
Setelah kepergian kak Jo juga Dian aku kembali melihat kehadiran ustadz Billal yang sedang menemui tamu. Namun ada raut wajah berbeda dari sebelumnya. Dalam hati ada sedikit rasa bersalah, tapi kembali aku tepis perasaan itu. Cepat atau lambat ini pasti terjadi. Karena aku bukanlah Allah, yang bisa membahagiakan semua umat Nya.
Disisi lain, aku juga dapat melihat wajah tak bersahabat dari kak Jo. Entah itu ditujukan pada ku atau pada Dian. Aku hanya berharap mereka tidak bertemu di luar sana dan bertengkar. Siapalah aku ini, hingga harus direbutkan oleh mereka.
Acara resepsi pada sesi ini telah selesai. Ada jeda istirahat sampai nanti selepas magrib dan akan ada resepsi penutupan. Entah dari keluarga yang mana lagi, yang pasti aku sudah pamit undur diri setelah tugas ku selesai. Karena besok aku sudah harus sibuk dengan urusan kuliah.
Aku meninggalkan mama yang masih sibuk mempersiapkan gaun untuk sesi terakhir. Setelah berpamitan pada semua, aku dan Siska meninggalkan kediaman kak Maryam.
"Kay... " Siska mengawali pembicaraan begitu mobil telah melaju.
"iya, apa" jawab ku.
"kamu beneran udah siap mengobarkan bendera perang? " sepertinya aku faham dengan maksud dari ucapan Siska.
"mau gimana lagi, sudah tertangkap basah" jawab ku tanpa beban.
"bukan cuma d.u.a cowok loh ya, tapi t.i.g.a" Siska menekankan ucapan pada kata dua, dan tiga.
"kamu tuh harusnya semangatin aku. Bukannya nakut-nakutin gitu" protes ku pada Siska.
"hahaha, kirain udah jadi strong woman sekarang. Gak butuh lagi semangat dari teman" canda Siska.
"apaan sih. Udah ah, lagi capek. gak usah bahas dulu yang tiga itu. Kaki pegel nih, pengen di pijit" aku merengek. Kaki ku terasa pegal setelah tadi berjam-jam memakai sepatu hak tinggi. Mungkin lain dengan Siska yang sudah terbiasa mengenakan hak tinggi.
"kita mampir ke apotek dulu deh. Beli minyak buat balurin kaki kamu"
"memangnya ada? "
"ada. Dulu awal-awal aku juga sering pakek itu"
Saat melewati apotek Siska membelokkan mobil dan parkir. Dengan nada manja aku meminta tolong pada Siska supaya dia turun untuk membelikan minyak balur yang dia maksud. Beruntung sekali memang punya sahabat baik hati itu, hehe 😄
Sesampainya di pesantren Siska menyuruh ku untuk mandi dan berendam dengan air panas. Lumayan untuk menghilangkan pegal-pegal di badan. Maklum, dia terbiasa dengan perawatan memanjakan diri. Jadi faham dengan yang semacam itu. Dan aku menurut saja.
Benar saja, badan terasa lebih segar. Setelah solat Asar aku mulai membaringkan badan. Tak lupa mengoles minyak balut yang tadi sudah dibeli.
Di sela-sela rebahan aku menghubungi Dian. Ingin memastikan apakah tadi terjadi sesuatu dengan dia dan kak Jo. Jujur aku akui, aku begitu menghawatirkan dia. Entah kenapa, rasa ku begitu sulit untuk di bendung. Apakah karena telah aku akui bahwa ini adalah perasaan cinta?
Dering pertama, kedua, hingga ke tiga tak juga ada jawaban. "mungkin dia sedang sibuk" pikir ku.
__ADS_1
Beralih dari pikiran tentang Dian, di sisi lain akupun masih memikirkan tentang kak Jo. Bukan apa-apa, hanya saja aku tak bisa melupakan semua kebaikan kak Jo terhadap ku. Sekalipun semua itu ada embel-embel nya, yaitu harapan akan perasaan ku terhadap nya.
Aku tidak langsung menghubungi kak Jo. Akan menjadi sangat mencolok jika dengan tiba-tiba dan begitu saja aku menghubungi nya. Akulah yang menjadi plin-plan akan keputusan ku sendiri.
Aku kirim pesan chatt pada adek. Pasti dia tau banyak tentang kak Jo. Dari awal aku meninggalkan rumah, belum pernah sama sekali aku menanyakan keadaan kak Jo pada adek. Bisa ku lihat sendiri tadi, kak Jo nampak lebih kurus. Ada cekungan hitam di bawah kelopak matanya. Tapi apa daya, lagi dan lagi. Aku tidak bisa membuat bahagia setiap orang.
Aku dan adek berbalas pesan. Banyak hal yang aku tanyakan padanya. Entah adek menyadari atau tidak tentang perasaan ku yang sudah terlanjur tertambat pada Dian. Atau justru dia mengira, semua keingin tahuan ku tentang kak Jo karena perasaan cinta. Yang pasti adek menjawab dengan begitu saja. Nampak jika dia peduli pada kak Jo, tapi dia tidak meminta ku untuk berbaikan dengannya.
Chatt harus terputus karena ada panggilan masuk dari Dian
"assalamu'alaikum" ucap ku begitu aku kenekan tombol berwarna hijau.
"waalaikumsalam. Maaf tadi masih ngajar di TPQ" jawabnya memberi tahu. Mungkin dia khawatir jika aku mengkhawatirkan dirinya.
"owh, gitu" jawab ku singkat. Mendengar suaranya saja hati ku sudah damai. Sampai lupa mau bicara apa tadi.
"iya, kenapa? " tanya nya kembali.
"ekhm.... tadi.... gak sampai ketemuan sama kak Jo di jalan kan? " tanya ku menyelidik.
"enggak. Tenang aja. Aku pasti menghindari perkelahian sama dia. Bagaimanapun juga kami pernah bersahabat" ucapnya dengan pasti.
"udah, cuma itu aja? " tanya nya ketika aku diam beberapa saat setelah menanyakan hal sebelumnya.
"ekhem" jawab ku singkat.
"khawatir sama aku atau sama Johan nih" tanya Dian dengan kalimat penuh penekanan.
"sama duanya. Kamu cinta ku, dia sahabat ku" dengan cepat aku melanjutkan kalimat ku. Sebelum Dian salah faham.
"laki macam dia kamu sebut sahabat? bukannya dari dulu dia mengharapkan cinta kamu" kalimat ini menyambar bagaikan petir di telinga. Jelas terdengar nada tak suka dari ucapannya.
"owh, aku salah sebut" aku mencoba menetralisir amarah yang mulai timbul.
"jarang sekali cowok yang baik sama cewek, tanpa sebuah tujuan. Pasti ujungnya juga ada embel-embel 'cinta'. Termasuk ustadz Billal mungkin" hah, kalimat protes macam apa ini,apa dia cemburu?
"kamu cemburu? " tanya ku dengan polosnya.
"sudah dari dulu kalo cemburu sama kamu. Sudah kebal rasanya" tuturnya.
__ADS_1
"tapi kan beda. Kalo dulu itu kamu cemburu gak jelas. Suka bikin aturan gak jelas, bersikap gak jelas, ..... " belum selesai aku bicara Dian memotong ucapan ku.
"iya iya, sayang.
Udah ya gak usah bahas yang dulu. Terlalu panjang. Nanti malah bikin kamu gak enak hati lagi sama aku.
Maaf, maaf, maaf banget. 1000x kata rasanya gak cukup buat minta maaf. Kita lupakan masa lalu ya. Kamu mau kan kita jalani hari baru yang lebih menyenangkan?
Aku hanya minta satu hal, apapun yang terjadi kita hadapi bersama. Jangan pernah menyembunyikan masalah, sekecil apapun itu" kalimat yang melelehkan hati, untung buatan Allah. Buatan manusia mungkin sudah mencair.
Aku diam, menghayati apa yang baru saja Dian katakan.
"Sebentar lagi adzan magrib. Ini jadwal ku jadi muadzin. Sudah dulu ya" karena aku tak juga memberi tanggapan, akhirnya Dian berpamitan untuk mematikan telepon.
Sambungan telepon terputus. Aku masih diam terpaku merasakan desiran hati yang tak karuan. Entah apa yang aku rasakan. Apakah memang seperti ini rasanya jatuh cinta?
*Ya Allah, kiranya perasaan ini benar adanya maka bimbinglah hamba untuk menjemput cinta yang sebenarnya. Pelihara lah rasa ini hingga saatnya tiba. Mudahkan jalan kami untuk meraih tempatnya. Tempat terindah untuk mengukir cinta diatas restu orang-tua.
Ya Allah, betapa hati ini kecil. Betapa diri ini kecil. Maafkan aku yang mungkin menyakiti perasaan umat Mu yang lain. Maafkan diri ini yang serba terbatas. Semoga Kau hadirkan pendamping yang lebih pantas, untuk mereka yang cinta nya tak mampu ku balas*.
Hati ku masih saja berdesir mendengar suara Dian melantunkan adzan. Mushola yang Dian tempati sangatlah dekat dengan lingkungan pesantren. Bisa di bilang berada di balik dinding kamar tidur ku. Hanya saja berada di luar komplek pesantren. Sehingga suara adzan di mushola terdengar lebih jelas daripada suara adzan di masjid pesantren.
Suara adzan yang sudah cukup lama tak ku dengar,bahkan dulu aku pernah membenci suara itu. Ternyata waktu mampu merubah segalanya. Kini sejuknya suara adzan itu menyapu perasaan terdalam ku.
Aku ingat, diantara waktu mustajab terkabulnya doa adalah diantara adzan dan iqamah. Semoga saja doa yang baru saja aku panjatkan dalam hati di ijabah oleh Nya. aamiin
_____________^_^____________
hal-hal, terlalu lama update?
iya nih, sampai dapat surat cinta dari pihak NT 😅
ikut aamiin kan doa Kayra boleh donk ya, supaya diijabah dan cepet nikah.
eh, lho... ya. Kok uda nikah aja, mana nih cerita seru Kayra bersama 3 pangeran yang sudah di janjikan??
readers, mau dilanjutkan gak nih kisah perhelatan cinta 3 pangeran? atau di skip saja????
yukk yuuk, boleh koment. sampaikan keinginan masing-masing
__ADS_1
jangan lupa jejaknya yah 😍🥰😘 LIKE, VOTE, KOMENT, HADIAH