
Tak lama setelah kami duduk adzan Dhuhur terkumandang.
Kak Gilang meminta untuk bergesar, berpindah tempat duduk sebelah jendela
"geser bentar dek... kakak mau tayamum"
hemmp... kakak aku satu ini, sudah ganteng, soleh, ramah, pinter, wawasan luas. beruntung yang jadi jodoh mu kak
Tak lama selesai solat, kak Gilang sudah ambil posisi wenak dan segera memejamkan mata. Tentu saja, sampai sudah jam 2 pagi, pagi-pagi sudah bangun, siang sudah berangkat lagi. Tapi nampaknya sudah biasa bagi seorang yang sudah terbiasa ke mana-mana, Pecinta Alam gitu.
Beruntung juga aku punya Kakak macam kak Gilang.
Ku lirik Melan... yang juga sudah memejamkan mata ternyata.
Kasihan, punya kakak yang bisa dibilang seumuran.... setidaknya masih samalah dunianya, malah seperti itu,cuwek bebek spt orang lain saja.
"dek... gak usah ikutan tidur sih"
dia nampak sedang asik mendengarkan musik dengan headset menempel di telinga.
hempp... kalau begini mah auto di kacangin juga. Yasudahlah ikutan ke alam mimpi.
seperti biasa Melan..... dimana ada kamu disitu ada aku.
hhhh bisa ya aku menyusup ke mimpi kamu? ¿
Mau seenak apapun duduk di bangku kelas bisnis, tetap saja kereta jalannya ogreek ogreek ogreek.
Tak begitu jelas kebisingan terdengar, benar tidur atau hanya sekedar memejamkan mata, sampai ahirnya aku benar-benar terbangun ketika merasakan ada jari yang mentoel toel kepala ku dari belakang.
Terang saja aku kaget.
Begitu aku lihat ke arah belakang, ternyata ada anak balita cowok yang tengah mengoceh dengan bahasa bayi, mungkin dia mengatakan sesuatu... hanya saja aku tidak memahaminya karna tidak pernah berinteraksi.
"eh.. maaf ya" ucapnya sungkan melihat aku yang menoleh dengan tatapan tanda tanya
"aduh, Nando.... kamu menggangu kakak itu saja. Sana balik sama mama di bangku belakang" lanjutnya, nampak merasa sungkan.
"gak apa kok, cuma kaget saja"
ucap ku sembari tersenyum agar lelaki itu tidak merasa tak enak.
sementara si bayi mungil itu masih saja asik mentoel-toel dan sesekali tertawa bernada gemas.
ternyata dia memainkan bantal leher ku. Yang tak sengaja menyenggol kepala ku karna goyangan dari kereta mungkin.
ya, bantal leher ku ini lunak.... dengan isian bulir-bulir kecil yang apabila disentuh menimbulkan rasa gemas, geli, aku saja suka memainkannya. Dan lagi, bantal ini juga bisa dibentuk motif hewan lho.
Akhirnya aku lepaskan bantal itu dari leher ku.
Dan terang saja, si bayi mengeluarkan suara rengekan yang lebih keras, bertanda bahwa dia tidak ingin bantal itu aku ambil.
"hay adek.... tunggu sebentar ya, kakak buatkan sesuatu" ucap ku, mencoba menenangkan balita kecil itu.
setelah beberapa saat aku putar-putar dan..... jadilah sebuah boneka panda.
kemudian aku tunjukan pada balita kecil itu. Nampaknya dia menyukai boneka itu.
aku ulurkan tangan, supaya si adek bisa meraihnya
"eh gak usah, nanti jatuh mala kotor"
yang besar nolak... yang kecil ingin...
"gak apalah, nanti bisa dicuci. kasihan daripada nangis"
"dipinjam dulu ya" ahirnya dia ambil boneka itu dari tangan ku.
"mana ibunya? "
kepo-kepo dikitlah... siapa tau jodoh, 😂😂😂
karna kulihat disebelah lelaki itu anak gadis berusia SD, dan di depannya lagi ada seorang nenek dan lelaki tua.
"ini anak kakak, duduk di belakang, tadi habis dari kamar mandi... dianya mau ikut aku"
"ekhm gitu"
aku lihat adek, tidur... pulas.
kak Gilang... masih pulas.
Melan... pulas juga.
enak banget sih mereka bisa tidur pulas
sudah pasti aku gak bisa tidur lagi.
ku keluarkan handphone dari tas, tidak ada pesan masuk.
setelah kejadian tempo hari yang nomor ku di sebar seenaknya di pinggir jalan, jadi banyak pesan iseng masuk.
ahirnya aku ganti dengan nomor baru. Hanya orang terdekat saja yang tau, jadi terang saja handphone jadi sepi.
"kamu sendirian aja" kembali ada pertanyaan dari lelaki di belakang.
"enggak, ini semua saudara ku"
sementara si balita nampak ngoceh2 sendiri bermain boneka yang aku pinjamkan.
"tujuan mana? "
"Banyuwangi" jawab q singkat
"waaa sama donk. Banyuwangi mana? "
"apa ya...stasiun Glenmore atau apa ya, baru sekali ini sih pergi kesana naik kereta"
tiket juga di pegang kakak komandan
"oh iya, bener. Kalo aku Rogojampi. stasiun kota.
kamu asli Jogja ya berati" imbuhnya
"iya, mau ke Banyuwangi liburan semester"
"ekhm... kelas berapa, 11 naik ke 12. kalo kamu? " kali ini gantian aku yang tanya balik.
__ADS_1
sama orang asing aja ramah, a Ware...
iya sih. gak bakalan juga ketemu lagi
setelah percakapan kami beberapa saat, ibu si balita menghampiri, mengajak kembali ke tempat duduk semula.
tidak ada penolakan dari si balita, mungkin dia sudah puas bermain-main.
"ini bonekanya, trimaksih ya"
dia kembalikan boneka itu pada ku.
"kalo boleh tau siapa nama kamu"
hemp... cowok, pada ahirnya ngajak kenalan juga
"Kayra" aku tersenyum
"aku Remond" nampak senyum pula di wajahnya
ecieee dapat gebetan 😄
Ku lihat jam di handphone, sudah jam 16.10
aku toel-toel kaki kak Gilang, mungkin saja dia mau solat Asar dulu.
"kak... kakak... mau solat Asar dulu gak, sudah jam 4 lewat"
tak lama dia terbangun, tengok kanan kiri
"oh iya, sudah nyampek mana ini? "
"nyampek jalan yang pasti"
boro-boro aku tau, perjalanan saja baru sekali ini.
kemudian kak Gilang berdiri, mungkin mau ke kamar mandi.
mendengar percakapan ku sama kak Gilang, Melan ikut terbangun.
"jam berapa ini Kay" dengan nada serak khas orang bangun tidur.
bener bener tidur tuh anak.
"jam 4 lebih" jawab ku singkat.
"sudah sore, kita mandi dimana? "
"hah??? mandi??? kamu masih ngimpi Mel" ucap ku heran
"trus kita gak mandi sampe besok pagi"
"pakek aja parfum... sudah harum" jawab kak Gilang begitu dia kembali dari kamar mandi.
"awh... kakak" jawab Melan singkat.
"iyalah. Apalagi kalo naik gunung, sampe seminggu gak mandi pun terlaksana" jawab kak Gilang dengan serius
Melan dan juga aku hanya membelalak kan mata, nelen ludah
sementara aku sudah menahan perut yang sedari tadi sudah protes.
ada beberapa petugas kereta berlalu lalang menjajakan makanan. Ya, karna di dalam kereta sudah sangat bersih, rapi, bebas dari pedagang asongan. Berbeda dari jaman dahulu, yang sering aku dengar di berita....bahkan pencopetan di dalam kereta api marak terjadi.
"Mel... popmie yuk"
"boleh" jawab dia singkat
"kak Gilang mau popmie"
"iya"
lebih singkat dari jawaban Melan, hemat kata... apa hemat tenaga
"adek tuh bangunin juga, mau gak" usul Melan
"biarin ajalah, masih pules gitu. Nanti aja beli lagi kalo dia sudah bangun"
ahirnya ku panggil mbak penjajak makanan, ku pesan 3 popmie dengan rasa yang sama. Ayam bawang
Sementara kami sedang melintasi hutan-hutan saat ini, hari sebentar lagi gelap.
"lama ya... gak nyampek-nyampek, sudah pegel semua ini" ucap ku
"masih lama, besok subuh kita nyampek"
beneran bermalam di kereta, auto gak bisa tidur nyenyak dah
popmie sudah di tangan kami masing-masing.
Karna sepuluh menit lagi adzan magrib, ahirnya aku bangunkan si adek.
"dek... adek. bangun... mau magrib"
dia mah, rada susah bangunnya. gak di rumah... gak di kereta... sama saja
Kak Gilang iseng juga, melihat adek yang gak bangun-bangun, ahirnya gelas popmie itu dia dekatkan ke lubang hidung adek.
"hhaatcuhh"
dan... yak... dia langsung bersin. Manjur deh
"ah kakak Gilang" dia mendorong tangan kak Gilang
"molor terus... pindah tidur apa" timpal ku.
"lha... popmie aku mana? gak dibelikan? "
langsung sadar makanan ternyata biarpun baru bangun tidur.
"mau beli sendiri apa join sama kakak" aku menawarkan
"ya sudah sini sama kakak aja, nanti mau makan kue yg dibuat mama"
"oh iya... kenapa gak kepikiran sama kue buatan mama" padahal perut teriak-teriak dari tadi
kepikirannya sama cowok yang dibelakang tadi yaaaa
__ADS_1
hayyo ngaku
Malampun datang, gelap menyelimuti, udara dingin mulai menyusup. Aku berdiri untuk mengambil jaket di tas.
Tak penting lagi saat ini sudah sampai mana, harapannya sudah besok subuh saja.... keluar dan menghirup udara bebas.
nyamannya berbaring gulung-gulung dikasur.
Malam semakin larut, mulai nampak keheningan. Setelah bosan bermain medsos, yang tak lain mencari Tempat-tempat rekreasi di Banyuwangi ku simpan kembali handphone ke dalam tas.
aku kembalikan bantal leher ke bentuk semula kemudian aku pasang. Bersiap untuk berselancar di alam mimpi, semoga bisa tidur nyenyak,biar muka gak kusut-kusut amat besok pagi.
Setelah beberapa kali terbangun karna goncangan pada kereta, ahirnya terdengan juga suara adzan subuh. Alhamdulillah.... ada rasa lega, perjalanan sebentar lagi
siapa juga yang ngotot mau naik kereta, hayyo
Perlahan senja datang, warna jingga nampak di ufuk timur. Kemudian berangsur menjadi kuning. Peringatan dari pihak kereta bahwa sebentar lagi akan singgah di setasiun Rogojampi.
"owh... ini. Dia turun berarti" fikir ku.
dan terang saja, seseorang menepuk bahu ku.
"trimaksih ya. Selamat datang di Banyuwangi Kota Gandrung. Selamat berlibur. Ini nomor telepon aq, bisa mampir kalau berkenan"
kemudian aku ambil secuil kertas yang dia berikan, dan senyuman mengakhiri kalimatnya sembari pergi menuju pintu gerbong.
"cie cie... gebetan baru" ucap Melan menggoda
"cepet banget kamu dapatnya dek, kapan itu? "
kak Gilang mempertanyakan waktu, terang saja... mulai naik sampe mau turun lamaan meremnya daripada meleknya.
"dia mah.... primadona di sekolak kak" Melan, Lagi-lagi malah kompor.
Kereta kembali berjalan, tadi sempat aku search..... setelah stasiun Rogojampi 8 stasiun lagi baru sampai di stasiun Glenmore.
Hemp, tarik nafas panjang, duduk tenang lagi.
dan.....
KKRIIINNGGGG
"mama memanggil"
bunda ratu absen pemirsa
"assalamu'alaikum ma"
"waalaikumsalam, sudah sampai mana? "
"barusan sudah stasiun Rogojampi, mungkin sebentar lagi sampai"
"gak ada yang mabok perjalanan? "
boro-bork mabuk ma, pada merrem semua
"ya sudah, nanti kabari mama kalau sudah sampai"
mama mengakhiri percakapan.
Tak terasa 2 stasiun lagi akan sampai. Ternyata jaraknya dekat-dekat walaupun 8 stasiun, sehingga jarak tempuh sebentar.
Berati Banyuwangi punya banyak setasiun yah... tapi ya gitu, setasiun kecil-kecil.
Pengumuman kembali berbunyi, kereta memasuki setasiun Glenmore. Alhamdulillah.... sangat lega.
Hampir sehari di dalam kereta, rasanya.... sudah pengen kabur aja.
"ini kak setasiun nya? " tanya Melan
"besar ya kak" ucap ku
"kak... mau pipis dulu" eh adek, langsung belok saja
Kami tunggu di tempat duduk kedatangan.
Setelah beberapa saat dia keluar, dan kami segera menuju parkiran.
"kak... aku yang depan" adek langsung nyrobot begitu sudah meletakkan kopernya.
"sudah nih ya, kita langsung pulang" tanya kak Gilang sembari memanaskan mobil
"kalau bisa juga langsung tiduran aja kak, pegel banget"
kak Gilang malang tertawa mendengar ucapan ku.
"emangnya siapa yang ngotot pengen naik kereta" timpalnya
"tuh... si adek"
kak Gilang melihat ke arah adek
"gimana dek.... seneng sudah naik kereta"
"aku sih seneng-seneng aja, not so bad"
jawab adek dengan nada santai
"iya kamu tidur terus dek. aku gak bisa tidur"
"yasudah nanti pulang minta naik pesawat aja"
kalimat kak Gilang mengakhiri percakapan kami, karna mobil sudah terparkir sempurna di depan rumah.
Begitu keluar mobil, disambut udara dingin khas perkebunan, masih terasa begitu asri.... sejuk....
ya, sekitaran rumah bude masih banyak perkebunan, seperti perkebunan coklat juga pohon karet.
Bahkan daerah sini sering dijadikan tempat camping.
^_^
selamat datang di Kota Gandrung.
bab nya puanjang ya, sepanjang rel kereta api 😃
selamat berlibur Kayra, dan Melan.
__ADS_1