KALAU SUDAH JODOH

KALAU SUDAH JODOH
Kehidupan Baru


__ADS_3

Pagi ini menjadi pagi yang sangat berbeda. Berada di kamar yang berbeda, dengan suasana yang berbeda pula.


Jika biasanya pagi ku penuh ketenangan, mulai sekarang harus terbiasa dengan suasana riuh bahkan mulai sebelum subuh.


Itu aku, lain halnya lagi dengan Siska yang baru bangun saat akan pergi ke kampus saja. Entah jam berapa dia biasanya solat subuh, atau mungkin solat jika kebetulan saja, hehe.


"Kayra, nonton apaan sih kamu. Berisik tau" adzan subuh aku sudah mengakhiri tidur panjang ku. Padahal aku tengah duduk tenang berdzikir dan suara berisik itu dari luar kamar. Terdengar suara santri yang sudah mulai riuh memulai aktifitas.


Siska menutup telinganya menggunakan bantal. Aku hanya melihat sekilas. Tak lama kemudian suara pintu di ketuk. Kak Maryam membuka pintu.


"oh, Kayra sudah solat. Kakak kira belum tadi, mau ngajak solat bareng" ucap kak Maryam dengan tetap berdiri di ambang pintu.


"Siska itu kak bangunin aja. Kebiasaan bangun siang dia" ucap ku sembari merapikan mukenah. Sementara yang disebut namanya tidak bergerak sedikitpun.


Aku berdiri dan menghampiri Siska. Aku goyang-goyangkan badannya. Benar-benar tidur pulas ini anak, mungkin saja tengah bermimpi entah kemana. Padahal baru beberapa menit saja setelah tadi sempat bersuara.


Kak Maryam menyuruh ku untuk membiarkan nya saja. Tapi sampai kapan, Siska harus mulai terbiasa bangun pagi. Jika tidak dimulai dari sekarang dan jika bukan aku yang melakukannya, mau siapa lagi. Tega tak tega aku sengaja membunyikan jam weker tepat di telinga nya. Sontak dia kaget dan terbangun. Hampir saja jam weker melayang ke lantai jika aku tidak segera berteriak


"Hai, ini di PESANTREN" Siska mengerjapkan matanya, tapi lagi-lagi dia membaringkan tubuhnya ke kasur.


"hawh, kamu ganggu orang lagi mimpi indah aja" ucap Siska sembari terus berbaring.


"kebanyakan mimpi gak bagus. Nyatanya hidup gak seindah mimpi" aku duduk di sebelah Siska berbaring, dengan nada lemah karena kembali mengingat semua hal tidak menyenangkan dalam hidup ku.


"masa kecil itu seperti mimpi, begitu indah. Hal sederhana saja sudah membuat begitu bahagia. Namun sekarang kenyataan sangat berbeda, kenyataan nya hidup ku begitu menyedihkan. Aku dan dia seperti bumi dan langit, bahkan aku tidak berani berharap untuk bisa kembali bersatu seperti masa kecil dulu. Sekalipun itu bukan dalam hubungan asmara" aku merebahkan tubuh ku di samping Siska dan kembali menerawang kenangan masa kecil dulu.

__ADS_1


"nostalgia aja terus, aku solat subuh dulu" aku ikut berbaring, eh Siska malah meninggalkan aku sendiri.


Ini hari pertama ku di pesantren, aku belum tahu apa yang harus aku lakukan. Jadi aku keluar kamar dan mencari keberadaan kak Maryam. Ternyata kak Maryam berada di kediaman bu nyai.


"assalamu'alaikum" sapa ku. Kak Maryam tengah di dapur bersama bu Nyai dan beberapa santri putri sedang memasak.


"sudah bangun Kayra" bu Nyai menyapa ku.


"mana temannya, Siska ya" bu Nyai kembali bertanya.


"masih solat subuh ummi, nanti akan menyusul" jawab ku.


Kemudian aku ikut membaur mengerjakan apapun yang aku bisa. Sembari berkenalan dengan santri-santri yang ada disana. Mereka memang sering membantu bu Nyai di dapur untuk mengisi waktu senggang, dilakukan bergantian bagi siapa yang sedang tidak ada tugas. Karena usai subuh tidak boleh tidur lagi, sehingga setelah mengaji subuh mereka memilih membantu bu Nyai sembari menunggu waktu sekolah tiba.


Itulah hebatnya anak-anak pesantren yang sering kali membuat aku kagum. Sebelum subuh sudah rutin untuk solat Tahajud dan setelah subuh pun tetap tidak tidur. Sehari penuh dengan kegiatan sekolah, setelah sekolah kegiatan pondok, smpai malam tiba. Dan begitu seterusnya. Benar-benar di gembleng. Mungkin inilah awal dari ketenangan batin yang sebenarnya.


"jadi ngrepotin kakak terus" ucap ku singkat.


"gak kok, nanti sekalian ada perlu sama pak Nicholas" kak Maryam memberi tahu.


"okelah kalo begitu, gak nolak deh" ucap ku sambil tersenyum lebar. Awalnya aku dan Siska akan naik kendaraan online saja jika memang kak Maryam masih ada kegiatan di pesantren. Karena selama ini kan kak Maryam juga membantu pembukuan di pesantren.


Dengan bekerja sama segala sesuatu menjadi lebih mudah dan cepat. Tak butuh waktu lama masakan telah terhidang di meja. Adek-adek santri segera meninggal kan kediaman utama untuk bergabung sarapan bersama teman-teman yang lain. Karena di pesantren ini di sediakan dapur umum yang bahan mentahnya di dapat dari kebun pesantren. Para santri pun di ijinkan terlibat dalam perawatan nya, setiap hari minggu bagi yang tidak ada kunjungan orangtua boleh bergabung di kebun bersama pekerja.


Sepertinya aku tidak akan bosan tinggal di tempat ini, banyak hal yang bisa di kerjaan. Dengan ini aku akan menjadi sibuk sampai lupa untuk mengingat nama DIAN dan JOHAN.

__ADS_1


Aku kembali ke rumah kak Maryam untuk memanggil Siska sarapan. Itu anak tidak menyusul ku ternyata sedang mengutak atik taman bersama keluarga pesantren yang lain.


"darimana? " tanya Siska begitu melihat kedatangan ku.


"rumah utama, bantu masak. Sarapan yok" tidak lupa aku tersenyum pada sosok yang bersama Siska.


Setelah Siska mencuci tangan, kami berpamitan untuk menuju rumah utama.


Seperti tamu istimewa saja, makan satu meja bersama orang terpenting di pesantren. Kali ini masih bersama kak Maryam, mungkin nanti aku akan meminta untuk bergabung bersama para santri yang lain saja.


Sarapan selesai, aku, Siska juga kak Maryam membantu ummi membersihkan meja makan.


"kalian tidak perlu sungkan makan bersama disini ya, ini belum seberapa, biasanya lebih banyak anggota keluarga yang lain. Hanya saja sedang mencari ilmu masing-masing,jadi sepi" bu Nyai berbicara padu ku juga Siska. Kami hanya bisa mengangguk.


Padahal kali ini sudah sangat tidak enak hati karena diistimewakan, bagaimana mau ijin untuk bergabung bersama santri yang lain, jika belum berkata saja sudah diminta untuk tetap tinggal. Lagi-lagi kak Maryam, haruskah aku kembali meminta tolong pada kak Maryam untuk berbicara pada ummi?


________________^_^_______________


hal-hal, ada yang pernah diistimewakan, bagaimana nih perasaannya?


bolehlah kasih bicoran dikit, coment coment gitu 😆


maafkan author yang suka up seSempatnya, semoga masih ada yang setia menunggu kelanjutan kisah Kayra


😘😘 kecup jauh jika masih ada yg menantikan daku, eh.... Kayra maksudnya

__ADS_1


sekian dululah, author pamit. Tetap jaga ibadah nyata di bulan suci ramadhan 😍


LIKE, VOTE, COMENT itu bonus. Dapat di syukuri, belum dapat.... semoga ada yang berbaik hati ngasih 😇 pahalanya di lipat gandakan lho 🤭


__ADS_2