung mengalihkan pemikiran Siska tentang orang tuanya.


Ini merupakan kelas terakhir. Setelah kelas usai aku mengajak Siska untuk segera pulang. Rasa khawatir masih menghantui perasaan ku. Kan Jo dan Dian kini ku rasa bagaikan momong yang bisa saja setiap saat muncul di depan ku. Mengingat handphone ku yang tidak sempat diam walau hanya sebentar saja. Pesan dan telp terus saja bermunculan silih berganti dari dua nomor yang berbeda dan sudah pasti itu kak Jo dan Dian.


"aku terlalu lemah untuk menghadapi mereka Sis. Hati ku tidak akan sampai melihat mereka yang terus memohon. Aku takut justru terjebak diantar merek" aku mencoba menjelaskan untuk kesekian kalinya.


"secara gak langsung emang kamu udah kejebak diantar mereka, Kayra"


"setidaknya ini baru awal. Akrh...gak taulah. Kenapa bisa rumit begini"

__ADS_1


"ya...yah...Kayra memang baik hati, aku percaya itu. Ya udah gak perlu terus di pikirkan duo cowok pemuja kamu itu. Semoga dengan kesibukan baru nanti kamu bisa melupakan semuanya"


"eh, ya gak semuanya gitu juga. Amnesia donk aku"


kemudian aku dan Siska tertawa bersama.


Sepanjang perjalanan kami terus bercanda. Dan untuk permasalahan kali ini aku hanya bercerita pada Siska. Seperti permintaan ku pada mama papa kemarin untuk merahasiakan keberadaan ku nantinya. Termasuk pada Melan, untuk pertama kalinya aku merahasiakan sesuatu darinya. Bukan karena lunturnya hubungan diantara kami, tapi keadaan sudah tak sama lagi. Sedikit banyak dia Sudah membantu Dian, Aku tidak mau itu terjadi lagi.


___________^_^__________


hay guysss, masih lancar puasanya?


jangan lupa perbanyak ibadah di bulan puasa ya,


Kayra juga lagi mencari ketenangan di bulan ramadhan ini 🤭


terimakasih banyak untuk yang masih setia mengintip kisah Kayra, gak nuntut banyak kok, gk berharap banyak.... tapi kalau dikasih juga gak nolak 🤣🤣🤣🤣

__ADS_1


itu, dikasih **like, vote, coment


😘** kecup jauh buat yang udah ninggalin jejak


__ADS_2