
Selang beberapa menit dari kepulangan papa sama adek, Siska datang juga.
Dan yang tak kalah mengejutkan, seseorang yang datang bersama Siska. Ini kebetulan macam apa lagi, bagaimana bisa Raymond datang bersama Siska?
Beberapa hari kemarin memang dia sempat ingin bertemu, minta di temani jalan-jalan. Karena belum punya banyak teman, dia bilang. Makanya mengajak aku. Tapi saat itu aku sedang ada tugas sehingga aku menolak.
"Sis... dapat penumpang di mana kamu"
sementara yang di sebut penumpang hanya cengar-cengir.
Tak ketinggalan si tamu yang suka kepo, mendengar riuh di luar kak Jo menyusul ke luar. Dengan ekspresi yang sulit aku artikan, kak Jo menyalami Remond.
Aku persilahkan mereka berdua masuk ke rumah. Aku berjalan lebih dulu bersama Siska sementara Remond ditemani kak Jo berjalan di belakang kami, menuju lantai atas.
Aku tinggalkan mereka beberapa saat untuk mengambil minum. Begitu aku kembali, kak Jo berbincang dengan Siska sementara Remond sedang berselancar dengan handphone nya.
"Gimana ceritanya ini kalian bisa bersama? masih saudara, teman, tetangga, kamu gak pernah cerita Re"
seketika aku memberondong Raymond dengan pertanyaan.
"gimana mau cerita, tau juga baru kemarin. Siska tuh tanyain" Remond malah menuding Siska.
"hehe, iya. Aku tau sudah lama pas Remond unggah foto di IG. Waktu kalian liburan bareng"
"hemp pernah liburan bareng ya? " seketika kak Jo menyela
"makin kesel juga dari sana. Sepertinya kamu begitu eksis, kan aku jadi iri 😢. Makanya waktu Remond tanya soal kamu, aku jawab aja gak kenal. Padahal ratu eksis di sekolah, siapa sih yang gak kenal sama kamu? "
Siska kembali melanjutkan penjelasannya
"dan kamu jadi Mak Lampir yang selalu gangguin Kayra" kak Jo langsung menimpali
"apa sih kak Jo. Hilaf itu kak, hilaf"
Alhamdulillah Siska benar-benar sudah menyesali kesalahannya dulu.
"sudah-sudah. Ini kan urusan aku sama Remond, kenapa jadi ke Siska. Kasihan kan dia jadi sedih"
ucap ku menggoda Siska supaya tidak sedih karena diingatkan dengan kesalahannya dimasa lalu.
"kamu unggah foto ke medsos Re, gak ijin dulu sama aku 😠 Gak kasih tau lagi medsosnya apa"
__ADS_1
pembicaraan langsung aku luruskan ke jalur utama.
"kamu juga gak pernah tanya " jawab Remond enteng
"Remond 😡" sementara yang mau di amuk malah lari bersembunyi di belakang kak Jo.
"ampun ampun. Kak tolong kak" Remond mencari perlindungan
"eh apaan. Aku dibawa-bawa" kak Jo tidak Terima yang dijadikan tameng
"nanti ya perhitungan berdua sama aku😤. Awas! " aku memberi peringatan keras,karena aku sudah menutup semua foto-foto ku di medsos yang belum mengenakan hijab
"Mana Sis kunci mobil, pokoknya gak boleh pulang sebelum urusan aku sama Remond beres"
ucap ku sembari mencari dukungan dari Siska
"bisa galak juga ternyata Kayra" ejek Remond sembari kembali duduk ke tempat asal.
"itu baru awal. Nanti juga biasa di galak in sama dia" imbuh kak Jo, yang merasa di galak in.
Setelah keributan soal foto ahirnya kami berganti tema membicarakan urusan kampus.
Tentang organisasi,kegiatan di kampus, bangunan gedung, rektor, macam-macamlah. Pokoknya apapun yang ingin kita tau kita tanyakan, seolah kak Jo juru kunci kampus saja.
"eh kay, tadi kamu bilang mau kenalin aku sama cowok ganteng. Siapa? "
tanya Siska
"lha..... ini" ucap ku sembari melihat ke arah kak Jo
"hah... ini" ucap Siska dengan penuh penekanan
"gak sadar ada Steven Wiliam KW disini"
"Steven Wiliam, hhhhhhhhhh" Siska tertawa terbahak-bahak
"haish apa sih kamu Kayra" ucap kak Jo
"cie yang udah gak tergila-gila lagi 🤭. Tenang kak Jo, hilang satu tumbuh seribu. Yakin deh gak bakalan kehilangan pamor"
Entah kenapa pertemuan kami kali ini terasa asik, seru sekalipun diwarnai dengan perdebatan kecil. Hingga tanpa disadari adzan ashar terkumandang. Alhamdulillah, sesuatu yang menyenangkan menjadikan waktu panjang tak terasa sudah berlalu begitu saja.
__ADS_1
Selepas adzan ashar terkumandang kak Jo mendapat panggilan dari sang mama, rupanya mereka sudah mau pamit.
Aku antar kak Jo turun sembari melepas kepergian keluar besar itu.
Tamu istimewa mama sudah pergi tapi aku masih punya tamu istimewa yang lainnya. Setelah kepergian mereka aku segera kembali ke lantai atas.
"beneran nih kita belum boleh pulang" tanya Remond.
"iya, belum. Setelah ini urusan kita ya" ucap ku sembari masuk ke dalam kamar untuk mengambil laptop
"aku solat Asar ke masjid dulu ya" Remond berpamitan
ahirnya setelah aku keluar dari kamar ku letakkan laptop di atas meja dan kami semua turun. Remond pergi ke masjid sementara aku membantu mama membereskan sisa-sisa jamuan. Karena pembantu ijin libur hari ini.
Siska menunggu di teras sembari melihat-lihat tanaman. Setelah selesai membantu mama aku hampiri dia. Ternyata sedang memotreti tanaman. Pecinta tanaman hias juga rupanya. Bahkan dia meminta beberapa jenis bibit bunga untuk dibawa pulang.
Sayangnya aku belum pernah main kerumah dia, jadi belum tau seperti apa suasana di rumahnya.
"jangan dikasih Kay, nanti habis bunga kamu diminta sama dia" ucap Remond saat dia kembali dari masjid.
"apaan sih pengacau" jawab Siska sebal
"sejak kapan kamu suka bunga Sis" tanya ku
"kemarin setelah ujian nasional itu. Nganggur di rumah gak ada kerjaan. Lihat taman yang berantakan jadi gatal pengen utak atik" tuturnya.
"sama donk. Ini juga baru kemarin aku tambah koleksi bunga. Sebelumnya hanya beberapa pohon besar ini" ucap ku memberi tahu
Remond nampak sedang duduk di bangku teras. Setelah selesai mencuci tangan kami segera kembali ke dalam rumah.
Begitu masuk mama mempersilahkan untuk makan terlebih dahulu tapi tidak ada yang mau. Ahirnya kami kembali ke atas dan segera aku nyalakan laptop.
Sembari menunggu loading kami tinggalkan Remond seorang diri. Aku dan Siska masuk ke kamar untuk solat asar.
Aku meminta Remond untuk menghapus semua foto yang dia unggah, yang ada aku di sana. Awalnya keberatan, tapi setelah aku berikan penjelasan dia mulai mengerti. Hanya saja tetap tidak rela jika semua foto harus di hapus. Karena notabene dia pecinta fotografer, jadi sayang untuk menghapus foto-foto yang memiliki Engel bagus. Ahirnya kami dapati kesepakatan sebagai jalan tengah. Bukan di hapus, hanya saja wajah ku di tutupi dengan emoticon.
Waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore saat Remond selesai mengerjakan semua. Pasalnya semua foto dia unggah ke sosmed, hampir seratus foto. Dan lagi bukan hanya satu sosmed tempat dia mengunggah.
Sebenarnya aku ingin menarik juga foto master yang ada pada dia. Karena aku sadar betul, foto yang dipandangi oleh lawan jenis dengan nafsu itu dapat menimbulkan dosa. Sekalipun aku belum yakin dia melakukan itu semua karena menaruh rasa lebih terhadap ku atau hanya sekedar hobi fotografi nya.
Yang pasti saat ini aku tidak ingin foto ku menyebar dengan leluasa. Apalagi orang lain yang mengunggahnya di sosmed.
__ADS_1
Disaat aku menyadari suatu hal belum tentu dengan orang lain juga, jadi aku putuskan untuk menunda saja. Pelan-pelan semoga bisa. Remond sudah di Jogja, saudara Siska pula. Akan lebih mudah bagi kami untuk bertemu kembali.