KALAU SUDAH JODOH

KALAU SUDAH JODOH
Jalan masih panjang


__ADS_3

Remond POV


Aku kembali ke kota Gudeg, untuk mengantarkan kakak beserta keponakan tercinta pastinya. Baru jiga semalam kami sampai.


Awalnya memang aku berencana untuk menghubungi Kayra. Tapi pagi-pagi si kecil ini sudah rewel saja. Sedangkan kakak masih sibuk membereskan rumah setelah sekian lama ditinggalkan. Pembantu sengaja diliburkan, karna rumah di kunci. Biasa sih ada mertua kakak yang ikut jaga, kebetulan mereka sedang ada acara juga diluar kota.


Ahirnya aku ajak Aldo jalan-jalan ke taman kota. Banyak mainan anak-anak disana. Siapa tau dia suka dan gak rewel lagi.


Tak dinyana aku malah bertemu Kayra disana. Tadinya aku kira dia seorang diri, tidak taunya beberapa menit kemudian ada cowok bersama Nahla menghampiri tempat kami berdiri.


deggg perasaan sudah tak enak. Jangan-jangan ini pacarnya.


Harusnya aku berterima kasih sama Aldo, berkat dia aku jadi semakin dekat dengan Kayra.


Saat dia menemani kami mencuci tangan, sengaja aku beranikan untuk bertanya, mencari kebenaran.


Hati ku sangat lega saat mendengar jawaban dari Kayra. Berati masih ada jalan untuk ku.

__ADS_1


Jarak kota kami memang jauh, tapi semoga saja hati kami dekat.


Terlagi dengan sikap dia yang mulai dari awal bertemu selalu ramah, asik, sepertinya tidak sulit juga untuk mendekati dia.


Sudah dari lama sih aku berencana untuk kuliah di kota gudeg ini, dan niat ku semakin kuat setelah aku mengenal gadis itu. Jujur saja aku memang sudah terpikat dari awal bertemu.


Tapi untuk mengatakan itu semua aku rasa terlalu cepat. Butuh waktu bagi kami untuk saling mengenal, sekalipun sejauh ini kami cocok-cocok saja.


Aku sengaja ikut bersama mereka pergi ke CFD, Kayra juga tidak keberatan.


Apalagi saat aku mengatakan keinginan ku untuk melanjutkan kuliah di kota ini. Sempat beberapa kali aku tanya soal kampus yang ingin aku masuki. Jawaban dia justru menjatuhkan,. Padahal saat aku search di google, itu termasuk kampus unggulan.


Mungkin saja cowok itu naksir Kayra, tapi bertepuk sebelah tangan. Berapa menyedihkan kalo memang benar begitu.


hhhhhhhhhh pikiran ku mulai kehilangan empati, menertawakan orang yang sedang sedih.


Padahal andai aku sendiri menyatakan perasaan belum tentu juga Kayra menerima ku jadi pacar.

__ADS_1


Entahlah, pikiran ku mulai sedikit ngawur. Apa karna merasa bertemu rival?


Ah, jalan masih panjang. Masih akan ada banyak tikungan.


Sudah bisa dekat gadis itu saja aku bersyukur. Bermain hati terlalu jauh itu tidak baik untuk kesehatan jantung.


Tak lama kami berada di CFD. Teman cowok Kayra itu sudah buru-buru mau pulang saja.


Tapi mau gimana lagi, aku cuma penumpang. Sementara untuk kembali ke rumah kakak aku memilih menggunakan kendaraan online saja. Semakin lama muka cowok itu semakin asam saja, tak sedap dipandang. Toh nanti aku masih bisa menghubungi Kayra sendiri. Bersyukur kalau bisa jalan-jalan berdua.


Berbeda dengan cowok bermuka asam itu, wajah Kayra masih saja sumringah.


Bahkan seperti tak ingin terlihat berat sebelah, masih saja dia menyuruh aku berdampingan dengan cowok itu.


Kayra memang cewek yang manis, semanis senyum dia yang membuat aku selalu menahan untuk mengedipkan mata.


Sampai ahirnya kendaraan online yang aku pesan datang, kami berpisah dan pulang menaiki kendaraan masing-masing.

__ADS_1


__ADS_2