KALAU SUDAH JODOH

KALAU SUDAH JODOH
Mama,anak mu pulang


__ADS_3

Penerbangan berjalan lancar, take off dan landing sesuai jadwal. Hanya saja kami harus transit di Surabaya terlebih dahulu, sehingga memakan waktu yang lebih lama.


Lepas magrib pesawat landing di bandara Adisutjipto, begitu aku menyalakan HP pesan dari Mama langsung masuk. Ternyata sudah ditunggu di pintu kedatangan.


Setelah berjalan cukup lama ahirnya kami memasuki lorong pengambilan bagasi. Beberapa saat menunggu ahirnya petugas menyerahkan barang kami.


Kemudian kami berjalan menyusuri pintu kedatangan, tak lama tengok kanan kiri kiri terdengar suara teriakan memanggil


"Kayra"


nampak papa sama mama, turut serta mamanya Melan.


"cie... yang habis liburan lama, udah dikangenin sama mama kamu rupanya Mel" aku menyenggol bahu Melan


"ah... kaya kamu bukan anak mama aja" Melan balas mengatai aku.


Benar saja, ini kali pertama kami liburan jauh tanpa orangtua.


Setelah bersalaman, pelukan kehangatan dari mama tak ketinggalan.


Tanpa basa-basi lagi, sepertinya si bungsu sudah merindukan tempat tidurnya


"udahan yok ma, langsung pulang aja"


ahirnya kami berjalan ke parkiran dan pulang.


"trimakasih ya sudah ngajak Melan liburan"


ucap tante Vivi begitu mobil berhenti tepat di depan rumahnya.


"lain kali lagi yah" sambil cengingisan turunin koper, rupanya Melan senang turut liburan bersama kami


"siip tante."

__ADS_1


Kembali ke kota ini, udara panas kembali merasuki.


Begitu sampai dirumah, aku dan adek langsung naik ke kamar. Sementara koper masih kami tinggalkan dibawah.


Yang pasti, mandi menjadi tujuan utama.


Begitu selesai, badan udah segar, melepas rindu sama mama itu wajib.


Pas aku sampai dibawah, ternyata adek sudah mengeluarkan barang bawaan


"kamu gak mandi dek"


"ya mandilah"


"cepet banget, mandi bebbek"


"enak aja, aku Khan memang serba cepet. Iya Khan ma"


mencari pembelaan dia


Tentu saja, karna tadi yang packing oleh-oleh dia sama Melan, jadi dia yang tau.


"buat papa mana? " Papa tak mau kalah, minta oleh-oleh juga.


"gak ada itu pa" jawab adek singkat


"lha... papa ini yang adeknya, kok malah Mama yang dapat bagian"


"nanti, bagiannya papa mama yang kasih"


Aku keluar dari dapur dengan membawa potongan buah coklat segar


"papa mau ini" aku tunjukkan ke arah papa

__ADS_1


"assam kak" papa memang gak suka buah yang asam


"gak pa, lagian panas-panas gini enak makan yang asam asam... seger"


"gimana betah tinggal dirumah bude, bisa tidur gak? "


karna papa tau kalau aku ini gak sembarangan bisa tidur, kalau sudah gak krasan ya gak bakalan bisa tidur.


"betah pa, buktinya smpe satu minggu"


"gimana gak betah pa, kakak mah sana sini ketemu gebetan terus" adek mulai bocor dah


"apa sih kamu dek" jawab ku kethus


"namanya masa pubertas, tertarik antara lawan jenis itu normal. Yang penting kalian harus pintar menempatkan diri, jadikan ketertarikan itu pada sesuatu yang positif. Peringatan papa bukan sekedar ancam lho"


gedubrakkkk, kalimat terahir bikin nelan ludah. mungkin memang sudah mulai lupa, jadi mesti sering diingatkan


Proses bongkar muatan sudah beres. Setelah makan malam kami semua duduk bersama didepan TV.


Mungkin papa sedang tidak ada pekerjaan lembur, mama juga. Atau sengaja meninggalkan pekerjaan untuk menyambut kedatanga anak-anaknya.


Banyak cerita yang kami bagi, mulai dari perjalanan keberangkatan, waktu di kereta. Kenalan sama bayi berujung dipepet sama si om nya. Pakde Her yang sibuk sejak kedatangan kami. Perjalanan ke beberapa wisata, hingga acara perlombaan tari.


Tak mau kalah, adek cerita begitu antusias soal di kawah ijen. Ditambah lagi cerita jalan-jalan ke kebun coklat, bantu metikin coklat. Belanja oleh-oleh sama Melan sama Bude, makanan khas Banyuwangi.


Banyak lagi dewh. Melewati satu minggu tanpa Papa Mama rupanya membuat kami lebih cerewet dan manja saat kembali bertemu.


Hingga jam menunjukkan pukul 10 malam, kami semua masih saja rebahan di depan TV.


Sesekali berebut acara TV, ahirnya yang kalah ngintip di HP.


Siapa lagi, kalau bukan kebiasaan Papa sama adek.

__ADS_1


Sampai ahirnya Papa lebih dulu masuk ke kamar, dan mama kami tarik keatas untuk tidur bersama, bertiga lebih tepatnya.


__ADS_2