KALAU SUDAH JODOH

KALAU SUDAH JODOH
Makan Malam


__ADS_3

Menata lembaran baru setelah pernikahan bukanlah hal mudah. Ditambah lagi dengan kondisi ku yang tengah berada di fase akhir pendidikan. Lelah letih harus menjadi makanan sehari-hari. Hingga pada akhirnya Dian juga mama mendesak ku agar mau memakai supir untuk antar jemput. Karena tidak memungkinkan jika harus Dian yang mengantar jemput.


Kini aku sudah kembali ke kampus. Arah kampus dengan tempat kerja Dian berlawanan, sehingga kami tetap saja berangkat masing-masing. Kadang-kadang saja, jika aku masuk kelas pagi maka aku akan di antar lebih dulu.


Terlepas dari KKN kini aku pun harus mulai menyiapkan tempat untuk magang. Di sela-sela menyelesaikan laporan hasil KKN, masih harus ke sana kemari lagi bersama tim untuk mencari tempat baru. Setelah tempat sebelumnya resmi di tolak, karena ternyata pak direktur sudah menerima keponakan dia sendiri bersama tim untuk magang di sana.


Tak cukup di sana, sampai di sela jam istirahat pun masih aku manfaatkan untuk tetap mencicil skripsi. Hingga aku punya target "magang selesai, skripsi selesai". Tinggal bersiap untuk revisi jika memang harus. Dan aku rasa hanya satu dari seribu mahasiswa yang bebas dari revisi skripsi.


Bukan aku tak percaya diri, hanya saja berjaga-jaga. Sebab yang ku targetkan lulus tahun ini harus tercapai. Tak muluk-muluk, minimal aku bisa menjalani peran sebagai seorang istri dengan lebih santai. Bisa mengurus suami dengan lebih baik.


Untuk saat ini, beh.... jangan tanyakan. Makan saja aku yang sering kali dia suapi dengan membawa piring makanan ke dalam kamar. Karena aku terlalu sering absen hadir di meja makan.


"sayang....sudah telat lama dari jam makan malam. Ayo sini aku suapin" Lagi-lagi Dian sudah datang dengan sepiring nasi di tangan. Setelah sebelumnya mengantarkan sepiring potongan buah.


Ini adalah bentuk negosiasi dari keputusan Dian yang meminta setiap akhir weekend untuk honeymoon di apartemen tanpa ada gangguan apapun. Jadi ya aku harus di ijinkan untuk mencicil skripsi di sisa waktu yang ada.


"mama masak apa sayang? " tanya ku saat Dian semakin dekat.


"masakan mama udah habis, ini beli nasgor di tukang lewat" kata Dian.


"iwh, kok gitu sih. Masa gak di sasain buat anaknya" gerutu ku.


"iya, mama protes keras. Ngambek. Katanya kamu laptop mulu yang di pikirin" kata Dian serius.


Aku membulatkan bibir.


"sepertinya mertua sama menantu lagi kongkalikong ini" aku meraih piring yang di pegang Dian.


"gak usah, biar aku aja yang suapin"


"aku makan sendiri aja, nanti ngrepotin"


"gak. Kamu tu selalu gak habis kalo makan sendiri. Badan sudah tinggal tulang aja begitu"


"Mana ada aku kurusan. Porsinya aja tuh yang kebanyakan.


Ukuran bra aja makin besar kok" kata ku sambil terus mengunyah.


"telan dulu itu makanan, baru bicara yang bener"


"ewh, iya sayang. Bra aku udah pada sesek tau di pakek. Nanti weekend mau belanja pokoknya. Gak mau ke apartemen"


"owh, tidak bisa. Kan sudah kesepakatan. Jatah cuma seminggu sekali, masa masih mau di potong? Gimana nasib si junior, bisa protes keras. Baru juga dua kali dapat jatahnya"


"baru dua kali, tapi anak orang di sekap di kamar sehari semalam suntuk"


"yasudah, weekend nanti setengah hari setengah malam aja"


Aku pandangi wajah Dian lama-lama. Wajah yang tanpa terasa menjadi candu. Bahkan tanpa ku sadari, namanya saja sudah menjadi candu sejak pertemuan di masa kecil kala itu.

__ADS_1


"biar cepet jadi junior Di_Ka" kata Dian lirih.


"junior dika, siapa itu? " tanya ku heran


"anak kita lah" jawabnya spontan.


Rasanya nasi dalam mulut ku ingin melompat keluar. Sejak kapan ada kesepakatan macam itu?


"udah ah cepetan di telan"


"udah habiskan? Itu juga piring sudah kosong.


Biar aku aja yang bawa turun sayang"


"gak usah, nanti aja" Dian beranjak meletakkan piring di atas meja, tapi berjalan kearah pintu.


kklleekk, suara pintu di kunci.


"kirain mau bawa piring turun, kok malah kunci pintu" tanya ku heran. Sementara yang di tanya malah menyingkirkan laptop dari hadapan ku.


"sayang, mau ngapain sih" tanya ku semakin heran.


"kamu sih ngomongin bra, kan aku jadi kepikiran dalamnya bra" kata Dian lolos dengan jujurnya.


"assastttaaaggaaa sayang, kamu ini ya"


Kini tanpa menunggu persetujuan lagi Dian sudah berani mengeksplorasi seluruh aset yang dia klaim. Kait bra sudah terbuka dan melayang entah kemana. Dan sekarang giliran dialah yang makan dengan Lahab nya isi di dalam bra.


"sayang, mulut ku bau nasi goreng" kini mulai memindahkan ku ke atas kasur.


"gak apa. Aku juga mau icip. Tadi aku kok yang masak"


"hemp?? masak??? sungguh?? "


"iya, mau yang bikin bumbu aku yang masak"


"sayang udah donk, udah merah semua ini. Yang kemaren-kemaren aja belum ada yang pudar"


"gak di kasih bibir sih.


Yaudah bibir bawah aja"


"sayang, sayang, ini masih sore.


Ok, buat malam ini junior boleh ambil jatah. Tapi nanti ya, kalau semua sudah tidur. Ada pengaman nya kan di sini? "


"yes!


Nanti, setelah ini aku beli. "

__ADS_1


cup, cup, cup, cup, cup


suara kecupan tanda ia menyudahi, entah bagian mana saja yang dia kecup, aku menyukai itu.


"sudah kenyang sayang? " ia memakaikan kembali kaos ku, tanpa dalaman.


"sedikit. Nanti lagi. Sudah begini saja, ****, menggoda" suara sensasional Dian yang membuat kadar gemas ku bertambah.


Benar-benar sisi mesum seorang Rahardian yang tidak pernah terpamerkan pada publik.


Siapa sangka, dibalik sisi Dinginnya. Dibalik sisi Tegasnya. Dibalik kewibawaan seorang Dian.


Akulah orang pertama dan terakhir yang akan menjadi saksi dari sisi lain seorang Dian dibalik JASnya. Semoga.


Menjalani hidup bersamanya terasa begitu berwarna. Semua rasa ada dan sudah pernah ku rasakan. Hingga aku merasa tak membutuhkan apapun lagi dalam hidup ku.


Tak ada lagi yang ingin ku lihat, selain dia.


Tak ada lagi yang ingin ku dengar, selain dia.


Tak ada lagi ku cari, selain dia.


Begitupun dengannya, aku rasa.


Akun-akun sosmed miliknya yang dulu hanya berisikan setelah baju jas,almamater sekolah, kini lebih berwarna.


Hampir di setiap moment terpampang foto di sana. Bahkan, foto-foto jadul ku yang dulu dia ambil secara diam-diam, mulai ia tampakan di sana. Dengan caption yang selalu menyentuh hati pastinya.


Setiap kali aku bertanya "kenapa baru sekarang? " karena memang aku tidak pernah tau dengan aktifitas dia yang 'mengagumi', 'mendamba', atau apalah itu namanya. Selalu dia katakan "dulu belum halal". Bahkan hal-hal kecil yang dia lakukan di masa lalu dan baru aku ketahui sekarang, tak kalahnya itu menjadi sebuah kejutan.


Kejutan paling mengejutkan yang sebenarnya adalah, cinta dia yang luar biasa.


Tuhan,


Aku pun mencintainya, dengan segala sisinya.


_____________________^_^____________________


Hay... hallo


Di_Ka lovers 👋👋👋


ada yang sudah nunggu mereka update?


kok author sendiri sampe kangen ya sama kelanjutan kebersamaan mereka.


Maafkan baru bisa update, baru sembuh dari sakit nih. Badan aja masih lemes2, dipaksa nulis saking kangennya sama cerita mereka 🥰🥰🥰


ya sudah lah curhatan nya. Semoga terbayar rindunya buat yang sudah menantikan.

__ADS_1


Trimakasih banyak untuk jejak yang sudah ditinggal kan 🙏🙏


Dukungan kalian jadi obat buat mak author 😘


__ADS_2