KALAU SUDAH JODOH

KALAU SUDAH JODOH
Umpan


__ADS_3

Sepertinya memang harus di konfirmasi apa maksud anak-anak selalu menjadi kan aku umpan di setiap tahun ajaran baru.


Karna ulah anak-anak lah sering kali aku mendapat cap kurang baik dari para siswi. Menaikkan pamor di mata para siswa dan menjatuhkan nama baik di mata para siswi.


Menyebalkan bukan?!


Padahal sama sekali tidak pernah aku inginkan hal itu.


Dulu berawal dari kak Jo, tak disangka masih saja berlanjut setelah kelulusannya dari sekolah ini.


Mungkin karna aku yang tidak mudah baper seperti anak-anak lain saat digoda. Itu menjadi tantangan tersendiri bagi para cowok. Sekalipun tak jarang mereka yang selalu aku abaikan pada ahirnya menyimpan kemarahan dan mengatai aku. Aku hanya selalu berusaha tersenyum dan berlalu. Selama tidak melukai fisik ku atau menyentuh tubuh ku, aku tidak terlalu menghiraukan.


Bahkan tak hanya cowok, banyak juga para cewek yang sering kali mencibir. Bahkan mulut cewek lebih nyinyir dari cowok.


Aku sih masih tahan, tapi justru 3M yang sering kali kesal dan membalas umpatan mereka.


Dan karena tanggapan 3M, menjadikan persahabatan kami bermusuhan dengan grup persahabatan kelas sebelah.


Yang dulu Siska (ketua grup sebelah) menyukai kak Jo, setelah kelulusan nya menjadi berpindah hati ke Indra (Ketos yang menjabat saat ini).


Entah memang dia berpindah hati, atau hanya untuk mencari keributan dengan ku. Karena itu terjadi setelah ributnya anak-anak OSIS yang sengaja Menjodoh-jodohkan aku dengan Indra.


Indra memiliki kepribadian yang bertolak belakang dengan kak Jo.


Kak Jo memang tidak pernah meninggalkan solat, tapi Indra lebih religius dari itu. Bahkan Indra juga menjaga solat sunahnya. Indra membawai ekskul Dakwah Islamiyah.

__ADS_1


Dulu awal-awal menjabat ketos Indra memang sempat menunjukkan perhatiannya.


Tapi aku memperingati nya, bahwa tidak harus ada drama pencitraan.


Entah kali ini ulah siapa, yang kembali menjadikan aku umpan untuk pencitraan. Kenapa juga harus kembali sama Indra.


Aku berharap ini benar-benar hanya sebuah drama. Karena setelah aku peringati Indra dahulu, ia menjadi berbeda saat berdua bersama ku saja. Menjadi lebih diam tak banyak bicara. Bicara pun tak pernah keluar dari konteks.


Semoga tidak ada hati yang tersakiti, korban atas drama ini.


Ditengah anak-anak yang sedang riuh aku melihat sekilas kearah Indra. Tidak nampak protes darinya. Tapi aku merasa akan lebih banyak lagi umpatan andai saja ada adek satu tingkat lagi yang menjadi fans si Indra. Pasti bakal ikutan nyinyirin aku.


Saat ini posisi ku sudah berada di tingkat 3. Belajar dengan tenang itu yang seharusnya.


Siska memang tidak bergabung di OSIS, tapi salah satu teman karibnya ada yang menjadi anggota OSIS. Sehingga sudah bisa dipastikan gonjang ganjing apapun yang terjadi di OSIS sampai di telinganya dengan cepat.


Sudah cukuplah dulu beberapa kali aku berdebat sama Siska, hanya karena tuduhan yang tidak benar. Jangan terulang lagi, jangan. Beban mental ku terhadap Rahardian saja belum mampu aku kuasai. Hati dan fikiran ini masih belum berhenti bergejolak.


Sekian lama berada dalam pikiran ku sendiri. Ahirnya sesi drama selesai. Peserta MOS memasuki kelas masing-masing.


Sampai aku lupakan bahwa ada adek diantara ratusan siswa baru itu.


Rupanya beberapa tahun silam dengan saat ini kondisinya telah berbeda.


Semoga saja dia tidak berprasangka buruk dulu terhadap ku. Dan satu hal yang paling penting, jangan sampai adek lapor ke ayah tentang aku yang menjadi primadona sekolah.

__ADS_1


Haha,sebenarnya kurang PD menyebut kata primadona, lantas kata apa yang lebih tepat ya?


Semua anggota OSIS tengah berkumpul di ruangan untuk mengisi buku absen sebelum kembali terjun ke kelas masing-masing.


"Sesil (teman karib Siska), tau gak sih siapa yang bikin acara makek nama ku buat jadi umpan? "


sengaja aku bertanya pada Sesil, berharap dia bisa berfikir dan tidak memberi laporan yang salah pada Siska.


"tuh... si Dimas" jawab Sesil singkat.


Entah benar atau tidak, tapi memang dialah yang suka iseng setelah lengsernya kak Jo. Bahkan sudah seperti watak yang menurun saja.


Ada yang perlu di luruskan, tapi tidak akan semudah itu. Terlagi pengumuman itu di dengar oleh siswa satu angkatan.


Baiklah, sepertinya aku harus bersabar. Melepaskan mereka pergi memasuki kelas masing-masing.


Drama baru saja dimulai, dan sesuatu yang dimulai harus diakhiri bukan?!


_______________^_^_______________


"yang pendek bikin kurang greget ya??


sabar dulu dewh, konfliknya masih dibuat rata. Baru pemanasan, biar Kayra gak oleng kalau konflik yang sebenar nya muncul.


Sabar ya, seperti kata Kayra.

__ADS_1


Trimakasih sudah membaca 🙏😘


__ADS_2