KALAU SUDAH JODOH

KALAU SUDAH JODOH
Ikhlaskan


__ADS_3

Setelah Melan dan aku, rasanya Siska juga sebentar lagi akan menemukan pelabuhan terakhir nya. Jadi ingat sama Melda dan Meysa, bagaimana kabar mereka ya? Kira-kira sudah mulai menemukan tempat sandar belum ya?


Aku turut berbahagia andai kiranya Siska menerima lamaran ustadz Billal. Aku rasa mereka cocok. Seperti binatang buas dengan pawangnya saja. Hihihie, seandainya Siska bisa mendengar isi hati ku saat ini, sudah pasti langsung mengamuk binatang buasnya. ROOAARRR, takut iwh.


Karena sejauh yang aku lihat hanya bersama ustadz Billal Siska bisa berdamai, ngobrol santai dan lembut.


Alih-alih memikirkan hubungan Siska dengan ustadz Billal, Lagi-lagi memberondong aku dengan pesan yang hanya berisi tulisan


kangen


kengen


kengen


rindu


rindu


rindu


pulang


pulang


pulang


Entah berapa banyak pesan yang isinya hanya begitu-begitu saja. Semakin diabaikan, semakin banyak chat yang masuk.


Oh ya Allah, repotnya menghadapi abg labil yang lagi bucin.


"Pokoknya weekand pulang. Harus, gak terima penolakan. Pas, gak pakek di tawar.


Aku akan bicara pada mama dan papa, untuk memajukan pernikahan kita" diakhir dengan emoticon love dan memohon.


Rasanya mau pecah kepala ini. Dian tidak bercanda untuk menikah secepat mungkin. Sampai aku tidak tau, harus bahagia atau berduka. Bahagia, karena penantian selama ini akan segera terwujud. Berduka, karena harus melepaskan masa lajang secepatnya ini. Aku kan masih ingin berkelana, melalang buana 😢


"kemaren aku yang nangis bombay. Kenapa sekarang gantian kamu yang nangis? " tegur Siska. Rupanya dia melihat butiran bening yang jatuh dari wajah ku.


"Dian Sis...... " ucap ku menggantung.


"Dian kenapa, selingkuh? " tanya Siska menduga-duga.


"Dian.....


ngebet nikah" ucap ku dengan sekuat hati.


"wahahhahahahahah" justru di balas tawa panjang oleh Siska.


"ngebet nikah apa ngebet kawin nih, uuuppzzz" lanjut Siska kambuh dengan kalimat vulgar nya.


"apaan sih kamu Sis"


"sory sory, keceplosan.

__ADS_1


Yah bagus kan, itu artinya dia benar-benar serius mau nikahin kamu.


Ingat Kay,JODOH REJEKI dan MAUT itu ketetapan Allah. Kita gak bisa memprediksi kapan itu akan terjadi.


Mungkin yah..... memang JODOH kalian sudah datang waktunya" kata Siska dengan ekspresi wajah yang sangat meyakinkan. Benar-benar cocok jika disandingkan dengan ustadz Billal.


Topcer lah kalimat Siska. Langsung mengena pada intinya.


"oke-oke, percaya. Udah serasi kalo mendampingi ustad Billal berdakwah" ucap ku.


"apaan sih Kay. Gak nyambung" dengan cepat Siska menepis ucapan ku.


Entah bagaimana perasaan Siska yang sebenarnya pada ustadz Billal. Atau mungkin hanya aku saja yang terlalu berharap jika Siska menerima pinangan ustadz Billal.


"gak usah manyun gitu. Jellek" karena Siska pasti tidak tahan kalau aku mengatainya jelek.


"yaudah, weekend ini kita pulang barengan ya. Kamu juga pengen pulang untuk mencari jawaban kan? " kata ku lagi.


"memangnya gak apa gitu, baru kemarin kamu pulang sudah mau pulang lagi? " tanya Siska.


"gak tau juga, hehe 😁


Tapi kalo aku gak pulang, terus tiba-tiba Dian muncul dan nyulik aku, bukannya itu lebih tidak baik lagi? " aku sudah membayangkan, bagaimana ekspresi Dian, lelaki yang sedang di landa bucin itu seandainya aku tidak memenuhi permintaannya.


"emang bisa gitu? " tanya Siska.


"bisalah. Terang-terangan ngasih tau Ummi, kalau dia tunangan aku aja bisa.


Mungkin bukan Ummi yang akan syok, tapi ustadz Billal. Jika dengan beliau saja aku mentah-mentah mengatakan 'tidak'. 'Tidak' akan menikah dalam waktu dekat.


Tapi nyatanya apa? sepertinya masa muda ku akan benar-benar segera berakhir Siska" kata ku panjang lebar.


"kamu lagi curhat nih Kay? " kata Siska dengan entengnya.


"Siskaaaaaaaaaa, kamu nyebelin" aku meneriaki nama Siska dengan sangat panjang. Dan ternyata, ada seseorang yang mendengar percakapan kami sejak tadi.


"ekhm, ekhm" ada suara suara seseorang berdehem di teras. Aku dan Siska sangat kenal suara siapa itu.


"ustadz Billal" aku dan Siska saling pandang dan menyebut nama ustadz bersamaan.


"mati gue Sis... mati" ucap ku sambil menepuk-nepuk ujung kepala.


"gak usah mati dulu, gak jadi nikah, Dian bisa setres ntar.


Aku lupa, kalau tadi aku janjian sama beliau"


"Siska..... kenapa gak bilang-bilang sih" aku semakin malu dengan apa yang aku katakan baru saja.


"namanya juga lupa. Yaudah ah, aku keluar dulu temui ustadz" Siska membuka pintu kamar dan berlalu.


Sementara aku masih terus mencerna apa yang tau aku bicarakan bersama Siska. Kira-kira memalukan tidak ya kalau di dengar oleh ustadz Billal?


Tapi yang pasti, itu semua tidak akan membuat ustadz Billal sakit hati. Karena beliau kan sudah menemukan tambatan hati yang baru.

__ADS_1


"maafkan aku kak Maryam, aku menyakiti saudara kakak" kata ku dalam hati. Mengingat semua kebaikan kak Maryam juga Ummi selama ini. Tapi apa daya, aku sungguh tidak bisa jika harus membalas nya dengan hati. Semoga saja mereka semua mengerti.


Aku berdoa yang terbaik untuk ustadz Billal dan Siska. Semoga kali ini ustadz Billal tidak kecewa lagi.


Karena sungguh, yang aku lihat mereka sangatlah serasi.


Dengan begitu aku akan bisa melangkah dengan tenang, jika memang jodoh ku bersama Dian telah datang. Semoga tak ada hati yang tersakiti saat hari bahagia itu tiba.


Deg


Memikirkan itu semua, membuat aku teringat dengan satu nama. Satu nama yang sangat ingin aku hapuskan dari memori ingatan ini. Namun sayang, sudah terlalu dalam nama itu bertakhta. Terlalu banyak kenangan yang mungkin aku tidak akan sanggup untuk melupakan.


Terlalu panjang jalan yang pernah kami lalui bersama. Bahkan, dia sudah seperti malaikat bagi ku.


Tapi kenapa, dia tega mengukir luka yang mungkin tidak akan pernah sembuh.


Sungguh aku membenci nya. Membenci cintanya. Membenci obsesi nya. BENCI. BENCI. BENCI.


Rasanya ingin berteriak sekeras mungkin. Andai itu bisa menghapus semua jejak tentang dirinya.


Kak Johan, kamu jahat 😭


Kenapa kamu bisa melakukan itu semua terhadap ku.


Kenapa kamu tega.


Kenapa harus aku, kenapa?


Apa salah ku?


Cinta mu telah membutakan hati mu.


dan


*Obsesi mu telah membutakan pikiran mu.


Tuhan, maafkan aku kiranya telah menyakiti perasaan seseorang, hingga membuat dia berbuat jahat.


Tuhan, maafkan aku kiranya pernah memberikan harapan palsu padanya.


Sungguh hati ini tidak ingin membenci. Rasanya tidak enak. Tapi apa daya, aku hanyalah manusia biasa yang memiliki amarah.


Semoga pada akhirnya nanti, KAU berikan ia penawar atas segala rasa sakit hatinya terhadap ku.


Maafkan jika aku harus memilih, maafkan jika aku kembali pada ia yang dulu selalu menyakiti.


Kiranya ialah JODOH itu, bisa apalah aku*.


Air mata terus mengalir, seiring hati ku berbicara. Karena, mulut ku tidak akan mampu untuk menceritakan tentang kekecewaan ku terhadap kak Jo. Rasanya terlalu sakit untuk kembali mengungkit.


Biarlah semua berlalu terbawa arus kehidupan. Karena sebenarnya Tuhanlah sang Maha Pemilik kebenaran.


____________________^_^__________________

__ADS_1


__ADS_2