
Akhirnya libur usai. Kembali fokus memulai babak baru di kelas XII. Lupakan apapun yang terjadi kemaren karna menata masa depan itu jauh lebih penting.
Berharap semua yang terjadi kemarin memudar dengan mudah setelah berkumpul kembali bersama 3M.
Setelah kejadian terahir di malam itu, Melan berulang kali mengirim pesan permintaan maaf. Sepertinya dia merasa begitu bersalah mempertemukan aku dan Dian, hingga ahirnya sampailah pada keputusan untuk tidak lagi saling mengenal.
Bisa dibayangkan rasanya andai aku yang berada pada posisi Melan. Lain sisi mengharap kebahagiaan kakaknya, sementara di lain sisi menginginkan kebahagiaan sahabatnya dari lahir. Tapi faktanya, kakak dan juga sahabatnya tidak akan mungkin bisa kembali saling mengenal dengan baik.
Padahal aku sendiri sama sekali tidak menyalahkan Melan.
Mungkin ini memang rencana Melan untuk mempertemukan aku dan Dian, tapi tak boleh lupa,ada Allah yang maha tau segalanya. Tidak akan ada satu kejadianpun tanpa kehendak Nya.
Pagi ini ingin sekali aku berangkat sekolah barengan sama Melan. Tapi karna tugas di OSIS dan juga adek yang menjadi peserta MOS harus berangkat lebih awal, jadi mau tak mau berangkatlah.
(ikhlas, harus ikhlas dalam setiap langka. supaya berkah)
Sementara itu akan kembali satu sekolah sama adek rasanya nano nano.
Setelah dulu sempat satu sekolah saat di SMP, tapi apa gak ku juga melarang adek untuk masuk di sekolah yang sama dengan ku.
Karna dulu sewaktu SMP, ada saja yang suka membandingkan antara aku dan adek. Menyebalkan memang. Tapi bukan berati itu harus menjadikan perpecahan diantara kami. Anggap saja, anjing menggonggong kafilah tetap berlalu.
Sampai disekolah kami segera berpisah. Beruntung aku tidak menjadi tutor MOS, terlagi jika sampai kebetulan menjadi tutor di kelas adek, bisa jadi bulan-bulanan teman-teman.
__ADS_1
Ada sedikit kerinduan pada tempat ini, ingatan pada masalalu. Saat awal berada di sekolah pada masa MOS. Saat awal berada di ruang OSIS ini. Saat dimana waktu berjalan begitu lambat. Ya, saat masalah menghampiri rasanya waktu berjalan begitu lambat.
Nyatanya semua berlalu juga. Masa-masa yang berat menghadapi tingkah kak Johan kini berganti menjadi masa-masa yang berat untuk menghadapi pertikaian antara aku dan Dian.
Seharusnya semua telah berahir, tapi nyatanya... apa yang terjadi tidak semudah yang di fikirkan. Bahkan semakin diri ini ingin melupakan, justru semakin teringat kejadian demi kejadian.
Rasanya seperti hati dan pikiran yang tengah berbenturan.
Aku hanya duduk di ruang OSIS, membalik lembaran demi lembaran. Tapi fikiran ku melayang. Beruntung hanya ada aku dan Ketos yang di dalam ruangan. Lainnya sedang sibuk menyiapkan pasukan masing-masing untuk persiapan upacara hari senin sekaligus pembukaan Massa Orientasi Siswa.
"Kay, ayo siap-siap upacara"
Si Ketos berdiri dan mulai merapikan berkas berkas dimeja.
Harusnya kami saling akrab, karna berada satu tingkat sekalipun dari jurusan berbeda. Juga berada di OSIS selama dua periode.
Tapi mulut ini rasanya malas sekali untuk berbicara. Apalagi untuk sekedar basa-basi.
Barisan OSIS sudah terbentuk. Kami segera masuk ke dalam barisan. Ada beberapa anak yang menggoda, karna dari awal periode anak-anak seringkali memadukan aku sama dia. Sayangnya, aku sama sekali tidak minat untuk membuat gara-gara.
Cukup mereka saja yang sengaja mencari gara-gara dengan ku. Karna memang tidak bersalah, jadi aku bisa melenggang pergi tanpa menganggap perkataan mereka. Akan lain halnya jika memang aku memiliki hubungan, sekalipun itu hanya diam-diam.
Bisa heboh satu sekolah. Dan dipastikan aku menjadi sasaran empuk umpatan para gadis malang. Anggap saja begitu, karna aku lebih beruntung dari mereka. Selalu di dekati para bintang sekolah.
__ADS_1
Syirik tanda tak mampu, iya Khan?!
Upacara selesai. Para dewan guru telah meninggal kan lapangan upacara.
Kini sesi MOS dimulai dengan perkenalan para anggota OSIS.
Dan lagi, teriakan terdengar lebih keras saat nama ku yang disebut dalam perkenalan.
Apa-apa sih ini? batin ku. Sama sekali tidak ada di agenda acara teriak meneriaki. Atau jangan-jangan ini akal-akalan anak-anak saja. Biasalah, setiap tahun ajaran baru tepatnya selama massa MOS menjadi ajang untuk menaikkan pamor. Pencitraan. Dan haruskan aku lagi yang menjadi korban tahun ajaran ini?!
_____________^_^___________
hay teman teman, Kayra sudah kembali 😁
maafkan yang terlalu lama galau, gak dapat inspirasi.
buntu di tengah jalan ceritanya.
sementara versi pendek ya, Qodarullah orang tua lagi sakit.
Fokus di dunia nyata dulu, luph luph deh buat yang masih setia menunggu 😘😘
luph luph juga kok sama yang sudah bersedia mampir 😍semoga ketagihan menantikan cerita selanjutnya
__ADS_1