KALAU SUDAH JODOH

KALAU SUDAH JODOH
Keberangkatan


__ADS_3

Akhirnya... untuk pertama kali aku sama adek diizinkan liburan jauh tanpa orang tua.


Sementara jam menunjukkan hampir pukul 2 pagi Kak Gilang baru sampai. Demi apa coba???


demi adek kesayangan!!!


yang notabene memang kami sudah akrab sejak kecil.


Dan Papa menginfokan bahwa jadwal kereta Jogja- Banyuwangi di set 11.45


itupun Papa baru menginfokan pagi hari waktu sarapan, yah.. karna memang pembelian tiket mendadak dan seperti diketahui ini musim liburan.


"wao... kelas bisnis om? " kak Gilang nampak kaget.


sudah dikasih tau buat tidur saja dulu kalau masih mengantuk, tapi yang namanya kebiasaan memang sulit dihindari. Sebelum waktu solat subuh habis kak Gilang sudah segar dengan basuhan air wudhu.


"tinggal itu, habis semua kelas ekonomi" tutur Papa


"kamu belum pernah naik kelas bisnis? " kali ini Papa yang balik tanya.


"kelas anak sekolahan aja om... ekonomi murah meriah"


Kemudian aku tinggalkan kak Gilang dan Papa yang masih saja asik ngobrol.


Aku kembali ke kamar utk memastikan terahir kalinya barang bawaan.


eciiiee, senengnya yg mau berlibur


Tak lupa aku tengok kembali kamar adek, yang masih suka ribet aja dengan barang bawaan.


"ok fix kak. Sudah siyap berangkat"


ucapnya ketika dia tau aku mendongak di depan pintu


"kalau ada yang ketinggalan Khan bisa beli nanti dek"


ahirnya ku usulkan jalan pintas biar dia gak terus kepikiran sama barang bawaan.


"aku lihat Melan sebentar dew, sudah siap apa belum dia"


kemudian aku tutup kembali pintu kamar adek dan segera turun menuju rumah Melan.


"assalamu'alaikum tante" sapa ku, melihat tante Fifi yang sudah rapi berada di depan rumah, entah mau kemana.


"waalaikumsalam.... masuk nak. Mau berangkat jam berapa nanti? " tanya tante Fifi yang memang belum mengetahui jam keberangkatan kami.


"jam 12 kurang tante. " jawab ku singkat


"titip Melan yah" sambung tante Fifi sebelum ahirnya pergi dengan motor matic nya.


Tidak ku dapati lagi seseorang di dalam rumah. Gio memang lebih sering berada di rumah sebelah, rumah tante Niken.... yang dulu menjadi pengasuh ku waktu kecil. Karna disana ada teman kecil, tapi lebih kecil sih. Balita lebih tepatnya.


"Mel.... melan.... "


"Hai... hallo.... " dia menyambar dari lantai atas.


wao... tak kalah rempong sama si adek ternyata.


Masih nampak beberapa jaket tergeletak di atas kasur.


"Kay, bagusnya pakek jaket yang mana buat ke kawah ijen nanti?"

__ADS_1


"semua bagus, yang penting nyaman di kamu"


nah.. Khan. jawaban yg jelas singkat dan padat


tentu saja, pakaian-pakaian Melan tidak akan ada yang tidak bagus, mengingat tante Fifi bekerja di salah satu perusahaan Brand baju ternama level nasional.


"udah gak usah kelamaan pikir.... cepetan juga jarum jam yang muter tuh"


Begitu semua sudah masuk koper aku tinggalkan Melan untuk kembali kerumah, mandi dan ber siyap.


Jarak rumah ke stasiun memakan waktu sekitar 30 menit. Belum nanti mampir beli camilan, cek cek data, sehingga kami putuskan jam 10.00 sudah keluar dari rumah.


"pokoknya nanti nurut sama Kak Gilang loh ya" titah bunda ratu, yang seperti tak rela melepas keberangkatan dua anak gadisnya.


"yah mama... bukan anak balita juga ma, gak bakalan hilang" jawab si adek comel yang seakan tidak memahami kegundahan mama.


"husst.. kamu. bilang aja iya, daripada batal liburan" bisik kak Gilang, yang kali jni duduk di bangku paling belakang bersama ku.


Tak lama kemudian mobil berhenti pada sebuah minimarket.


"rempongnya jalan sama cewek ABG ya gini, ke mana-mana isi perut yang jadi prioritas"


guman kak Gilang, yang kali ini terdengar di telinga ku. Karna aku turun paling belakang.


"tenang... nanti kakak juga kebagian kenyang kok, ayook" kemudian aku tarik tangan kak Gilang untuk masuk ke minimarket.


Tak berfikir panjang, karna dituntut waktu juga karna sudah ada nama-nama snack yang selalu jadi andalan.


1 kantong penuh snack, 1 kantong penuh Biskuit dan wafer, 1 kantong lagi minuman.


Perjalanan selama itu, harus siyap amunisi biar sehat.


Kami tinggalkan minimarket dan melanjutkan perjalanan.


tentu saja... mau bertualang apa pindah makan


"tau kali kak. Tapi kalau nanti gak kuwat turun, gendong yah"


"itu namanya bisa naik gak bisa turun dek" sahut Papa dari bangku kemudi.


"naik aja ke kasur dek, biar gak bisa turun juga tetep nyaman aman" sambung Melan. Kemudian mobil menjadi riuh dengan tawa.


Stasiun Yogyakarta


papan tulisan di depan mata menunjukan bahwa kami telah sampai di setasiun.


Setelah mobil terparkir dengan sempurna, kami segera turun dan mengambil koper masing-masing.


Ampun dah..... berlibur beneran ini, semua dengan bawaan kanan kiri,dengan bantal melingkar di leher masing-masing.


biar kelihatan kalo mau perjalanan jauh,ckckc


Kecuali kak Gilang,yang berjalan dengan santai hanya dengan mengenakan jaket hitam Snikers,sepatu snikers pula dan tas melingkar di leher ber merk sama yang sudah nampak lusuh, sepertinya tas kesayangan..... lusuh, saking seringnya di pakek


waktu sudah menunjukkan pukul 11.10


kami berpamitan dengan Mama Papa, dan pelukan dari Mama yang lumayan mama.


"sudah ma... biarkan anak-anak berangkat"


suara papa ahirnya membuat Mama melepaskan tangannya.

__ADS_1


"jaga diri, gak boleh nakal. Titip adek-adek mu ya Gilang" titah bunda ratu sembari melihat ke arah kak Gilang.


untuk terahir kami kecup kembali pipi Mama


"have a nice holiday honey" bisik Mama.


hay.. hallo... ini mau liburan, kok malah di bikin sedih siiii😢


coba liburan nya minta pergi ke Moll aja, Khan gak bikin Mama sedih


Kemudian kami berlalu meninggalkan Mama menuju tempat Penukaran tiket.


Setelah tiket tercetak dan data-data di cek petugas, kami sudah bisa memasuki ruang tunggu penumpang.


Yang sebelumnya hanya bisa mengintip dari balik kaca saja.


awhh sedihnya, segede ini baru naik kereta


Tak henti-hentinya kami bergantian menatap jam tangan.


Menunggu itu memang sesuatu yang membosankan.


Kecuali dengan camilan di tangan 😄


Ahirnya kami buka 1 bungkus snack jagung.


Cowok itu emang beda sama cewek, gak suka ngemil.... apa kebutuhan kakak ku aja nih.


Dia nampak tidak tertarik sama sekali. Asik menatap ke layar HP dari tadi.


"kakak beneran gak mau?? gak usah malu"


untuk kesekian kalinya aku sodorkan bungkus makanan itu ke depan kak Gilang


"gak ah, gak bikin kenyang" jawabnya singkat.


"ekhm... kakak mau makanan yang bikin kenyang, ini ada kok. Semalam dibuatkan kue sama mama" ucap ku, yang masih saja menawarkan ini itu ke kak Gilang.


"udah gak usah. Nanti kamu belum selesai buka udah datang keretanya"


sedikit kethus, hemmppp


semoga gak kapok yah nemenin adek adek cantiknya ini liburan


Dan benar saja, tak lama kemudian kereta jurusan Banyuwangi menampakkan kepalanya yang diikuti oleh ekor panjangnya.


Kami harus menunggu lebih lama, karna gerbong kelas bisnis ada di belakang.


baca do'a naik kendaraan jangan lupa yaaa


Sedari tadi aku lafalkan berkali kali biar hafal. saking nervous nya pertama kali naik kereta.


semoga selamat samapai tujuan ya Allah


Begitu ku langkahkan kaki masuk gerbong, alhamdulillah nyaman.


Nyaman untuk perjalanan jauh. Tempat duduk yang lebih besar dengan jarak yang lebih luas dibanding gerbong ekonomi, yang tadi sempat aku intip sembari berjalan.


Untung Papa belikan tiket yang ini, gumam ku.


Setelah kami letakkan koper di atas, kami segera duduk.

__ADS_1


Beruntung dapat tempat duduk yang barengan. @2orang berhadapan.


Tak lupa, camilan harus dekat dengan jangkauan, biar tetap sehat.


__ADS_2