KALAU SUDAH JODOH

KALAU SUDAH JODOH
Percakapan Sekilas


__ADS_3

Malam panjang ini aku lewati dengan hati damai, aku tak harus tertekan lagi dengan apapun yang terjadi. Semua datang silih berganti, mungkin hidup memang akan selalu begini. Ada tangisan disetiap senyuman, ada kegundahan disetiap ketenangan. Hidup itu ada-ada saja yah😚


Pagi menjelang begitu cepat, rasanya aku masih ingin lebih lama lagi berada di kamar ini. Lagi-lagi, inilah kehidupan. Selama siang dan malam masih silih berganti, maka kita harus tetap semangat menjalani hari-hari. Jangan lupa baca hamdalah saat membuka mata karena masih diberi kesempatan untuk kembali menjalani hari. Dan awali langkah dengan basmalah, semoga hari ini lebih baik dari sebelumnya. u


Satu lagi, mumpung masih bisa menikmati masakan mama jangan lupa sarapan dulu sebelum kembali pergi meninggalkan rumah.


Dengan langkah pasti aku mengeluarkan si kuning dari garasi.


"sudah mulai bosan nih jadi sopirnya Siska" mama meledek ku.


"bukan begitu ma. Akhir-akhir ini Siska sering mengeluh sakit kepala saat jadwal benar-benar padat. Terahkir kemaren sampai ke dokter. Sepertinya dia mau mundur dari kelas akselerasi. Jika memang seperti itu kan jadwal Kayra sama Siska jadi beda" aku menjelaskan.


"owh... seperti ituuuu" dengan menirukan salah satu gaya pemeran sitkom di RCTI.


"sejak kapan sih mama suka nonton sinetron" protes ku


"sejak gak ada kakak sama adek yang berantem, mama jadi kurang hiburan" yaelah mama ini, anak ribut malah dijadikan hiburan.


"sudah ma, Kayra berangkat ya" cium tangan, pipi kanan, pipi kiri, peluk.


"ingat, selalu ada do'a di setiap langkah anak-anak mama" terakhir kecupan mama mendarat di kening ku.


"assalamu'alaikum" kalimat penutup sebelum aku memasuki mobil.


Saat aku membuka pintu mobil, kulihat ada sosok yang sedari tadi berdiri mematung di lantai atas rumah Melan. Sudah pasti dia menyaksikan adegan ku dengan mama baru saja.


Dalam hati aku tersenyum, pasti dia ngiri, pengen juga seperti itu dengan umminya.


Kali ini senyum ku lolos hingga ke bibir yang kemudian mendapat balasan senyuman darinya. Ingin melambaikan tangan tapi masih ada mama, jadi menahan dirilah 😊

__ADS_1


Mobil ku meninggal kan halaman rumah. Baru juga jalan sejengkal telpon sudah berdering. Dan siapa lagi kalau bukan penggemar berat aku 😁 sebut saja begitu.


"iya Dian, assalamu'alaikum" ucap ku mengawali percakapan.


"waalaikumsalam warohmatulohi wabarakatuh"


"lengkap amat"


"iya, supaya doa nya juga lengkap"


"iya deh iya, percaya. Anaknya pas ustadz"


"karena hanya doa yang selalu aku punya buat kamu"


"aish... kamu gak kuliah? " tanya ku, sengaja mengalihkan pembicaraan.


"gak bisa. Aku ada tes akselerasi pagi ini" aku menolak, memang jadwal ku sedang padat.


"yasudah, semangat berjuang ya. Do'a ku selalu bersamamu.


oh ya, bagaimana dengan ustadz Billal? "


rupanya ada yang masih kepo 😆


"gak gimana-gimana" jawab ku santai.


"jadi.. kamu terima pinangan beliau"


aku diam sejenak, tidak langsung menjawab. Pengen buat dia sedikit dag dig dug, biar seperti yang di sinetron-sinetron.

__ADS_1


"dengan bismillah...... "


ttitiinnnn tttiiinnnn ttiiinnnn


bunyi klakson sepeda motor menggedor-gedor jendela mobil ku. Akhirnya aku menepi.


kenapa jadi aku sendiri yang dag dig dug???


"ya Allah, nih anak. Jadi.. dari tadi itu dia nelpon sambil naik motor, ngejar mobil ku" ucap ku dalam hati.


dengan wajah terkejut aku membuat kaca mobil ku


"dengan bismillah, apa? " Dian mengulangi kalimat yang tadi belum aku selesaikan kemudian bertanya.


"dengan bismillah, aku tolak"


"alhamdulillah" ucapnya dengan cepat.


"kamu ini gak sabaran ya. Kalo mau bermain cantik, kita harus sabar. Supaya gak banyak mata yang menyaksikan" protes ku pada Dian. Karena jika terus dibiarkan, kebahagiaan bisa membuat dia lupa bahwa kebersamaan kami ini masih perlu di rahasiakan.


"aku sudah terlalu sabar menunggu saat seperti ini" ucapnya tak mau kalah.


"aku juga sudah terlalu sabar menghadapi kamu yang selalu menyebabkan ku dalam masalah" ucap ku tak mau kalah juga.


"kembali ke perjanjian awal, atau kita tidak akan pernah bersama" ucap ku sekali lagi untuk membuat dia benar-benar ingat dengan situasi yang kami alami saat ini.


"iya-iya, maaf" ucapnya mengalah kali ini.


Aku hanya menanggapi ucapan maafnya dengan senyuman. Kembali aku nyalakan mesin dan segera melaju meninggalkan motor Dian yang masih diam memaku.

__ADS_1


__ADS_2