
Johan POV
Udara siang begitu panas tapi sayangnya hatiku begitu teduh.
Tidak menunggu acara usai aku dan Kayra berpamitan untuk undur diri terlebih dahulu. Setengah jam lagi Kayra ada kelas dan aku sendiri ada kelas satu jam kemudian. Tapi sebelum itu masih ada tugas yang harus aku selesaikan.
Tadi sebelum berangkat sempat aku kontak Siska sengaja untuk bertanya tentang Kayra. Tentang jadwal dia hari ini. Begitu aku tau kalau dia masih ada kelas lagi aku langsung inisiatif untuk membawa mobil sendiri. Siapa tau dia mau berangkat sekalian bersama ku.
Sebenarnya tidak sering aku ikut acara-acara seperti ini, berhubung ada Kayra jadi aku sengaja ingin ikut. Mungkin saja Kayra butuh teman disana, mengingat dia yang hampir tidak pernah mengikuti acara-acara pertemuan orangtuanya. Terlagi dengan sifat diamnya dia, pasti akan sangat membosankan berada ditengah-tengah orang-orang baru yang belum pernah ia temui sebelumnya.
Benar saja, tanpa aku minta pun Kayra sendiri yang langsung mendekat. Tidak menunggu lama setelah kedatangan ku bersama keluarga, dia sendiri yang meminta untuk pindah tempat duduk.
Kesempatan langka, mengingat beberapa bulan ini aku merasa ada jarak antara aku dan Kayra.
Pucuk dicinta ulam pun tiba.
Aku merasa mendapat banyak dukungan untuk terus memperjuangkan Kayra. Terlagi dengan obrolan antara orang tua kami siang ini.
Entah Papa hanya iseng semata atau memang tau bahwa selama ini aku sudah menyukai gadis itu.
Aku akui, penampilan Kayra selalu menawan ketika mengenakan kebaya. Seperti saat wisuda waktu itu. Pastinya tidak ketinggalan untuk mencuri foto berdua saat bersamanya.
Terang saja banyak mata yang memperhatikan dia, aku rasa bukan hanya ibu-ibu yang berbincang bersama mama. Tapi banyak mata laki-laki muda juga yang memperhatikan. Beruntung aku sudah satu langkah terdepan, dengan duduk dan berbincang akrab dengan Kayra.
Aku jadi merasa akan lebih banyak lagi saingan saat Kayra sudah mulai tampil di khalayak ramai bersama Om Wijayakrama. Bukan tidak mungkin jadi lebih banyak yang melirik Kayra. Jika bukan untuk mereka sendiri, yang untuk anak mereka. Aku jadi teringat dengan kata-kata "laki-laki tampan masih kalah dengan laki-laki mapan". Jadi bergidik sendiri mengingat kalimat itu.
Beruntung aku sudah mengambil kelas percepatan, semakin cepat aku lulus semakin cepat pula bisa mempersunting Kayra.
Tetap saja aku tidak ingin ada yang mencuri start. Sehingga aku beranikan untuk memperjelas apa yang tadi sama-sama kami dengar.
"Kayra" aku memanggilnya sembari terus menyetir.
"iya kak"
"kamu dengar percakapan papa kita tadi kan"
"iya, kenapa"
"itu artinya papa kamu sudah mulai memberi kesempatan jika anak gadisnya ada yang mendekati"
"memangnya selama ini papa ku melarang? "
"yah... kan... selama ini kamu takut pacaran, karena gak diijinkan sama orangtua"
"gak gitu juga sih kak. Aku tuh takut pacaran karena gak mau cuma lulus sampai SMA aja"
hah, susah juga ngomong sama gadis lugu. Dia akan selalu bodoh jika sudah diajak berbicara tentang cinta dan perasaan.
"kan sekarang udah kuliah, berarti boleh donk"
"tetep gak boleh kak. Agama melarang. Karena pacaran itu mendekati Zina"
__ADS_1
aku hanya bisa menelan ludah saat ini. Benar-benar sulit untuk mendapatkan gadis satu ini.
"kak mampir ganti baju dulu lah. Masa iya aku mau ngampus dengan pakaian seperti ini"
"gak apa, lebih cantik"
ku lihat ke arah gadis itu dengan senyum nakal ku. Sengaja untuk menggoda dia. Karena aku sangat suka melihat ekspresi wajah salting dia. (salting\=salah tingkah)
"jangan gitu kak. Nanti makin banyak yang naksir aku. Dosen ku nanti masih single loh, dosen termuda dikampus"
"suka ya kalo banyak yang naksirkak? "
"iyalah, itu artinya banyak yang sayang sama aku. Dari pada di benci hayo"
"tapi sayangnya jadi bencana, seperti waktu itu. 🙁
Ah sudahlah, cari pom bensin terdekat ya kak"
"gak mau" ucap ku masih saja menggoda
"gitu sih kak"
"jawab dulu pertanyaan ku"
"pertanyaan yang mana? "
"dari dulu sampai sekarang, dengan kedekatan kita sejauh ini. Apa kamu masih gak punya perasaan apapun Kay? "
"maksudnya, kamu itu udah mulai suka gak sama kakak. Mulai deh lemot kamu Kay"
"sudah ngatain gak punya perasaan, sekarang ngatain aku lemot. Nyebelin kamu kak"
"hah! gak gitu juga maksudnya. Ayolah Kayra plisss, jawab pertanyaan kakak dengan serius. Lama-lama jadi pengen jitak kepala kamu"
"owh... jadi mau jitak aku. Nih, nih, jitak aja"
"ampun, nih cewek beneran polos ato gimana sih" ucap ku dalam hati.
"jitak pakek bibir tapi ya"
yang tadinya sudah berekspresi kesal malah semakin melotot matanya.
"apes bener hari ini. Tau gitu gak terima tumpangan dari kakak tadi. Disana telinga udah panas, berdenging terus. Cepet pergi pengennya biar cepet adem. Eh gak taunya malah ketemu tuan gombal"
"hahahahah, siapa suruh jadi cewek manis,cantik, imut"
" gini-gini ciptaan Allah kak, gak bisa request "
"iya deh. Ok kali ini jawab dengan baik biar akugal gombalin kamu terus"
"kakak banyak pertanyaan dari tadi"
__ADS_1
"kamu mau gak jadi pacar kakak"
kalimat terahir yang sempat aku ucapkan sebelum dia berlalu untuk berganti pakaian. Mungkin tidak akan mudah untuk bisa memiliki dia, setidaknya dia tidak akan lupa bahwa ada aku yang selalu menantikan dirinya.
Beberapa menit berlalu dan Kayra sudah kembali dengan pakaian yang berbeda. Tetap cantik, bahkan terlihat sangat cantik dengan balutan hijabnya.
"kaka... kakak... kak Jo, hallo"
astagfirullah, mata ku bagaikan tersihir dengan memandangi gadis satu itu. Sampai aku tidak sadar kalau yang dilihati sejak keluar dari kamar mandi saat ini sudah disampingku, bahkan saat ini sedang melambai-lambaikan tangannya di depan mata ku.
"Lama-lama pakei niqab juga aku kak"
"apa itu nigab? "
"cadar"
"hemp, aliran keras! "
"daripada ketemu orang macam kakak, perhatikan Kay sampai gak kedip mata. Udah berapa dosa coba? "
"astagfirullah, iya-iya. Kena ceramah terus dari tadi "
"gimana soal yang tadi? "
mobil melaju meninggalkan pom bensin. Jarak ke kampus tinggal beberapa meter lagi. Aku tidak ingin kesempatan ini berlalu begitu saja.
"kak Jo bawel. Pertanyaan terus gak habis-habis"
"Kayra bawel, udah deh jawab aja. Pokoknya mobil gak sampai di kampus kalo kamu belum jawab" terpaksa aku memberi ancaman, kalau tidak begitu tidak akan selesai. Aku sudah sangat hafal dengan gaya Kayra, yang paling hobby menghindar.
"baiklah jika kakak memaksa. Kayra gak mau pacaran, sampai lulus kuliah"
"oke, aku akan meminta ijin pada om Wijayakrama dan tante Andini Wira Atmaja"
"kakak...... jangan. Aku bisa gak lulus kuliah udah dinikahin"
"nah, ya bagus kan"
"bagus buat kakak buat aku enggak! "
entah apa yang membuat gadis ini begitu bersikeras untuk menolak berpacaran. Apa memang dia tidak menyukai aku? aku rasa tidak.
Apakah ada kaitannya dengan kedekatan dia dan Rahardian?
___________^_^____________
hay readers.... konflik baru sedang dipersiapkan ya. Bersiap lah.
Ada yang tau konflik macam apa? apakah semacam drama-drama sebelumnya??
yang bisa nebak boleh komentar.
__ADS_1
terimakasih untuk yang masih setia mampir 😘😘😘😘😘