KALAU SUDAH JODOH

KALAU SUDAH JODOH
Keteguhan Hati


__ADS_3

Beberapa hari setelah acara pernikahan kak Maryam aku tidak melihat ustadz Billal di pesantren. Ternyata ada satu hal yang tidak aku ketahui mengenai profesi ustad Billal. Ternyata beliau menjadi juru bicara bahasa Arab di Keraton.


Selain karena waktu pelajaran yang masih jam kampus, maklum murid suka bolos juga. Sudah gak suka sama ustadz nya, gak faham pula dengan materi. Jadilah serba terhambat, waktu juga kemauan.


Setelah terbebas beberapa hari, kali ini ustad Billal menemui ku selepas solat Asar. Karena hari minggu ini seharian aku tidak keluar dari pesantren. Ada materi yang harus aku siapkan untuk mengisi kelas hari senin besok.


"Kayra, boleh bicara berdua" aku sudah berfirasat. Arah pembicaraan tidak akan jauh dari hal yang terjadi kemarin. Dan seperti biasa aku mempersilakan ustad Billal untuk duduk di bangku teras.


Aku matikan laptop sesaat setelah ustad Billal duduk di seberang ku.


Aku masih terdiam menunggu Ustad Billal yang memulai pembicaraan. Tapi nihil, ustad Billal tak kunjung bicara.


"maaf, ada apa ya Ustad" tanya ku memecahkan keheningan.


"ingin bicara soal yang kemarin saja sih. Kemarin itu rasanya terlalu mendadak dan dengan situasi yang seperti itu membuat saya berhenti berfikir untuk sesaat"


"silahkan ustad jika masih ada yang ingin di tanyakan" tak ada sedikitpun keraguan,ke khawatiran atau pun ketakutan kali ini.


"jadi... keputusan kamu yang kemarin itu apa sudah benar-benar matang?" tanya ustad Billal kembali dengan tatapan yang mengintimidasi.


"InsyaAllah, saya sudah mantap dengan keputusan yang kemarin" kali ini aku balas tatapan ustad Billal dengan ketegasan.


"mengenai hal apa yang membuat saya mengambil keputusan itu, maaf saya tidak bisa memberi tahukan semua" aku kembali melanjutkan kalimat ku sebelum ustad Billal kembali bertanya banyak hal.


"tapi saya sudah tau tanpa kamu katakan.


Ada seseorang yang sudah memenuhi hati kamu kan.


Dian,kalian punya ikatan perasaan"


Deg, harus ku katakan apa? Aku tidak lupa jika ustadz Billal memiliki kemampuan lebih. Tapi aku tidak boleh salah bicara. Tidak perlu juga ustadz Billal tau tentang hubungan ku dengan Dian.


"seperti yang ustad bisa ketahui.


Bukankah ustad lebih tau banyak hal tentang sebuah jodoh, pernikahan?" kali ini aku kembalikan pertanyaan, supaya bukan hanya aku yang merasa di hakimi.

__ADS_1


"yah, andai saja kamu mau mendengar lebih banyak hal tentang sebuah pernikahan. Dari segi pandang al Quran, hadis, al kitab..... " kalimat ustad Billal menggantung.


"maukah kamu memberi saya waktu dan kesempatan sekali saja untuk menjelaskan lebih banyak tentang sebuah pernikahan? Siapa tau dengan begitu kamu bisa membuka perasaan kamu untuk saya.


Kamu belum mencoba untuk mengenal saya lebih dekat kan?


Jika saya membicarakan tentang perasaan saya sendiri, rasanya itu terlalu labil"


Kenapa ustad ini belum menyerah juga, ya Allah ujian apalagi ini. Hati ku dag dig dug, bingung mau berkata apa. Rasanya di PDKT in sama seseorang itu, ah TIDAK.


"maaf ustad. Tapi untuk saat ini saya masih punya tujuan yang ingin saya kejar. Saya belum siap lahir batin untuk menjalani sebuah pernikahan. Dan lagi saya tidak punya banyak waktu untuk mencoba mengenal ustad lebih jauh"


aku tak boleh kalah tegas dengan ustad Billal. Aku tidak ingin siapapun menggoyahkan hati ku.


"Kalaupun tentang perasaan saya dan Dian, itu terjadi secara alami sudah sejak lama. Sejak kecil kami saling mengenal. Bukan karena saya meluangkan waktu untuk mengenal dia"


kali ini kembali ku tekankan bahwa hubungan ku dengan Dian tidaklah instan. Aku tidak ingin ustad Billal berpendapat apapun tentang perasaan ku terhadap Dian.


Mungkin secara agama memang ustad Billal jauh lebih faham tentang sebuah pernikahan. Tapi aku tidak ingin siapapun mengintimidasi perasaan ku.


Aku merasa terlalu awam untuk bisa sejajar dengan ustad Billal. Bukankah jodoh itu sekufu? Bukankah jodoh itu cerminan dari diri kita?


Sebelum ustad Billal berkata panjang lebar dengan menggunakan dalil dalam al Quran, yang sudah pasti aku ➖ memahami itu. Terlebih dahulu aku yang menegaskan pada beliau "maaf ustad, sekali tidak tetap tidak. Saya sudah memberikan keputusan dan itu final"


"astagfirullah hal adzim. Iya-iya, maaf jika saya terlalu memaksa kamu. Mungkin memang kita belum berjodoh.


Setelah ini kamu tidak perlu takut atau canggung terhadap saya. Saya tidak masalah. Sekali lagi maaf jika saya sudah membuat kamu takut.


Saya pamit, assalamu'alaikum"


"waalaikumsalam warohmatulohi wabarakatuh"


Bercakap kami telah selesai. Semoga ini menjadi percakapan terakhir mengenai hubungan ku dan beliau.


Aku merasa lega. Satu hati terselesaikan. Semoga hati ustad Billal setegar kalimat yang beliau ucapkan. Masa iya seorang ustad patah hati? aku tertawa sendiri dalam hati.

__ADS_1


Udara sore ini terasa dingin, selepas kepergian ustad Billal aku mematikan laptop dan kembali ke kamar.


"cie, yang habis berduaan" goda Siska.


"bertiga, sama laptop" jawab ku


"berempat sama meja, berlima sama kursi..... terus aja gitu" Siska melanjutkan kalimat dengan bercanda.


"udah clear, satu nama dihapus dari daftar" kali ini aku berbicara serius, tapi entah dari arah mana.


"jadi, maksud kamu... ustad Billal udah resmi di tolak? " Siska bertanya dengan antusias.


"ya gitu deh. Beliau udah bisa menerima kalo aku menolak mengenal dan menikah dengan orangnya"


"Waaah, kasihan sekali si ustad patah hati 😭" Siska mengeratkan pelukan nya terhadap bantal sambil bergaya menangis.


"apaan sih, Lebay. Udah ah, Siap-siap yuk sebentar lagi adzan magrib" aku mengalihkan pembicaraan.


"mau ke mushola tetangga maksudnya? " tanya Siska.


"lha ngapain, di depan aja ada masjid. Kenapa mesti ke mushola" jawab ku.


"eh, kirain mau samperin kesayangan Rahardian, kasih kabar gembira gitu kalo satu saingan dia udah hilang" malah bercanda lagi nih anak.


"tau ah Siska. Gak turun juga dari kasur, aku tinggalin nih" ucap ku sambil beranjak ke kamar mandi untuk wudhu.


"iya-iya, jadi bawel sih Kayra. Adzan juga baru di kumandangkan"


Perdebatan ku dengan Siska selesai dan kami berjalan bersama menuju masjid.


__________________TBC________________


Hay, maafkan jika bab ini kurang greget. Author kurang bakat jadi orang jahat 😁


Karya pertama, maafkan jika banyak kurang yaa

__ADS_1


Tetep dukung ok, jangan lupa tinggalkan jejak


😍😍😍 buat semua pembaca


__ADS_2