
"Alhamdullillahilladzi ahyaanaa bada maa amaatanaa wa ilaihin nushur.’ "
Do'a bangun tidur aku panjatkan seketika saat mata ku terbuka. Sebagai rasa syukur malam tadi tidak bermimpi buruk. Dan juga sebagai tanda syukur bahwa aku masih bisa membuka mata pagi ini.
Tidur ku terasa nyenyak, tidak terasa aku terbangun sudah pukul 5 lewat. Bahkan suara adzan subuh pun tidak terdengar. Padahal sebelum tidur sudah solat isya, sudah baca do'a juga. Beserta 3 surah anjuran sebagai pelindung diri rukiyah mandiri.
Mama sudah terlihat menikmati secangkir teh sembari menonton tausiah pagi.
Tumben gak dibangunkan, batin ku.
Apakah ini termasuk service pada orang sakit? Padahal dalam agama orang sakit sekalipun tetap diwajibkan untuk menunaikan solat.
Ah, yasudah lah. Yang penting belum tertinggal solat subuh.
Aku segera menuju kamar mandi, sekalipun tidak mandi minimal bersih-bersih diri. Mencuci muka dan menggosok gigi.
Selepas solat subuh, aku kembali duduk di sebelah mama.
"gak pengen rebahan lagi? " tanya mama
"gak ah ma. Kaya orang sakit beneran aja"
(lha, memang sakitnya pura-pura?)
"yasudah terserah kamu saja. Yang penting kamu nyaman. Nanti kalo setres malah bikin penyakit"
ucap mama sembari masih memandang ke arah TV.
"kok sudah lapar lagi ya ma"
bangun tidur perut serasa melintir, bisa jadi karna semalam makan terlalu kenyang sebelum tidur. Jadi pagi-pagi malah lapar.
"mau susu" mama menawarkan.
"boleh ma"
mama kemudian berdiri dan mengambil kan susu kotak untuk ku.
Kami duduk santai di depan TV hingga siang tiba. Kemudian ada suster jaga masuk untuk bertukar sift.
"mari kak sambil saya periksa dulu" ucap salah seorang perawat
mau tak mau aku berbaring. Padahal sudah tidak merasakan sakit lagi, tapi mau bagaimana lagi disini kan yang sebagai pasien aku.
"semua normal. Apa masih ada keluhan"
kembali suster itu bertanya.
"cuma sesekali sih terasa cekot-cekot. Tapi sebentar hilang.
Hari ini sudah bisa pulang Sus? "
tanya ku dengan penuh harap.
"hari ini jadwal Ctscan jam 8 pagi ya. Nanti coba di konfirmasi dengan dokter jaga dulu ya"
Dan ternyata, aku masih harus bersabar menunggu kepastian.
Sementara 3M tadi sudah memberi kabar bahwa hari ini sepulang sekolah akan mengjenguk ku disini.
__ADS_1
Aku menyempatkan mandi terlebih dahulu sebelum ahirnya berpindah ke ruang lain untuk antri Ctscan. Karena sudah di suruh antri 30 menit sebelum jadwal.
Sembari menunggu antrian, aku kembali membuka pesan WA.
Setelah tadi malam aku tidak menemukan pesan dari Dimas, kali ini nama dia yang muncul paling atas.
Tak banyak berbeda kalimatnya seperti teman-trman yang lain. Hanya saja di ahir chat memberi kabar baik
"sudah aku konfirmasi kakak cantik, bahwa tidak ada hubungan istimewah antara ketos dengan sekretaris nya"
eh, ada pesan masuk lagi
"masih JOMBLO yang minat boleh merapat"
wooh, assem tuh anak. Gak jadi kabar bahagia, yang ada malah bikin kepala sakit lagi.
Awas kalau sampai benar begitu! Tak henti-hentinya aku merutuki dia dalam hati, sampai ahirnya panggilan ku dijawab.
"ckcckcccck bereaksi cepat. Sudah sembuh kak? "
tanya nya dari sebrang sana.
Terdengar suara riuh, mungkin saja dia sedang berada di kelas.
"eh yang bener kalimat terahir kamu"
sementara yang disana masih terus tertawa
"gak-gak kak, kalem kenapa. Sensitif amat, PMS ya"
"hust, kamu ini. Kaya tau apa itu PMS"
"taulah, aku kan punya kakak cewek juga. Suka marah-marah kalo lagi PMS.
"alhamdulillah sudah. Ini lagi antri mau Ctscan? "
suara menjadi lebih lirih.
"sudah dulu ya, assalamu'alaikum"
Panggilan aku ahiri. Karena banyak mata memperhatikan ku.
Mungkin baru kali ini, pasien mau Ctscan tapi masih bisa telponan. Karena pasien lain yang sama-sama antri mengalami kondisi serius semua.
Sampai ahirnya namaku yang di panggil.
Kami segera memasuki ruangan dengan ditemani satu suster.
Sebuah alat besar sudah berada di depan ku. Tidak menyangka aku menjadi pengguna alat ini.
Sebuah alat canggih yang biasanya aku dengar hanya lewat cerita, waktu ikut mama papa besuk. Sekarang nyata di depan ku.
aku gak mau sakitttt, teriak ku dalam hati.
Beberapa menit berlalu, pemeriksaan selesai. Kami kembali digiring untuk keluar ruangan.
"kita tunggu dokter jaga sebentar lagi ya bu, untuk menanyakan apakah sudah bisa pulang hari ini"
ucap suster itu sembari tetap mendorong ku dengan kursi roda.
__ADS_1
Kemudian kami memasuki lift. Karna ruang rawat ku di lantai 3, sementara ruang Ctscan di lantai 1.
Setelah kami sampai di lantai 3,ternyata kak Anggun sudah menunggu di depan kamar.
"sudah dari tadi Nggun" sapa mama
"baru saja bu"
kemudian kak Anggun ikut masuk ke kamar bersama kami.
"ibu titip Kayra dulu ya Nggun. Nanti kalau ada apa-apa kamu hubungi saya"
mama berpamitan sembari mengecup kening ku. Dan segera meninggalkan ruangan tak lama setelah perawat tadi keluar.
Papa sengaja menunggu di parkiran, supaya tidak memakan waktu lama katanya.
Jarum jam menunjukkan pukul 10 kurang, dokter yang tadi dibicarakan ahirnya masuk juga keruangan.
"pagi dok" sapa kak Anggun.
Kemudian berdiri menemani di samping ku. Karena tadi aku sengaja tiduran berjaga kalau dokternya masuk. Masa iya pasien nya malah keluyuran.
"masih ada keluhan? " tanya mas dokter
(masih muda, kasihan kalau dipanggil 'pak' nanti malah gak laku-laku)
"tidak dok, terahir dapat obat juga kemarin malam"
jawab suster
"pagi ini sudah tidak ada obat? " tanya nya kembali
"tidak ada dokter, menunggu hasil Ctscan baru akan diresepkan lagi" kembali suster itu menjelaskan.
Aku dan kak Anggun menjadi pendengar, sampai ahirnya si dokter berkata
"ini mau pulang hari ini atau sekalian menunggu hasil ct Ctscan? "
"pulang dok" jawab ku dengan cepat dan penuh semangat. Kemudian kak Anggun menyentil ku pelan.
"hasil Ctscan keluar berapa lama dokter? " tanya kak Anggun.
"mungkin sore sudah keluar. Kalau memang mau langsung pulang, bisa daftar ke poli terlebih dulu sebelum pulang. Jadi malam kesini lagi untuk cek hasil Ctscan. Kalau mau tetap menunggu disini,jam besuk dokter setelah poli"
mas dokter menjelaskan.
Mas dokter seumuran kak Anggun mungkin, lebih tepatnya kak Anggun yang harusnya terpesona. Ini kenapa malah aku yang pengen cengar-cengir aja dari tadi? Sementara kak Anggun tetap dalam mode tenang. Apa aku yang seleranya lebih tua? padahal yang seumuran banyak banget fansnya. Hahaha, lebih tua lebih menantang. Astagfirullah
"terimakasih dok, coba saya tanyakan pada keluarga dulu"
kak Anggun mengakhiri percakapan dan pergilah mas dokter dari ruangan ku diikuti oleh para selir, eh suster maksudnya.
(sejak kapan Kayra mulai punya selera humor? sejak kebentur kepala nya kemaren mungkin yah)
_______________^_^_____________
sabar-sabar, yang pengen cepet pulang dari rumah sakit.
sabar juga buat yang selalu kepo sama kelanjutan kisahnya. Stay with me, selalu nantikan ya 😍
__ADS_1
trimaksih buat yang sudah ninggalin jejak 😘😘
berasa dapat nyawa tambahan buat update 😃😇