
Rahardian POV
Saat ini aku sedang tidak ada kelas, hanya saja aku ingin keluar dari rumah dan berbaur bersama teman-teman. Tak lain tujuannya supaya aku tidak terus mengingat Kayra
Fakultas ku dengan fakultas Kayra hanya berbeda satu gedung. Tapi setau ku hari ini dia sedang ada kelas. Jadi menerima ajakan dari teman-teman untuk nongkrong di kafetaria, yang biasanya menjadi langganan Kayra dan sahabat nya itu.
Tak disangka, justru disana aku bertemu Kayra. Seorang diri, ternyata untuk mem fotocopy. Yah, kafetaria memang bersebelahan dengan temot fotocopy.
Akibat dari pertikaian ku dengan Ahmad (johan) tempo hari, membuat teman-teman ku tahu jika aku dan Ahmad menyukai wanita yang sama. Hanya sebatas mereka, aku tetap tidak ingin membuat Kayra mendapat musuh dari para mahasiswi yang terang-terangan berusaha mendekati ku.
"rese kalian" umpat ku terus-terusan dalam hati. Mereka semua terus saja mendorong ku untuk menghampiri Kayra.
Harusnya ini menjadi kesempatan yang baik. Tidak ada mata-mata dari ummi, juga tidak ada Ahmad. Tapi aku bukanlah orang yang suka mengingkari janji. Ada Allah yang selalu melihat ku.
Selain perjanjian dengan Ahmad, aku juga sudah berjanji pada banyak orang untuk tidak lagi mengganggu Kayra. Ada Melan,tante Fifi, juga mamanya Kayra, tante Andini.
Aku sengaja mendatangi rumah Kayra untuk meminta maaf. Sekalipun aku tidak bisa meminta maaf langsung pada Kayra, setidaknya aku sudah mengakui kesalahan ku pada orangtua Kayra. Sekalipun Kayra begitu membenci ku, semoga tidak dengan orangtuanya.
Sore itu aku mendatangi rumah Kayra. Rumah masih nampak sepi, sehingga aku menghampiri mamanya Kayra ke butik. Saat aku disana, beliau sedang bersiap untuk menutup butik.
"yok kita ngobrol di rumah" jujur saja ada sedikit rasa takut pada diri ku. Sama halnya dengan Kayra, aku juga sangat jarang bertegur sapa dengan keluarga Kayra yang lainnya. Entah kenapa, aku seperti merasa bersalah dan malu untuk bertegur sapa dengan mereka.
Kali ini aku harus memiliki keberanian untuk mengakui bahwa aku memang salah. Aku bersalah atas diri Kayra. Akulah penyebab Kayra mengalami ini semua. Semua karena aku. Kayra gadis yang baik, sopan, tidak ganjen, yang suka mencari perhatian seperti remaja yang sering aku temui di luar.
Di pesantren memang pada umumnya seperti itu, karena ada peraturan yang mengikat dan mengharuskan itu. Tapi disisi lain, diluar itu semua tak jarang mereka merasa bebas begitu berada di luar pesantren. Aku sering menjumpai sendiri.
Sementara Kayra, tanpa adanya aturan yang mengikat pun pribadinya tetap terjaga. Sopan, santun juga ramah.
Tapi justru aku yang menghancurkan itu semua. Aku yang membuat keadaan memburuk dengan mengacuhkan sapaannya. Mengacuhkan senyumannya. Aku hanya menilai benar dari sisi ku saja. Betapa bodoh aku ini.
Aku bercerita banyak pada tante Andini,bahkan semua aku ceritakan. Kesalahan,penyesalan tak ketinggalan permintaan maaf. Atas diri ku, juga ummi.
Disaat aku tidak bisa mencurahkan semua masalah ku pada ummi, aku berharap ada sosok ibu yang mampu memahami sisi ku. Jika waktu itu sudah ada tante Fifi yang menasehati ku, kali ini aku ingin keluarga Kayra pun mengerti tentang sisi ku. Entah darimana keberanian ini muncul, yang pasti aku tidak mau terus tersisihkan sementara Ahmad (Johan) bisa keluar masuk di rumah Kayra kapanpun.
Aku tau orangtua Kayra baik, setidaknya mama dia tak seperti ummi ku. Terlihat saat mereka mendatangi rumah ku setelah kejadian ummi menampar Kayra. Juga jelas terlihat tidak adanya permusuhan antara ummi dan tante Andini. Yang ada hanya Ummi yang selalu saja mencari masalah dengan tante Andini. Aku tau sendiri, seringkali ummi mengobarkan api permusuhan. Aku benar-benar malu mengakui itu semua di depan orangtua Kayra. Ummi yang seharusnya aku banggakan, tidak ada niat untuk membicarakan kejelekan ibu sendiri, tapi apa daya, semua jelas terlihat. Bahkan abi sudah sering kali menegur dan menasehati.
__ADS_1
Beruntung aku sudah selesai menceritakan segala keluh kesah ku. Kali ini giliran tante Andini memberi tanggapan serta nasehat. Aku merasa diterima saat tante Andini mau mendengar serta mau memberi ku nasehat, setelah semua yang aku lakukan pada Kayra. Aku merasa tidak pantas, tapi aku juga sangat mengharapkan.
Deru mobil memasuki halaman, awalnya aku kira papanya Kayra, om Wijayakrama. Ternyata setelah turun, tak lain adalah Ahmad Johan. Aku jadi tersenyum kecut. Pantas saja aku tidak tau, selama ini dia memakai mobil yang berbeda saat datang ke rumah Kayra.
"assalamu'alaikum" sapa Ahmad Johan kemudian bersalaman dengan tante Andini. Aku tunggu beberapa saat sebelum memutuskan untuk menegur dia atau bertahan dalam diam. Dan ternyata dia mengulurkan tangan pada ku juga, mau tak mau ku jabat tangan dia sekilas.
"duduk Jo" tegur tante Andini kembali.
"Kalian sudah saling kenal kan" tanya tante Andini. Kemudian pamit ke belakang untung mengambil air minum. Maklum, pembantu dirumah Kayra hanya sampai sore saja. Dan mungkn saat ini sudah pulang.
"ngapain lo disini" Ahmad menegur ku masih dengan nada dingin.
"urusan gue lah" jawab ku tak kalah dingin.
Kemudian kami saling diam sampai mamanya Kayra datang membawa minuman.
"kamu ada keperluan apa Jo, disuruh mama atau gimana? "
"gak tante. Jo pengen ngobrol saja sama tante"
"gak, aku akan tetap disini. Urusan ku belum selesai" aku tak mau kalah darinya, enak saja aku yang datang lebih dulu malah mau di usir.
"punya urusan apa lo, bikin masalah aja bisanya" Johan justru semakin memancing emosi ku.
"hallo, tante masih disini ya. Apa perlu tante pergi, selesai kan dulu urusan kalian" tante Andini melerai keributan ku dengan Johan.
"tidak tante, maaf" ucap ku dan Johan bersamaan.
Tante Andini meletakkan nampan dibawah meja kemudian kembali duduk.
"kalian ini sebenarnya sama-sama ingin berbicara soal Kayra bukan? " kalimat tante Andini seolah menodong, dan kami mengangguk bersamaan.
"Sekarang tante sudah faham masalah kalian. Kayra dan Dian, seperti yang Dian ceritakan baru saja" aku mengangguk.
"dan soal Kayra sama Jo, tante juga sudah lama mengetahui itu, dari Nahla. Kayra memang tidak sepenuhnya bercerita pada tante, hanya saat tertentu saja seperti ketika dia merasa terdesak, tertekan, atau bimbang. Tante tidak pernah menekan Kayra untuk bercerita setiap apa yang terjadi padanya, tante percaya pada Kayra. Dia bisa menempatkan diri.
__ADS_1
Tante pasti akan melindungi Kayra, karena dia anak tante. Tapi disini tante akan berbicara sebagai penengah diantara kalian. Kayra anak tante dan kalian anak bangsa, sudah seharusnya kalian sama-sama mendapat pengarahan.
Jangan sia-siakan masa muda kalian hanya untuk hal seperti ini, yang ada hanya akan mengganggu fokus kalian. Kalian sama-sama memiliki prestasi, pertahankan itu. Buat masa muda kalian berharga dengan prestasi, jadikan orang tua kalian bangga.
Jodoh itu pasti datang, sudah di garis kan sebelum manusia dilahirkan. Jadi tidak ada gunanya kalian mengejar Kayra, apalagi sampai bertikai. Belum tentu juga Kayra jodoh kalian. Bagaimana jika ternyata jodoh Kayra orang lain, apakah tidak sia-siakan pertikaian kalian ini?
Biarlah takdir berjalan sebagaimana mestinya. Tante yakin Kayra sudah memaafkan kalian, tapi berilah waktu pada Kayra untuk memperbaiki perasaan nya. Waktu yang akan menjawab kelak, siapa jodoh Kayra.
Saat ini, fokuslah pada tujuan kalian. Siapapun kelak yang akan menjadi jodoh Kayra, tentu tante berharap dia adalah orang yang sukses. Berhasil dalam pendidikan, berhasil dalam pekerjaan dan tentunya faham dalam hal agama.
Berlomba lah kalian dalam hal kebaikan. Sibukkan dengan memperbaiki diri. InsyaAllah jodoh kalian kelak akan sebaik itu juga. Berhentilah untuk terus mengejar Kayra. Beri dia kebebasan untuk mengejar mimpi nya.
Tante harap kalian berdua bisa mengerti "
Seketika itu juga kemauan ku untuk terus mengejar Kayra runtuh. Kalimat tante Andini berhasil memukul mundur perjuangan ku selama ini.
Ada benarnya juga apa yang disampaikan tante Andini. Tapi aku masih akan terus menjaga Kayra dalam setiap doa.
Maafkan keras Kepala nya hamba Mu ini Ya Allah, tapi entah kenapa... jiwa ku merasa ingin selalu dekat dengan nya.
_______________^_^______________
Hay, hallo
Kayra kembali dengan petuah panjang dari sang mama lho 😇
sabar sabar yah buat yang lagi nahan perasaan 😍😍 jodoh gak akan kemana Khan???? ¿?
maafkan lama tak muncul, sudah di penghujung ramadhan nih gayss......
mungkin nanti ketemu lagi pas udah lebaran, hihihi 😁 disempetin sebisa mungkin ya,
trimakasih untuk yang masih setia menunggu 🥰
like, vote, coment bikin tambah semangat loh nulisnya 😃😃😘
__ADS_1