KALAU SUDAH JODOH

KALAU SUDAH JODOH
Hati yang terluka - 2


__ADS_3

Melan POV


Banyak hati yang terluka karena kesakitan Kayra. Bahkan aku pun bisa merasakan sakitnya tamparan di wajah Kayra. Diam-diam ku menghubungi kak Dian, memberitahukan apa yang sudah terjadi. Aku ikut merasa bertanggungjawab atas apa yang terjadi. Karena aku juga yang sering kali membujuk Kayra untuk memaafkan kakak dan meminta dia untuk mau kembali menjalin hubungan baik.


Selepas maghrib aku meminta kakak untuk datang ke rumah. Dan saat ini aku tengah bersamanya. Aku tunjukkan foto Kayra yang sengaja aku zoom pada bagian pipi saja. Supaya terlihat jelas luka memar bekas tamparan. Kakak hanya bungkam menatap layar HP ku, tapi bisa ku lihat ada buliran airmata yang menetes.


"sekarang aja kakak nangis, tadi kemana? "


"kok bisa sih kak kamu tinggalin sendirian Kayra sama bude. Kamu tahu kan tadi bude menemui Kayra? "


"Kayra sahabat aku kak, dari bayi. Aku dan dia bisa saling merasakan kebahagiaan juga kesedihan kami. Tau begini nyesel udah bantuin kakak untuk dekat lagi sama dia"


"mana kak janji kamu untuk melindungi Kayra dari bude, mana? "


"sudah sangat lama hati Kayra itu terluka, oleh perilaku kakak sendiri. Perilaku bude, sekarang badannya pun disakiti oleh bude.


Aku tidak yakin Kayra akan memaafkan kakak kembali. Dan sudah cukup kak, aku tidak akan membantu kakak lagi. Menjerumuskan Kayra pada kesakitan"


"sudah selesai? sekarang biarkan aku yang bicara.


Aku memang bodoh, kenapa aku tidak juga peka. Tadi itu aku kira ummi mau ke kamar mandi. Gak mungkin kan aku ikuti atau tungguin umi.


Aku juga mengutuk diriku sendiri yang tidak bisa bersikap tegas. Pasalnya saat ini aku belum punya modal apapun bahkan untuk membela diri ku sendiri"


"hah, modal? emangnya modal apa? setiap orang punya hak untuk membela dirinya masing-masing kak. Gak usah cari pembelaan sendiri deh.


Kamu itu cuma di peralatan untuk mewujudkan ambisi bude. Ambisi besanan sama keluarga pesantren! "

__ADS_1


aku sudah tidak bisa menahan mulut ku lagi untuk tidak berkata kasar. Selama ini aku mencoba mendamaikan hati Kayra, padahal aku sendiri begitu geregetan setiap kali mendengar ustadzah yang membicarakan ambisinya itu bersama keluarga ku yang lain.


Tiba-tiba mama naik, dan aku sudah tidak bisa menyembunyikan perkataan ku


"kenapa sih ini, ada apa Mel" tanya mama


"ini ma, tadi ustadzah Zia menampar Kayra sampai memar" aku tunjukkan pula foto di HP pada mama.


"astagfirullah. Kenapa bisa, memangnya bertemu dimana? " tanya mama heran


"di kedai X ma"


"terus kenapa gak di cegah sama kamu Mel"


"Melan gak tau ma, Kayra pas ke kamar mandi. Kakak itu yang tau"


kakak hanya menunduk kali ini


"ayo sini, duduk. Coba cerita sama tante. Mungkin kita bisa sedikit sharing soal kamu sama Kayra" mama menarik pundak kakak dan menggiring nya untuk duduk di sofa.


"Kayra itu anak baik, Dian. Kasihan kalau terus di musuhi sama ummi kamu. Mamanya Kayra itu juga sabar, biar ummi kamu menjelekkan anaknya, keluarganya, tidak pernah yang namanya marah, mengumpat, atau balik menghina"


"iya tan, Dian tau itu"


"kalau memang ummi tidak menyukai kedekatan kalian, cobalah untuk mengikuti kemauan nya"


"aku gak bisa tan"

__ADS_1


"yang udah jatuh cinta dari bayi" aku menyela pembicaraan antara mama dan kak Dian. Jujur saja aku benar-benar geregetan sama kak Dian yang gak bisa bersikap tegas.


"semua ada waktunya Dian. Ada massanya. Sekarang massa kalian masih untuk belajar, buktikan bahwa kalian bisa sukses. Buat ummi bangga dengan pencapaian kamu.


Masalah jodoh, jodoh tidak akan terkukar. Insya Allah, jika memang sudah tiba waktunya dan jika memang kamu dan Kayra berjodoh, semua pasti akan di mudahkan.


Keinginan manusia akan kalah dengan takdir Allah Dian. Percaya sama tante.


Jika saat ini kamu terus memaksakan untuk tetap dekat dengan Kayra, sementara ummi kamu masih kekeh menyalahkan Kayra dan membenci Kayra. Yang ada justru tidak akan baik untuk kalian semua. Kamu akan terus dipaksa untuk dekat dengan pilihan ummi kamu dan Kayra akan terus disakiti oleh ummi kamu.


Apa kamu mau jika Kayra terus disakiti dan dibenci sama ummi kamu? "


Setelah panjang lebar mama menasehati, kakak hanya diam mencerna setiap kalimat yang diucapkan oleh mama. Sementara aku cukup lega mendengar nasehat yang diberikan mama pada kak Dian. Semoga kakak mau menurunkan egonya untuk mengalah, demi kebaikan semua.


Benar juga yang dikatakan oleh mama, Allah telah mengatur takdir setiap umat Nya. Rejeki, jodoh dan maut telah di tentukan bahkan sebelum manusia dilahirkan. Semua tidak akan tertukar.


_______________^_^_____________


hallo teman, selamat akhir pekan


Jangan lupa tetap intip kelanjutan kisah Kayra ya


tetap bersyukur atas setiap takdir yang kita punya,


peryaca bahwa takdir Allah itu terbaik.


selamat berlibur, tetap nantikan up selanjutnya ya. Jangan lupa tinggalkan jejaknya 😘

__ADS_1


like, vote and coment


__ADS_2