KALAU SUDAH JODOH

KALAU SUDAH JODOH
Sama-sama merepotkan


__ADS_3

Satu jam pelajaran telah aku selesaikan bersama mahasiswa satu tingkat di bawah ku. Mengajari yang hampir seumuran itu rasanya, mengurus energi sekali. Energi sabar maksudnya. Belum lagi mahasiswa laki-laki yang jahil. Sering-sering saja tarik nafas buang nafas supaya mood tetap stabil.


Selanjutnya aku akan kembali fokus dengan mata kuliah ku sendiri.


Begitu memasuki ruang kelas aku langsung meregangkan otot-otot kepala yang sudah terasa keriting.


kklleekk, kklleekk, kurang lebih seperti itu suara yang ditimbulkan.


"Kira-kira Kay, awas patah tuh urat leher" Dea memperingati ku.


Sudah sepekan ini aku tidak lagi satu kelas dengan Siska. Jujur saja terkadang aku merindukan waktu-waktu berdua bersamanya. Dia kini fokus pada materi di pesantren disamping tugas utama kuliah. Maklum, dia kurang suka bergelut di organisasi.


Ada kalanya memang kita harus berdiri dengan dua kaki saja. Tanpa orangtua, tanpa saudara dan kini aku harus tanpa sahabat.


Aku benar-benar mulai menjalani hidup ku sendiri, menapaki setiap langkah tanpa bisa bergantung pada siapapun lagi. Tetap ada sih sebenarnya, mereka yang memang seharusnya aku tuju.


Setelah seharian disibukkan dengan tugas ku sendiri,sore ini aku harus kembali menyelami kehidupan orang lain.


Setelah sempat berbincang dengan mama, aku mulai memiliki beberapa cara untuk membangkitkan kak Joe dari keterpurukan dia. Bagaimana pun insting seorang mama itu lebih mudah mengena.


Sudah satu minggu ini aku bolak-balik menjenguk kak Jo sekedar untuk menemani dia makan. Bahkan untuk kemauan makan saja masih perlu di bangkitkan.


"kak, makannya nambah lagi ya" pinta ku. Karena porsi yang dia makan tidak lebih dari setengah centong nasi.


Andai saja, andai saja aku tidak tau dosa, mungkin sudah ku masukkan makanan lewat mulut ku ke mulut kak Jo. Seperti yang di film-film.

__ADS_1


Justru pikiran ku yang berkelana kemana-mana menghadapi kesabaran yang hampir habis.


"Kak, Kayra sudah kesini pagi sore setiap hari demi menemani kakak makan. Kayra aja semangat loh biarpun capek, ayo donk kakak yang semangat makannya. Apa perlu Kayra bantu kunyah ni?" kak Jo menatap ku sekilas. Kemudian kembali membuang pandangannya.


"ini kak, piringnya ada disini. Lirik diiikiiit aja tuh nasi, siapa tau naksir. Ekh, enak loh aroma masakannya" aku memperagakan dengan mendekatkan piring pada hidung.


Ternyata tidak mempan.


"ayolah kak, hargai waktu Kayra. Hargai Kayra yang sudah ada di sini. Jika memang kakak sayang sama Kayra, plissss sayangi badan kakak juga. Itu sudah buat Kayra senang" ku letakkan piring. Aku berjongkok di sebelah kak Jo, agar bisa melihat ekspresi kak Jo. Agar dia juga tau kesenduhan di hati ku. Aku melakukan semua ini pun penuh dengan pengorbanan.


"kalau kakak sayang sama Kayra, kakak tidak akan terus membuat Kayra seperti ini setiap hari kan?


Kita bisa ketemu di kampus, kita bisa ketemu di luar, main bareng, seneng-seneng bareng. Bukankah itu lebih menyenangkan kak" bujuk ku.


Baru satu minggu saja rasanya sudah melelahkan. Apa aku sanggup melakukan ini semua untuk waktu yang lebih lama?


Oh, jadi tidak mudah bagi kak Jo untuk melepas beban perasaannya karena dia tau hati ku bukanlah untuknya.


"kakak masih bisa merebut ku mungkin, selama janur kuning belum melengkung. Kenapa harus sedangkal itu sih kak harapan mu tentang cinta? kamu seperti bukan Jo yang aku kenal dulu, pantang menyerah"


"memang aku adalah Jo yang sekarang. Kamu boleh pergi jika tidak menyukai ku. Nyatanya memang hati kamu memang tidaklah disini"


Sementara dengan Dian sendiri satu minggu ini sudah penuh dengan protes melalui chat panjang yang dia kirim. Selama satu minggu itu juga kami belum sempat bertemu, karena aku harus berangkat pagi dan pulang sudah petang.


Protes keras yang selalu Dian ucapkan "Hati-hati, jaga hati mu".

__ADS_1


Untung saja hati ini ciptaan Allah, jika tidak mungkin sudah remuk redam. Padahal aku sendiri juga ingin hidup bahagia, tentram, aman dan damai.


Nyatanya aku masih saja harus mengabaikan perasaan ku sendiri, karena ada perasaan orang lain yang butuh untuk ku jaga.


Lantas siapa yang akan menjaga hati ku?


Ah, entahlah. Yang pasti Allah sebaik-baiknya penjaga.


Ini itu bukan pacaran, kenapa harus seribet ini? ada Dian yang request ini itu. Kak Jo juga,merasa dia saja yang punya hati. Kenapa mesti seperti anak kecil semua sih, aaarrrkkkhhhh !!!


seperti nya ada sesuatu yang salah.


Astagfirullah, aku harus mengadu pada siapa?


_______________^_^_____________


hay-hay,Kayra kembali masih dengan kesedihan nih 😭


ngadu sama siapa hayo?? apa sama readers aja ya????


Dian yang jatuh cinta, Johan yang patah hati, Kayra juga yang di bikin sedih 😭😢😵😷


Kayra butuh suntikan semangat buat terus melanjutkan hidup nih 😁


jangan lupa dukungannya ya, tinggalkan jejak. Kasih bonus-bonus dikit juga boleh lha

__ADS_1


love love buat kalian semua 🥰🥰🥰


__ADS_2