
Tak terasa liburan telah terlewati beberapa hari, dengan tidak seharipun diam dirumah.
Capek-capek seneng 😊
Ada Pulau Merah di hari pertama, pulau dengan pasir berwarna merah dan Gundukan Pulau yang menjulang tinggi di tengah pantai.
Kemudian alam bawah air, Bangsring Underwater. Pemandangan yang menunjukkan keindahan alam bawah laut, cocok sekali untuk para pecinta snorkeling
Hari ke 3 beralih sejenak dari dunia air.
Wisata Taman Nasional Baluran, yang waktu itu sempat aku tunjukkan sama Melan. Benar saja, menjelajah di padang savana yang begitu luas.... serasa berada di Afrika saja 🤭.
Banyak spot lain lagi, ada hutan hijau disana, gua Jepang, Teluk dan juga bangunan Candi.
cukup amazing, satu tempat dengan banyak spot keren.
Gimana bisa lelah.... indahnya alam membuat kami melupakan rasa lelah untuk sesaat.
Kemarin menjadi hal yang berbeda, karna perjalanan kami tambah personil.
yah,Remond.... cowok yang bertemu di kereta waktu itu, menyertai perjalanan kami.
Tapi tidak hanya dia, ada juga beberapa orang yang ikut rombongan, entah itu teman, sahabat, atau saudara-saudara dia. Yang pasti kami berangkat dengan 2 mobil, beserta pasukan masing-masing.
Waktu itu aku iseng aja tanya-tanya sama dia, soal tempat wisata yang rekomended.
Sepertinya ketidak sengajaan di kereta waktu itu, dibuat sengaja untuk kembali bertemu.
"iya, bagus itu... aku juga ketagihan, pengen kesana lagi"
ucap dia setelah aku tanyakan gimana dengan Taman Nasional Baluran?
"aku boleh pergi barengan ya" pinta dia.
"ekhm.... kakak kamu galak gak? "
ckckckck punya takut juga di cowok, baguslah!
"galak, kalo sama cowok yang gangguin adeknya"
"ah kamu, aku Khan gak godain. Emang tampang aku muka-muka penggoda.
Tenang aja, nanti aku bawa teman. Kita ketemuan di xxxxx, nanti kamu bilang aja sama kakak kamu tunggu sebentar disana"
"mobil gak cukup mang" jawab ku singkat
"siapa juga yang mau nebeng, pakek mobil sendiri kita (dia dkk) "
nebeng\=numpang
"oke deh kalo gitu" pertanda aku setuju.
Ada 2 cewek disana, yang nampak masih lebih kecil dari usia dia.
1 cowok usia SD dan 2 cowok remaja, termasuk dia.
mungkin saudaranya, gumam ku.
"assalamu'alaikum, kak... kenalkan saya Remond"
cie.. kali ini kak Gilang yang di PDKT-in duluan.
nampak senyum ramah di wajah kak Gilang, itu artinya.... aman.
iyalah, jadi pencinta alam memang harus ramah, kalau-kalau suatu saat tersesat 😁
"iya..ini kenalin adek aku, Nahla. yang ini sahabat aku, Melan"
mereka saling berjabat tangan.
Kemudian aku tatap sederetan orang yang berdiri di belakang Remond, nampak senyuman dari bibir mereka.
Ada kak Gilang, Melan dan Adek di barisan depan.
kemudian ada dua cewek di belakangnya, kemudian satu anak usia SD dan satu cowok remaja.
Dan paling belakang ada aku dan Remond.
"sudah berapa kali kamu kesini"
tanya ku, mencoba memecahkan keheningan.
"sekali. itu juga belum semua tempat, anaknya kakak yang kemaren itu... sudah rewel minta pulang"
oooo bukan pergi sama pacar rupanya.
Jarak dari tempat parkir ke loket karcis tak seberapa jauh. Ada antrian panjang disana, terang saja... karna sedang liburan sekolah. Dari kemaren setiap tempat juga full pengunjung.
"sini kak biar aku aja yang antri tiket"
pinta ku sama kak Gilang.
Haha, nampak kak Gilang saja yang berwajah sudah matang, lainnya wajah bocah semua.
__ADS_1
Kasihan, ntar kalo ada cewek yang naksir.... dikiranya lagi momong.
Tapi tidak berjalan begitu saja, karna tangan Remond menahan tangan ku.
"aku aja deh, kasihan kamu capek berdiri nanti"
eciie, bak pahlawan kesiangan tanpa topeng
Akhirnya aku biarkan dia pergi.
Kami duduk santai di sebelah musholah yang tersedia disana.
Suasana mencair, karna adek sudah lebih dulu ngobrol sama 2 cewek... yang notabene memang seumuran.
Dan kak Gilang sudah akrab sama satu cowok lagi itu, eh... aku dengar sepintas namanya Kelvin.
"eh.. kok kak Gilang duluan sih yang di gebet, kamu kek" ucap ku pada Melan sambil Senggol-senggo bahu dia.
"apaan, gak usah mulai resek deh"
hahha... keluar muka cemberut nya.
"awas aja kamu asik sama Remond itu, balik ke Jogja kita and"
aroma pengancam
"yaelah... galak pisan. Gimana temen mau punya pacar, posesif gini jadi sahabat"
pasang muka memelas, padahal juga itu gak akan mungkin.
Remond datang... dan membuat kami harus mengakhiri perbincangan untuk kembali melanjutkan petualangan hari ini.
Kali ini aku dan Remond yang berjalan paling depan.
Setelah melewati tempat pengecekan karcis, dia nampak membuka tas dan... mengeluarkan handycam.
"disini dilarang nyampah loo ya. yang bawa camilan boleh, tapi sampahnya disimpen masing-masing"
dia memperingatkan. Nampak sosok yang goodlucking.
"kamu gabung di OSIS yah? "
tanya ku, sambil sesekali melihat ke arah handycam yang dia pegang.
"iya, sudah 2th. Tapi setelah ini sudah mau jadi mantan ketua OSIS"
ekhm... ketua OSIS pantesan. Berati satu tingkat donk kita
dia balik bertanya.
"iya, sudah 2th juga. Sekalipun gak jadi ketua"
"gak papa, jabatan itu cuma kebetulan saja. Yang penting Ilmunya disana"
yaps.... bener juga. setuju banget
Sesekali kami berfoto. berdua,... bersama semua.. bersama rombongan masing-masing... berdua sama cs nya aku, Melan.... berdua sama adek.... dan, bertiga sama Kak Gilang (aku, kak Gilang, adek).
Dan giliran selfie masing-masing.
Seru... rame... ada banyak mulut yang bersautan disana.
Satu demi satu spot kami lewati dengan tidak meninggalkan satu tempat pun tanpa berfoto. Benar-benar keren tempat ini. Recomended banget
Tiba kami di cafetaria.
Perut sudah teriak-teriak minta di jamu. Begitu melihat jam, ternyata sudah jam 1 lewat.
Rupanya perjalanan menyenangkan bikin perut kenyang sesaat, lain halnya jalan berdua sama Kak Johan.... bikin laper bawaannya.
Tiba-tiba ingat kak Johan, ah.... mungkin dia sedang menikmati liburan nya di Singapura saat ini.
Gak ada pesan yang dikirim, apalagi telpon.
Dan... sepertinya aku lupa kalau setelah ganti nomor waktu itu belum sempat kasih tau kak Johan.
Okelah, perjalanan lanjut.
Setelah sesi isi perut selesai, ada mushola juga disana, tak lupa kami menyempatkan solat dhuhur dulu. Sembari istirahat sejenak, ku pijat-pijat kaki sambil selonjoran di teras masjid, karna masih antri di kamar mandi.
"capek yah" Remond kembali mendekat
"iyah... lumayan. Belum juga ke Ijen ini"
"mau ke Ijen juga" dengan nada sedikit heran
"iyalah, itu tujuan utama. pengen Lihat Blue Fire" jawab ku dengan yakin.
"beneran,yakin, kuat jalan? mesti berangkat malem loh, biar nyampek sana menjelang Subuh"
"ye... meragukan saya kamu. Masih sehat kok kaki 😄 besok istirahat dulu di rumah, kumpulin tenaga. Lusa baru naik ke Ijen, terus lusanya lagi balik Jogja deh"
"cepetnya yah, sudah mau balik ke Jogja. Perasaan baru kemarin ketemu"
__ADS_1
"ke Ijen ikut boleh yaa. yaaaaa"
jadi berasa di pepet gini, di Kinthilin terus.
Sebenarnya sih keputusan ada di kak Gilang, boleh atau gak.
Tapi lagi-lagi jawaban kak Gilang pasti "terserah, yang penting gak minta gendong"
Alam milik Allah, semua berhak menikmati.
"tuh... ijin aja sendiri sama pamong"
ku lihat kak Gilang sudah keluar mushola, dan aku beranjak untuk ke kamar mandi.
Isi perut sudah, solat sudah, lanjut jalan. Dua spot terahir, Gua Jepang dan Candi. Sebenarnya masih ada spot satu lagi, tapi pengunjung dilarang dari jarak dekat, area hewan-hewan liar.
Palingan cuma bisa foto-foto jarak jauh.
Kali ini kak Gilang berbincang asik sama Remond, jadi aku bergabung sama adek sama Melan.
"kak... mama telpon tadi" adek memberi tau
"telp sama kamu? iya tadi ada panggilan tak terjawab"
"aku bilang aja, kakak sibuk pacaran ma... dapat gebetan baru" dan kalimat terahir sengaja di kerasin, sampai dua cowok ganteng yang jalan di depan pada nengok kebelakang.
"adek apaan sih,lagi wudhu tadi"
Melan tertawa melihat muka aku yang memerah seketika
"kayak udang rebus" celoteh Melan
"apaan udang rebus, kamu masih laper? " tanya ku bingung, perasaan tadi sudah makan dengan porsi jumbo.
"muka kamu itu Kay, merah sudah kaya udang rebus aja" kembali tertawa
hastt... sedang tidak ada yang berpihak pada ku rupanya.
"mama kasih tau, kalo sudah di booking in tiket pesawat, di e_mail ke pakde Hermawan biar di cetakin"
begitu dengar tiket pesawat langsung lega hati, adem
"ini mau semua masuk goa gak? " tanya kak Gilang, mengalihkan pikiran ku dari kata pesawat
"aku foto dari luar ajalah" pinta ku.
diikuti oleh kedua gadis dibelakang. Rupanya kali ini kami harus berjalan lebih jauh, dari tempat sebelumnya.
"tenaganya sudah LOW"
ucap Melan.
ahirnya hanya para cowok yang masuk ke Goa, tapi tidak termasuk adek usia SD. Dia sendiri sudah nampak ngos-ngosan.
Kembali kami buka botol air minum, segernya Alhamdulillah, nikmat mana lagi yang kau dustakan
Tidak lama mereka kembali keluar
"kenapa? " tanya ku heran
"banyak kotoran kelelawar, engap udaranya" kak Gilang memberi tahu.
berati memang masih terjaga kealamian nya, sekalipun sudah terjamah para wisatawan.
Ok, spot terahir Candi. Nampaknya aku sudah tidak tertarik kali ini.
Capek, iya. Lagian sudah sering kalo lihat Candi aja.
"tapi Khan beda-beda bentuk setiap Candi" Remond mencoba membangkitkan kembali semangat ku.
Trus gimana sama yang laen, masih semangat kah???
"misi harus tuntas dengan sempurna. Sudah jauh-jauh kesini, tanggung" nah, kali ini kalimat kak Gilang lebih bernada pada suatu keHARUSan
"jalan pelan-pelan aja kalo sudah capek"
kak Gilang merangkul bahu ku juga adek.
ok bro... semangat 45
Akhirnya kami lanjutkan perjalan dan memastikan bahwa perjalanan berahir dengan sempurna.
Pelan tapi pasti.
Jalan pelan-pelan yang pasti bakal sampai kembali ke parkiran.
^_^
Terima kasih masih setia mengikuti perjalanan Kayra si gadis boneka.
Bab yang cukup panjang, semoga bacanya gak selelah perjalanan Kayra dkk yah
salam dari author 😊
__ADS_1