KALAU SUDAH JODOH

KALAU SUDAH JODOH
Pencurian


__ADS_3

Berbeda halnya dengan aku, pagi-pagi Melan sudah telpon dengan nada kesal.


"kamu ini kenapa sih, pagi-pagi sudah telpon, ngomel gak jelas. Padahal juga jarak rumah cuma lima langkah, segitu rindunya sama aku"


sengaja aku belokan pembicaraan supaya udara panas dalam kepalanya sedikit mereda.


"aku ini serius, aku kecurian banyak data. Tapi gak tau data yang mana, udah di hapus sama Dian nyebelin itu"


"penting banget ya emangnya? " tanya ku dengan nada enteng


"pas ketahuan sama aku, gelagatnya itu yang syok kaget udah kaya maling aja"


"hahahhha emang ada rahasia sepenting apa sih Mel di HP kamu?? santai dikit kenapa, masih pagi udah ngegas aja"


"kamu lupa, foto-foto kita pas lagi renang, lagi dikamar, lagi di toilet??? kamu suka foto buka-bukaan kita di curi orang"


cepppp.... mikir sejenak


"gitu juga kakak kamu Mel, ditanya aja kenapa sih? apa ia dia bakal nyuri foto-foto kaya gitu"

__ADS_1


" (gak tau aja kamu Kay, kalau selama di Banyuwangi kamu jalan sama Remond, gak satupun yang gak aku foto/vidio) "


"woooi, masih ada orang gak disana? "


"iya iya, ada nyamuk nih. Kalau aku sih adeknya yah, gak bakalan lah yang gimana-gimana sama aku. Tapi kamu?? gak takut apa zina mata?? "


"hah.. haist. Bener itu, gak betul gak betul" langsung aku meloncat dari tempat tidur menyibak kan selimut yang masih menutupi kaki.


"noh... baru juga bereaksi"


"trus gimana donk, kamu sih ceroboh amat. Kenapa HP gak di kunci"


"udah kamu tanya, gimana jawabannya"


"udah Kay, seperti biasalah kamu tau sendiri. Selalu nyebelin. Malahan terus pulang dia. Pas aku cek cek, ada data terkirim 500kb lebih. Apa aja coba yang diambil"


Kali ini Melan nampak benar-benar kesal. Aku sendiri ikut kesal sih sebenarnya, bener juga yang dibilang Melan tadi. Gimana kalo bener yang diambil foto-foto pas lagi gak berkerudung?


Licik amat sih tuh anak. Kekesalan ku terhadap anak itu naik beberapa oktaf. Makin gemmes pengen ulek ulek jadi sambalado.

__ADS_1


Seketika aku ingat semua barang kiriman dari dia. Sedah lama sih gak pernah datang paketan lagi. Mungkin sudah lelah, jera, atau menyerah.


Fix, aku kembalikan aja gimana?


Kali ini pengen benar-benar mengamati muka dia, setiap inci nya.


Melihat kebencian yang dia tampakan setiap kali bertemu aku.


Rasanya sudah ingin sekali meluapkan segala kemuakan yang selama ini aku biarkan mengalir begitu saja. Berharap suatu saat ada kebaikan yang membuat hubungan kami membaik. Nyatanya, semakin hari semakin menyebalkan saja.


Sudah cukup perasaan ku dipermainkan oleh dia. Kalau benci benci aja, gak perlu pura-pura mengagumi dalam diam.


Bila perlu aku juga akan meminta penjelasan tentang apa saja yang sudah dia curi dari HP Melan.


Tapi aku masih sangat hafal gaya sok cool dia, senyum, melirik sepintas lalu pergi. Nyebelin banget emang.


Sepertinya aku harus kerjasama sama Melan, harus membuat rencana terlebih dahulu, supaya berhasil membuat dia buka suara.


Yang pasti menjauh dari lingkungan rumah, karna kluarga menjadi sangat sensitif kalau sudah ikut terlibat.

__ADS_1


Urusan anak muda, bisa menjadi lebih rumit kalau sudah sampai ke telinga orang tua.


__ADS_2