
"Terima kasih sudah mengalihkan kekacauan hati menjadi kebahagiaan selama dua hari ini. Nanti sore aku akan ke rumah menemui Ummi" kata Dian di sela-sela kesibukannya membereskan pakaian.
"aku boleh ikut? " tanya ku.
Karena untuk membereskan baju saja dia tidak mengijinkan aku yang melakukan.
"bukan aku tidak mengijinkan, tapi aku ingin mencari sesuatu yang paling pribadi dalam hidup ku selama ini. Banyak pertanyaan yang ada dalam benak ku.
Aku belum tau akan seperti apa nanti diri ku saat berbincang dengan abi dan ummi. Saat aku mengetahui rahasia terbesar dalam hidup ku. Yang mampuh di tutup rapat sampai aku sedewasa ini.
Aku hanya tidak ingin kamu melihat sisi terburuk ku atau mungkin sisi ter rapuh ku. " ucap Dian sembari mendekat dan mengecup erat kening ku.
Aku bisa merasakan betapa bergemuruh dada bidang yang tengah mendekap ku saat ini.
"istirahatlah selagi aku pergi. Dan beri aku kekuatan saat aku kembali. Karena saat ini hanya kamulah kekuatan ku. Kamulah penenang ku. " kecupan bertubi-tubi mendarat pada kening ku.
"apapun yang terjadi, aku ada disini untuk mu.
Yang sabar ya, apapun alasannya pasti itu semua untuk sebuah kebaikan. Yang pasti ummi dan abi sayang sama kamu" aku mencoba memberikan kekuatan dengan memeluk nya erat.
Membiarkan sejenak untuk dia menguapkan perasaan tak nyaman yang saat ini mulai menyerang.
"Trimakasih ya. Kamulah setitik cahaya terang ditengah gelapnya jiwa ku saat ini" wajah kami bertemu pandang. Bisa ku lihat jelas wajah sendu di hadapan ku.
" I Love You, Hubby " kata kyli dengan senyum setulus mungkin.
" Love You more" tanpa aba-aba dan tak menunggu waktu berganti detik, dia... suami ku...kembali ******* bibir yang rasanya sudah setebal tembok ini. Bagaimana tidak, sejak bangun pagi tidak hentinya dia ******* bibir ku. Hampir setiap jam, sebentar mengerjakan sesuatu kembali lagi untuk 'mencicipi ' dia bilang.
Mau di icip sampe kapanpun ya gak akan ada yang berubah. Orang gak di kasih bumbu apa-apa. Dasar laki-laki!
"sudah ah, cepet selesai kan. Nanti keburu datang supir" kata ku saat berhasil melepaskan pagutan dari bibirnya.
Rasanya bibir benar-benar sudah lelah. Mungkin sudah berwarna biru atau keunguan mungkin. Saking seringnya di sesap.
"kalau gak..... " masih saja dia belum rela melepaskan aku.
__ADS_1
"kalau gak, aku yang beresin sekarang" kata ku sambil ingin melompat dari atas kasur.
Tapi naas, bukannya berhasil malah tertabrak badan Dian yang masih berada di depan ku hingga kami roboh berdua. Beruntung Dian yang jatuh ke lantai jadi aku tidak sakit. Mendarat di atas badan Dian.
"maaaaaaa" kata ku sambil menunjukkan expresi seimut mungkin.
"mau kemana sih, kamu ini" bukannya terlepas namun justru kembali diajak berguling-guling di atas lantai dengan badan dan mulut yang menyatu.
Tak hanya itu, tangan kekar dia mulai menyentuh anggota badan yang lain.
"mungkin hanya ini.... nanti... obat paling ampuh dan mujarab setelah aku kembali dari rumah ummi" tangan itu masih terus menyentuh sesuatu yang dia klaim sebagai "aset" milik nya.
"iya iya. Aku tau. Semua dari ku sekarang milik mu" kata ku sambil melepaskan cengkeraman tangan nya dari pantat ku.
Lalu aku bangkit dan benar-benar mengambil alih tas yang berisikan pakaian.
"sudah gak boleh protes. Nungguin kamu kapan kelarnya. Biar aku saja yang lakukan" kata ku sambil mengambi satu persatu baju yang masih ada di dalam lemari.
"sopir sudah di bawah" kata Dian sembari terus menatap layar ponsel nya.
"tuh kan.... kamu sih" aku terus bergegas merapi kan baju yang sempat berantakan karena ulah Dian.
"hemmppp.... " ku rasa aku telah kehabisan kata untuk sekedar basa-basi.
Lalu kami berdua berjalan menuju lift dengan tujuan lantai basemen. Sudah ada supir yang menunggu di sana. Tak menunggu lama lagi kami pun meninggal halaman hotel.
Setiba di rumah kondisi sudah kembali seperti semua, sepi. Semua keluarga sudah pulang menyisakan oma saja.
Kamar yang dua hari lalu aku tinggal kan dengan keadaan indah, aroma semerbak bunga di mana-mana, kini sudah kembali bersih menyisakan bantal dan guling saja di atas kasur.
"aku masuk gak apa ini? " tanya Dian basa-basi sebelum melangkah ke dalam kamar.
"ayo suami, silahkan masuk di kamar ku" aku yang tadinya sudah berjalan lebih dulu berbalik arah menjemput dia yang tertinggal beberapa langkah di belakang.
"hemmp, kaya gini ya rupanya kamar cewek itu" gumam dia setelah berada di dalam kamar.
__ADS_1
Melihat-lihat apa saja yang ada di dalamnya sementara aku masih menutup pintu.
"biasa aja kali, gak perlu heran gitu. 11 12 (hampir mirip) sama kamar Melan " jawab ku santai.
Dua malam ini cukup mengajar kan aku untuk mulai terbiasa bersama seorang laki-laki di dalam satu kamar.
"sayang sini dewh" panggilan Dian membuat aku mendekat dan ikut naik ke atas kasur.
"kenapa? " tanya ku heran.
"kasurnya empuk deh. Kita cobain yuuk" satu tangan mulai merengkuh tubuh ku untuk merebahkan badan mengikuti dirinya.
"aisht... kamu ini. Kirain ada apaan. Ngerjain aku aja" kata ku sambil memukul kecil dada bidangnya.
"aku udah capek rebahan terus dua hari ini" tidak terjadi apapun. Tapi dia menahan tubuh ku untuk tetap di atas kasur bersama nya.
"pengantin baru bukannya memang harus seperti itu yah" suara nya terdengar parau sebab tertahan di ceruk leher ku.
"iya, itu di cerita novel-novel" jawab ku cepat.
"kan kamu suka baca novel. Aku nyimpen loh satu novel kamu, ambil paksa dari Melan". Keisengan dia yang kesekian kalinya dan terlupakan untuk ku konfirmasi. Akhirnya dia sendiri yang mengakui.
"nah kan, itu. Masih ada saja keisengan kamu yang belum terbongkar.
Kamu ini kenapa sih suka sekali iseng sama aku. Bikin aku sebel, kesel"
"tapi cinta kan? " kata Dian menggoda dengan gemas nya.
"gak sengaja aja, jatuh cinta" aku kembali merasa nano-nano kalau mengingat semua keusilan Dia.
"sengaja atau tidak yang penting sudah SAH. Kamulah jodoh ku. Mau seperti apapun jalan kita kemarin, mari kita songsong bersama jalan di masa depan" kata teduhnya selalu menyentuh hati ku.
Hingga akhirnya terdengar suara ketukan pintu. Aku bangkit dan meninggalkan Dian di dalam kamar. Membiarkan ia beradaptasi, menikmati suasana kamar baru yang mulai saat ini akan menjadi kamarnya juga.
Adek memanggil untuk meminta ku mengecek paket seserahan pada acara nikahan kemarin.
__ADS_1
___________________^_^__________________
___________________^_^__________________