
Rahardian POV
Rasanya hati ku ikut runtuh begitu mendengar teriakan seseorang yang memanggil mamanya Kayra dengan suara panik.
Sungguh kaki ini ingin segera melangkah kesana rasanya. Tapi belum sempat aku berfikir panjang, teriakan lebih histeris kembali terdengar. Kayra pingsan? padahal setau ku dia tidak pernah mempunyai riwayat penyakit yang menghawatirkan.
Kenapa dengan Kayra?
Begitu mobil itu kembali keluar dari gerbang, aku segera menghubungi Melan. Mungkin saja dia tau sesuatu. Dan ternyata aku tidak dapat jawaban apapun. Bahkan Melan sendiri baru tau saat aku menelpon nya.
Keesokan harinya Melan memberi tahu ku tentang kondisi Kayra. Ada rasa sedih, kasihan juga marah pada diri ku sendiri. Andai saja aku bisa menjaga dia, seperti waktu kecil dulu?
Seketika aku bisa merasakan, dimana dirinya yang seringkali disalahkan atas kesalahan orang lain. Termasuk karena aku sendiri. Mungkin memang pantas jika dia tidak mau lagi mengenal ku.
Mungkin aku saja yang egois, tidak bisa menerima keputusan dia yang hanya sepihak.
Bahkan aku begitu ingin melihat dia saat ini. Sekalipun dia tidak mau lagi melihat ku, biarkan aku yang terus melihat nya.
Awalnya Melan tidak mengijinkan aku untuk ikut serta ke rumah sakit bersama teman-teman sekolahnya yang lain. Dengan alasan, takut semakin memperburuk keadaan. Tapi karena aku yang terus meminta dan berjanji hanya akan melihat Kayra dari luar, ahirnya aku diijinkan untuk ikut. Dengan syarat yang cukup ketat.
Pertama, aku tidak boleh berangkat dari rumah. Kedua,aku tidak boleh mengajak siapapun. Ketiga, aku tidak boleh ikut masuk. Keempat, aku tidak boleh bersuara. Dan kelima, aku tidak boleh PDKT sama teman-teman dia yang lainnya.
Memang hari ini aku ada keperluan di kampus, sekalipun KBM belum berjalan. Jadi aku berangkat dari kampus.
Semua syarat sudah aku ikuti, tapi sayangnya ada sesorang yang mengajak ku berbincang. Tidak mungkin aku abaikan. Aku hanya bicara dengan lirih dan sesingkat mungkin.
Kemudian Melan keluar dan meminta ku untuk masuk ke ruang rawat.
__ADS_1
Apa yang salah dengan ku? kalau Melan mau marahin aku kan seharusnya tidak di depan Kayra juga.
Ahirnya aku berjalan dengan ragu mengikuti Melan.
"Ngobrol gih sama Kayra"
Melan menarik ku untuk terus berjalan mendekat kearah bed.
Begitu jarak kami semakin dekat, Melan juga teman-teman nya justru keluar meninggalkan kami.
Sempat hati ku berdetak tak karuan. Karna yang terjadi di luar dugaan.
Sekalipun aku begitu ingin dekat dengan gadis ini, ternyata hati ku tak setegar itu ketika benar-benar sedang berada di dekatnya.
Sesaat kami sama diam.
Tapi aku lelaki dan bukankah aku begitu ingin memperbaiki jarak antara kami?!
"kamu sudah sehat"
aku memulai percakapan dengan pertanyaan standar.
"alhamdulillah sudah. Trimakasih sudah mau menyempatkan untuk menjenguk"
beruntung dia tak sedingin yang aku fikirkan.
"aku minta maaf ya, untuk semua salah ku"
__ADS_1
mungkin aku sudah pernah membicarakan ini, tapi kali ini aku berharap ada ahir yang lebih baik.
"sudah aku maafkan"
ucapnya sembari terus memandang ke arah balkon.
"Bukan hanya maaf yang aku harapkan. Tapi juga kebesaran hati kamu untuk kembali mengenal ku dengan baik.
Aku tau keadaan diantara kita sudah tak sebaik dulu lagi.
Beri aku waktu,cukup KAMU dan AKU yang kembali baik,beri aku jalan untuk memperbaiki semua.
Aku tau mungkin itu tidak mudah buat kamu, setidaknya berilah aku kesempatan untuk kembali memperbaiki diri ku, juga keadaan.
Karena aku sangat tidak mudah untuk bisa menerima, kamu yang tidak mau lagi mengenal ku.
Aku mohon, jika aku harus berlutut pun akan aku lakukan.
Kayra, bagi ku kamu tetap gadis kacil ku yang dulu. Entah seberapa besar kesalahan yang telah aku lakukan. Seberapa besar kebencian yang tanpa sengaja aku torehkan dihati mu. Itu semua hanya caraku, yang menurut ku benar, yang membuat aku bahagia.
Bodohnya aku yang tidak pernah berfikir dari sisi mu.
Maafkan aku, maafkan aku yang begitu bodoh"
Kayra masih saja memandang ke arah balkon. Tak sedikitpun melihat ke arah ku sejak aku masuk ruangan tadi.
Tapi tak apalah, setidaknya dia sudah mendengar ucapan ku. Aku hanya bisa berdo'a dalam hati, semoga Allah lembutkan hatinya.
__ADS_1
Aku sudah cukup bahagia diberi kesempatan untuk berada disini saat ini.
Melihat dia sudah bisa duduk dengan tegap, bercanda dengan teman-teman nya dan yang paling penting, dia mau berbicara dengan ku.