
JOHAN POV
Semua sudah selesai, antara aku dan Kayra. Semua sudah selesai, rasa yang bertahun-tahun ini aku jaga untuk dia. Semua sudah selesai, seiring pengakuan ku di hadapan Dian.
Ya, aku mengaku kalah dalam persaingan ini. Dan aku mundur, tidak akan lagi menjadi bayang-bayang diantara mereka.
Telah Kayra temukan kebahagiaan yang selama ini dia cari. Dan itu bukan ku.
Terus mengharapkan dia hanya akan melukai ku semakin lama.
Aku lelaki, patah hati itu wajar. Sekalipun air mata tak akan pernah aku biarkan keluar, hati ku cukup hancur, pikiran ku cukup kacau untuk belajar ikhlas menerima kekecewaan.
Mungkin sekarang bagi Kayra aku adalah orang yang harus dia jauhi. Aku adalah orang yang sangat dia benci.
Aku hanya bisa diam menerima kenyataan pahit yang sengaja aku ciptakan sendiri.
Setelah beberapa bulan aku belum siap bertemu dengan Kayra, akhirnya hari ini tanpa sengaja kami bertemu.
Aku hanya melewati bangku yang di tempat Kayra bersama Dian, tanpa sedikit pun melihat ke arah mereka.
Perasaan ku sedikit teriris, ketika yang terdengar adalah suara ketakutan,bukan kemarahan.
__ADS_1
Ada rasa bersalah, apakah Kayra akan benar-benar terluka dengan kekurangan ajaran ku waktu itu?
Ya Allah, aku akan menjadi orang yang sangat jahat dalam hidup Kayra andai itu benar terjadi.
Kebaikan dan perjuangan dia aku balas dengan pelecehan terhadap dirinya.
Semua sudah terjadi, kini aku tak punya nyali lagi untuk berhadapan secara langsung dengan Kayra. Aku tidak sanggup jika kembali mengingat air mata Kayra saat itu.
Mungkin inilah karma bagi ku, saat kebaikan harus aku balas dengan keburukan.
Belum lagi jika orang tua kami tau akan hal itu, sudah pasti mama ku sendiri marah besar pada ku. Namun sejauh ini aku berhasil meyakinkan mama bahwa aku tidak butuh lagi kehadiran Kayra. Karena kehadiran nya hanya akan menambah luka ku.
Nahla sendiri sempat marah pada ku waktu itu, saat tau aku membuat kakaknya menangis.
Dan aku berhasil. Berhasil melukai seseorang yang selama ini sekuat tenaga aku jaga dengan sepenuh jiwa raga ku.
Aku tidak akan bisa mengingkari penyesalan dan rasa bersalah yang kini selalu menghantui ku. Semoga ini semua akan impas, terbayar oleh senyuman Kayra saat bersama Dian.
Perlahan aku mulai menemukan semangat baru, Nahla.
Ya, dia. Sekalipun dia adalah saudara Kayra, tapi sifat dan watak mereka jauh berbeda. Dari segi wajah dan postur tubuh pun juga berbeda. Sehingga tidak jadi masalah, tidak terlalu mengingatkan ku tentang Kayra.
__ADS_1
Lagi pula, Nahla lah yang selama ini menjadi teman sekaligus sahabat. Karena sifat dan watak kami yang hampir memiliki kesamaan, juga hobi yang sama.
Mungkin karena selama ini aku terlalu fokus mengejar hati Kayra, sampai aku lupa bahwa Nahla lah yang selama ini selalu ada bersama ku. Dalam suka dan duka ku. Bahkan saat Kayra tak kunjung melihat ke arah ku, Nahla lah penyemangat ku.
Saat aku merasa kesepian mengharapkan kehadiran seorang saudara, Nahla juga yang menemani ku. Sayangnya, selama ini hampir semua orang menganggap dia adalah anak kecil.
Setelah Nahla bercerita banyak tentang Kayra saat itu, akhirnya diapun mencurahkan keluh kesahnya. Yang mungkin selama ini baru dia simpan sendiri. Lalu kami saling bertukar kesedihan.
Kemudian kami saling berjanji untuk mengisi satu sama lain. Saling mendukung satu sama lain. Saling memberi semangat satu sama lain. Menjadi teman,sahabat,saudara, juga pasangan terkadang.
Saat aku ada acara seringkali aku mengajak Nahla. Begitupun dengan Nahla, saat dia ada acara seringkali meminta ku untuk menemani.
Sejauh ini juga tidak ada pertanyaan dari orang tua Nahla. Mungkin karena memang kami sering bersama dari dulu, sudah dekat sudah akrab. Tidak seperti dengan Kayra.
Entah Kayra sudah tau atau belum tentang kedekatan ku dengan adiknya. Tapi yang pasti itu tidak akan menjadi hal yang aneh dan menjadikan pertanyaan.
Satu yang pasti, aku tidak akan menjadikan Nahla sebagai pelarian.
Dimana tidak mendapat kakaknya, adiknya pun jadi incaran. Bukan seperti itu.
Sekali lagi, aku bukanlah cowok yang mudah mempermainkan wanita.
__ADS_1
_____________________TBC___________________