KALAU SUDAH JODOH

KALAU SUDAH JODOH
Saingan


__ADS_3

Johan POV


Awalnya aku hanya ingin pergi berdua saja sama Kayra. Sengaja pagi-pagi biar berkesan lah, kalau aku ini orangnya rajin.


Sekalipun aku belum mendapat persetujuan dari dia, aku tetap saja berangkat ke rumah dia. Minimal dia melihat perhatian dari ku. Yang tadi malam tentu saja tidak bisa aku tunjukkan.


Tidak taunya dia malah mengajak Nahla, adiknya. Mana mungkin aku menolak, tidak enak dengan mama dia. Karna kedekatan orang tua kami tentunya. Lagi pula sedikit banyak aku juga mengenal Nahla, dia lebih sering ikut main ke rumah. Entah kenapa justru aku menaruh hati pada kakaknya.


Aku jadi pesimis untuk menanyakan perihal dia menangis semalam. Karna aku sendiri tidak tau, apakah Nahla tau atau tidak jika aku menyukai kakaknya.


Sejauh yang orang lihat, kami teman satu sekolah, teman di OSIS dan orang tua kami saling mengenal.

__ADS_1


Ibarat pepatah 'sudah jatuh tertimpa tangga pula'. Saat Kayra menghampiri seorang cowok, aku hanya bisa melihat dari jauh. Sampai ahirnya aku ajak Nahla untuk menyusul dia saja. Aku perhatikan mereka akrab. Padahal sejauh yang aku tau Kayra paling sulit untuk akrab sama cowok. Misalnya saja aku, butuh perjuangan berapa lama untuk bisa sedekat ini sama dia. Sekalipun baru dia anggap sahabat, seiring berjalan nya waktu aku berharap dia akan menaruh hati juga pada ku.


Sialnya lagi cowok itu bersama anak kecil yang nemplok sama Kayra. Dan Kayra sendiri terlihat menyukai anak kecil itu. Seperti mereka sudah pernah bersama dalam waktu lama saja


Seperti tak ada sungkan dengan aku, begitu kami berencana untuk pergi ke CFD dia malah mau ikut. Sebenarnya aku kesal, tapi aku takut sikap tidak ramah ku membuat Kayra tidak suka. Ahirnya aku diam saja, menunggu jawaban dari Kayra.


Telinga terasa panas saat mendengar jawaban Kayra yang terdengar enteng sekali untuk mengikut sertakan dia.


Dari pagi belum sarapan malah kena sial berkali-kali. Jadi hilang rasa lapar yang dari tadi sudah aku tahan sebenarnya.


Seperti dia yang tak ada salah aja, masih enak ngobrol tanya ini itu tentang kota gudeg. Awalnya aku hanya diam, malas. Tapi semakin aku diam semakin dekat komunikasi mereka berdua. Karna Nahla dari tadi asik bermain HP aku lihat dari spion.

__ADS_1


Ahirnya aku ikut bicara, menjawab pertanyaan demi pertanyaan cowok itu. Remond atau siapalah itu.


Sampai di CFD tempat sudah sepi. Jelas saja karna waktu sudah sesiang ini. Hanya tersisa orang-orang yang berjualan, itupun sudah tidak lengkap.


Terlalu panjang jika kami harus jalan berempat. Sebenarnya malas sekali aku jalan sebelahan dengan cowok ini, sok asik.


Tapi jika tidak, belum tentu juga dia mau jalan bersebelahan dengan aku. Kalau dia jalan bersebelahan dengan cowok itu, ah tidak boleh terjadi.


Tidak lama kami berada di CFD. Setelah Nahla membungkus camilan kami segera pulang. Kayra sempat menawari aku untuk makan dulu, tapi aku sudah hilang selera. Jadi hanya ikut membungkus camilan. Lumayan buat ganjal perut.


Bagus, kali ini cowok itu memilih kembali dengan menaiki kendaraan online. Jadi aku tidak perlu repot mengantarkan.

__ADS_1


Sebelum cowok itu pergi dengan kendaraan online nya, sempat aku dengar pembicaraan Kayra dengan cowok itu. Bahwa dia tidak akan lama disini.


Bagus sekali, aku masih satu langkah lebih depan. Menang jarak. Menang hubungan juga, karna orangtua Kayra sudah sangat mengenal aku dan keluargaku.


__ADS_2