KALAU SUDAH JODOH

KALAU SUDAH JODOH
Rapat Remaja Masjid


__ADS_3

Sebelum aku sampai dirumah tidak lupa telepon Melan dulu untuk memastikan kondisi dan situasi.


"assalamu'alaikum..... "


"Wa'alaikum salam.. "


"eh.... sudah selesai belum? aku lagi di jalan mau pulang ni"


karena sebelumnya aku mengirim pesan ke Melan untuk janjian pulang bareng. Kebetulan mereka renang di pemandian yang searah dengan jalur pulang.


"ok... beres-beres dulu. Sudah selesai bilas kok"


kemudian aku matikan telephone dan request pada pak sopir untuk singgah sebentar ke pemandian C.


Tak perlu menunggu lama karena Melan sudah siap menunggu di depan.


ku buka jendela dan Melan segera masuk ke mobil begitu mengenali aku.


"elleh... elleh.... harumnya.... wangi pula"


begitu Melan masuk aroma parfum dia langsung semerbak memenuhi mobil. Padahal parfum mobil sudah haaaruum, masih kalah harum sama aroma parfum Melan.


"iya donk.... seger. Emangnya kamu"


dia meledek ku, tapi gara-gara itu aku jadi ingat sesuatu


"mana donk... minta Handbody, toner, belembab atau apa aja"


aku mulai menarik tas yang masih menempel di punggung Melan


"sabar donkk"


dia seperti yang sakit karna tasnya sedikit aku tarik


"mau ngapain"


dia lihat aku yang mulai mengacak-acak tas make up dia.


"kamu seger.... wangi. Nah... aku?! kucel, kusem. Adakah muka-muka habis renang? "


dia malah tertawa melihat aku yang kebingungan.


"kencan mulu sih"


"terahir... ahir minggu ini dia sudah berangkat Singapura"


aku masih sibuk mengoleskan handbody, pelembab, dan mau tak mau membasahi rambut sama air minum yg ada di tas.


Hadew..... gara-gara bohong ey, gerutu ku dalam hati.


"Waaaa... ada yang bakal kesepian donk habis ini. Pemujanya mengejar impian, gak ada yang godain lagi"


sembari ku kemasi kembali tas make up Melan dan mengembalikan padanya.

__ADS_1


"eh nanti aja bahas itu, sebentar lagi nyampek. Nanti berangkat ke masjid barengan yah, panggil aku. Jangan lupa"


"siapp" jawab Melan singkat


"sudah pak stop disini saja"


aku minta sopir untuk berhenti di depan rumah Melan saja. Berharap mama ada dibutik, jadi gak ketahuan muka-muka bohongan nya 😆


"assalamu'alaikum..."


ucapku begitu aku lihat ada sosok adek comel di teras


"seger nih yang habis renang" celoteh nya sambil tetap asik menatap ke arah buku.


Kemudian aku duduk di sampingnya sambil melepas sepatu.


"ada mama di dalem? " aku mencoba menyelidiki


"gak ada. Di butik, lagi sibuk" segitu amat jawabnya.


(amaaaan) pikir q dalam hati.


"ya sudah masuk dulu"


aku tinggalkan si adek comel yang tidak memberi respon apapun karena sedang asiknya membaca novel di buku (bukan novel Toon lho ya)


Aku segera bergegas naik ke atas, buka pintu, dan....


empuknya kasur ditambah perut kenyang yang keterlaluan, jadi berat buat bangun lagi. Esok sudah free, tidur sampai malampun tak masalah sepertinya.


baru juga merasakan empuknya bantal, sepertinya aku melupakan pertemuan remas yang sejam lagi dilaksanakan.


Langsung tepuk jidat, jadi pelupa begini. Padahal aku ya yang barusan bikin janji sama Melan.


Ternyata adek cuma lewat, lihat aku yang tiduran jadi nengok sebentar.


Kirain mau cari apa tadi, kebiasaan sih ambil apa-apa dari kamar aku.


"kak.... sudah belum, di panggil kak Melan"


teriak adek dari lantai bawah. Sepertinya sudah siyap lebih dulu.


"tunggu... tinggal pakek kerudung"


ribet juga, gak terbiasa pasang kerudung


Begitu aku turun adek sama Melan sudah menunggu di teras.


"siyap... ayoook" ajak ku


kemudian kami berjalan bertiga.


Sesampainya di masjid, sudah tampak ramai disana. Sepertinya tinggal kedatangan kami yang ditunggu. Begitu kami duduk tak lama kemudian acara dimulai.

__ADS_1


Tak seperti biasa, pertemuan yang biasanya hanya berlangsung 1-2 jam kali ini berjalan lebih lama. Ada pergantian pengurus rupanya.


Bahkan harus break solat magrib dulu kemudian acara di lanjutkan.


Aku mengambil tempat pas disebelah kelambu pemisah antara jamaah laki-laki dan perempuan. Begitu solat akan segera dimulai, suara iqomah benar-benar nusuk di telinga. Ya... suara dian.


Karna dia tidak tergabung di anggota remaja masjid, begitu jama'ah solat magrib bubar aku sudah tidak lagi mendapati sosok itu.


Ah.. kenapa juga, dasar cowok pembuat onar (gerutu ku dalam hati). Dan jujur saja, setiap kali terdengar Adzan dikumandangkan dia.... hati ini berdesir-desir. Suara khas dia begitu melekat di telinga., mana mungkin lupa.... sekalipun tidak melihatnya, aku jadi tau kalau dia lagi dirumah.


Setelah votting pengurus inti kami masih harus menunggu beberapa saat. Karna tugas mereka selanjutnya untuk menentukan posisi pengurus.


Begitu semua selesai saatnya pengumuman. Aku yang tadinya dapat bagian mading rupanya beralih seksi acara.


waaa.. bakalan lebih berat dan jadi sering hadir ini, pikir dalam hati.


Tapi keputusan final tidak ada ganggu gugat.


"rasain luuuu" barengan si adek sama Melan ngetawain aku yang terlihat raut muka berat.


"giliran aku sekarang yang cukup kerja dari rumah" Melan melanjutkan.


Yah... dia bertukar posisi dengan ku, dia digeser jadi bagian mading setelah sebelumnya menjadi seksi acara. Sementara si adek mah, yang lefel SMP masih sekedar sebagai pengikut, yang penting aktif di Remas.


Tak lama kemudian adzan Isya dikumandangkan, kali ini kak Fahri yang jadi muadzin. Lelaki tampan, mapan, matang, yang belum dapat jodoh.


Hehe 😃 yang pasti jebolan pesantren juga. Yang menjadi idola para daun muda sehingga semangat buat kumpul Remas. Termasuk aku, huhuu


Akuu sengaja menyenggol-nyengol Melan.


"gimana... kurang keren apalagi. Trima dah khitbah dia" bisik ku di dekat telinga Melan.


Melan tidak pernah bercerita, tapi pernah sekali waktu mama Melan berbincang dengan mama ku, bahwa orang tua mereka ada rencana untuk Menta'aruf mereka..... setelah lulus SMA pastinya.


"apaan sih, geli. Gelo aja... habis langsung masa muda ku kalo nikah sama kak Fahri"


dengan nada enggan Melan berusaha menampik.


"makanya punya pacar"


"kaya kamu punya pacar aja"


jawab Melan dengan cepat.


yah... hidup kami sama-sama datar, bebas dari kata "pacaran" selain tidak dianjurkan oleh agama kami juga belum tertarik. Bersama-sama itu lebih menyenangkan, daripada berdua saja 😀


Tak lama kemudian pertemuan ditutup. Kami segera pamit untuk pulang terlebih dahulu. Kalo sudah begini..... alamat sampai malam, bertepatan malam minggu dilain sisi anak SMA sudah bebas dari UJIAN


^_^


hay hay.... readers, selamat bermalam minggu juga ya.


semoga masih tertarik untuk terus mengikuti cerita selanjutnya 🙂☺

__ADS_1


boleh deeee kalo ada yang kasih like, coment dan vote.


__ADS_2