KALAU SUDAH JODOH

KALAU SUDAH JODOH
Cemburu


__ADS_3

Rahardian


Selalu saja aku dinilai buruk oleh adik ku sendiri. Sebenarnya bukan ini yang aku inginkan, hanya saja aku terlalu pengecut untuk membiarkan semuanya terlihat jelas.


Bukan aku tidak ingin, tapi... Diam-diam saja masih dimata-matai, bagaimana kalau terangan-terangan. Mana tega aku biarkan dia menerima kebencian dari ummi.


Sementara perasaan itu masih dari sisi ku sendiri, tak seharusnya dia yang disalahkan.


Aku mendengar dari mbak Fifi kalau Melan akan ikut berlibur bersama Kayra dan adiknya ke Banyuwangi. Selama ini aku yang meninggalkan rumah, aku bisa kapan saja pulang saat aku begitu merindukan gadis kecil itu. Sekalipun sering kali mendapatkan tentangan dari ummi. Tapi kali ini dia yang meninggal kan rumah, tak mungkin aku ikut serta liburan mereka. Lagipula beberapa bulan ini aku sibuk mengurus mau masuk kuliah. Aku berhasil meyakinkan ummi, bahwa aku tidak akan gagal untuk kali ini.


Sebenarnya aku diterima di beberapa universitas di luar kota, termasuk di UI. Tapi jika aku diluar kota, bagaimana bisa aku setiap hari mengintip gadis kecil itu. Sehingga aku putuskan untuk mengambil jurusan Perbankan Syari'ah di UGM saja.


Hari ini aku mendengar kabar bahwa Melan akan datang. Adanya Dio cukup membantu untuk dijadikan alasan. Memang selama ini ummi tidak pernah bertanya apa saja yang aku lakukan ketika di rumah mbk Fifi, tapi aku tau kalau umi masih saja memasang mata tentang aku dan Kayra.

__ADS_1


Selama ummi tidak bertanya langsung, aku cuek saja pura-pura tidak tau. Toh memang aku tidak menemui gadis itu, hanya mencuri sedikit pandangan saja sekalipun dari jauh.


Saat mbak Fifi dan Melan terdengar memasuki rumah, aku langsung menyudahi permainan ku. Lagi-lagi, aku menjadi pengunjung setia tepian teras rumah lantai dua itu. Tak lain untuk menyaksikan gadis kecil itu, sekalipun hanya nampak punggung. Begitu saja aku sudah bahagia.


Tapi aku tak langsung pulang, menunggu keluarga kecil itu selasai menurunkan bagasi dan masuk kerumah. Sementara ku kembali masuk ke kamar Dio.


"udah balik Mel" sewaktu aku mau kembali ke kamar Dio, Melan sudah di depan kamar


Tak lama kemudian dia masuk ke kamar Dio, memberikan oleh-oleh. Lantas keluar kembali tanpa menanyai aku.


Aku pikir sudah cukup lama, mungkin keluarga kecil itu sudah masuk rumah.


Begitu aku keluar dari kamar, aku lihat HP Melan tergeletak di atas meja. Lampunya nyala, ada pesan masuk. Entah kenapa terlintas keinginan untuk melihat nomor Kayra. Karna nomor yang dulu juga diam-diam aku ambil sudah tidak bisa dihubungi lagi.

__ADS_1


Saat aku scroll layar untuk mencari nomor gadis itu, pesan terus saja masuk. Akhirnya aku penasaran, aku buka pesan itu.


Betapa aku terkejut saat aku lihat foto Kayra bersama laki-laki. Semakin penasaran, terus saja aku geser ke atas. Yang ada justru video saat Kayra bercanda bersama laki-laki itu. Seketika terasa sesak. Banyak sekali foto juga vidio. Apa dia sengaja liburan kesana untuk bertemu laki-laki ini?


Perasaan ku semakin tak karuan. Betapa aku iri melihat senyuman gadis itu bersama laki-laki lain.


Kemudian aku pencet berbagi, setiap senyuman manis gadis itu. Sekalipun senyuman itu bukan untuk ku.


Setelah semua terkirim, langsung aku hapus chatt ke nomor ku sendiri, bermaksud menghilangkan jejak.


Begitu Melan sampai diatas dia lihat aku sedang memegang HP nya.


Akupun kaget, bercampur dengan perasaan yang tak bisa ku bendung saat ini. Langsung aku letakkan HP itu, dan segera menghilang dari pandangan Melan. Sudah pasti dia akan menanyai ku.

__ADS_1


__ADS_2