
Johan POV
Bukankah melihat orang yang kita cintai sakit, kita pun ikut merasakan sakit itu?
Sampai saat ini masih terbayang seperti apa kemarahan Kayra saat pergi meninggalkan aku. Langkahnya menjauh dengan derai air mata.
Aku sadar, mungkin akulah orang pertama yang berani berbuat kurang ajar terhadapnya.
Aku yang selama ini selalu berusaha menjaga dia, justru aku sendiri yang melukai dia. Cinta macam apa yang ku punya ini!
Jika aku tidak bisa membuat Kayra mencintai ku, biarlah dia membenci ku. Aku tidak mau terus hidup dalam belas kasihan dia.
Aku sangat faham, Kayra adalah orang yang keras kepala dalam hal kebaikan. Bahkan dia lebih mementingkan orang lain daripada dirinya sendiri.
Biarlah dia pergi bersama cinta yang selama ini dia cari, sayang itu bukanlah aku.
Dan aku tak harus menjadi bayang-bayang dalam setiap langkahnya.
"maafkan kakak Kayra... maafkan kakak. Jika pada akhirnya cinta kakak harus melukai kamu. Pergilah, semoga kamu bahagia bersama cinta yang selama ini kau cari" aku bercengkrama dengan lembaran foto Kayra.
Ya, selama ini aku suka memotret Kayra secara diam-diam. Dinding kamar ku di penuhi oleh Gadis manis itu.
Tapi itu dulu, sebelum Kayra sering memasuki kamar ku. Saat tau Kayra akan datang ke sini, dengan cepat aku lepas satu persatu foto dan aku masukkan ke dalam kotak. Dan setelah ini, mungkin foto-foto ini akan menjadi abu. Bersama kenangan indah kami, yang pasti telah menghilang dari ingatan Kayra.
Kemarin Kayra sempat tidak datang kesini selama beberapa hari. Sebenarnya aku sangat ingin menghubungi dia, tapi hati kecil ku menahannya. Aku terlalu malu untuk terus mengejar dia.
Kemudian Nahla datang bersama kedua orangtuanya.
Astagfirullah, aku hampir saja lupa dengan Nahla saking penuhnya kepala ku dengan nama Kayra seorang.
Gadis kecil ini secara wajah sebelas duabelas dengan Kayra. Tapi secara sifat, sebelas duabelas dengan ku.
Nahla datang penuh dengan keceriaan dan tingkah usilnya. Di usia remajanya dia tetap saja tidak punya rasa jaim. Atau mungkin itu hanya berlaku saat bersama ku saja?
Pada akhirnya aku terbawa salam suasana hatinya.
Bercanda, bermain dan bercengkrama dengan Nahla membuat aku lupa tentang Kayra untuk sesaat.
Lalu Nahla dengan permisi mulai mengajukan banyak pertanyaan terhadap ku, tentang hal sensitif yang sempat membuat aku hampir frustasi beberapa minggu ini.
"mama selalu menganggap aku ini anak kecil, yang gak mungkin bisa membantu kakak untuk mendapatkan semangat lagi. Padahal aku ini kan calon dokter, harus banyak belajar supaya nanti mudah dalam menangani pasien" tuturnya.
Entah kenapa aku justru tertawa mendengar penuturan Nahla. Rupanya dia juga ingin dianggap dewasa.
__ADS_1
Dari sanalah akhirnya kami berbincang-bincang. Aku bercerita banyak tentang Kayra, yang sebenarnya Nahla pun tau sejak dulu. Mulai dari awal aku menyukai kakaknya, diapun tau.
Aku selalu nyaman berbincang dengan Nahla. Entah kenapa kalimat mengalir begitu saja. Apa mungkin karena kami memiliki sifat yang sama?
Nahla pun bercerita banyak tentang Kayra, perjalanan Kayra bersama Dian yang penuh perjuangan,penuh drama dan juga derita. Tapi jika pada akhirnya bersama Dian adalah pilihan Kayra, aku bisa apa.
Justru nasehat dari Nahla yang bisa membuat hati ku terbuka. Dan otak ku mulai berfikir kembali dengan benar. Sampai pada akhirnya aku memutuskan untuk mengakhiri semua kesakitan ini.
Mungkin cara ku salah memperlakukan Kayra seperti tadi, tapi aku tak punya pilihan. Hanya dengan membuat dia membenci ku, maka aku tidak akan lagi menjadi bayang-bayang dalam perjalanan cintanya.
Rahardian POV
Aku tidak tau apa yang terjadi dengan perasaan ku saat ini. Sejak pagi rasanya berdebar-debar. Dan ingatan ku selalu saja tertuju pada Kayra. Apa ini yang namanya virus bucin??? pikir ku.
Dari pagi tidak ada pesan chatt dari Kayra, tapi aku tau jadwal dia setiap harinya. Jadi aku memaklumi, mungkin dia belum sempat memberi kabar.
Sedangkan aku sendiri pagi ini di sibukkan dengan kegiatan di kantor desa.
Sampai jam istirahat belum ada chatt juga dari Kayra. Aku sudah tidak tahan, akhirnya aku menelpon Kayra.
Agak lama dering telpon berbunyi, alhamdulillah di jawab juga. Sayangnya bukan nada ceria yang aku dengar. Melainkan isak tangis yang sampai sesenggukan. Apa yang terjadi?
Pikiran ku sudah tak karuan. Pantas saja dari pagi perasaan ku tidak enak, dan pikiran ku tertuju pada Kayra terus.
Sebenarnya acara di Kantor Desa masih sampai sore. Tapi aku meminta ijin untuk pulang lebih dulu. Saat itu juga aku meminta Kayra untuk mengirimkan lokasi keberadaan dia.
Begitu pesan lokasi masuk ke handphone ku, aku langsung mengenakan jaket dan mengendarai motor entah dengan kecepatan berapa. Yang ada dalam pikiran ku adalah segera sampai di tempat Kayra berada.
Lokasi menunjuk ke sebuah cafe, tapi tidak ku lihat mobil Kayra parkir di sana.
Tapi aku tidak pergi begitu saja, aku tetap turun dari motor dan memasuki cafe. Sesaat aku edarkan pandangan ke seluruh ruangan. Tak juga aku temukan.
Namun aku melihat sebuah paper bag di atas meja. Aku yakin itu milik Kayra, aku sering melihat dia membawa paper bag itu. Kemudian aku mendekati meja, semakin dekat aku bisa melihat ada inisial nama Kayra di sana. Dengan cepat aku menghampiri meja pemesanan dan menanyakan keberadaan Kayra.
Ternyata dia sedang pergi ke masjid, dengan langkah cepat aku menyeberangi jalan. Tanpa rasa ragu aku memasuki masjid menuju ruang solat wanita.
Hati ku lega karena melihat Kayra ada di dalam. Namun juga hati ku tersayat, melihat Kayra menangis dalam pelukan ustadz Billal.
Bukankah Kayra bilang sudah tidak ada hubungan dengan ustadz Billal?
Untuk kedua kalinya aku merasa hati tersayat perih. Bahkan kali ini aku melihat secara langsung dengan mata ku sendiri. Apakah ini yang dinamakan cemburu? Aku merasakan hal yang sama seperti dulu, saat melihat vidio Kayra yang bercengkrama penuh tawa ria bersama seorang cowok.
Rasanya kaki ku kaku. Hati ku membeku.
__ADS_1
Mencoba menahan rasa, tak mungkin juga aku meneteskan air mata, disini.
Bukan kemarahan yang menyelimuti diri ku kali ini. Melainkan rasa kalah. Karena aku bukanlah orang pertama yang memeluk Kayra saat dia terluka. Betapa diri ku ini tidak berguna.
Pantas saja Kayra tidak menjawab pertanyaan ku, apa karena sudah ada ustadz Billal yang memeluk nya? Tapi kenapa dia masih mengirimkan lokasi seperti yang aku suruh?
Kejutan macam apa ini?
Dengan pelan aku melangkah mundur. Tapi sebelum aku pergi, aku tidak sanggup jika pelukan Kayra bersama ustadz Billal terus membayangi langkah ku.
"rupanya sudah ada yang datang lebih dulu" aku mau Kayra tau, jika aku benar-benar datang.
Benar saja, pelukan mereka seketika terlepas. Dan Kayra menatap ku dengan wajah terkejut. Sementara aku tak kalah terkejut, melihat mata Kayra yang sudah seperti habis terkena gigitan lebah. Lebam.
Sebenarnya apa yang terjadi pada Kayra? sungguh aku ingin menanyakan hal itu.
Sayangnya kedatangan ku sudah tak penting lagi saat ini, karena sudah ada orang lain yang menjadi tempat bersandar Kayra.
"yasudah saya pergi" Aku putuskan untuk pergi, bahkan sebelum Kayra berkata apapun.
Hati ku kacau. Entah apa yang terjadi pada diri ku. Kemana keyakinan yang sudah aku bangun selama ini?
Keyakinan bahwa Kayra tidak akan pernah berpaling.
Keyakinan ku runtuh. Sakit teramat dalam. Cinta yang ku bangun selama ini hancur dalam sekejap saja.
Seperti ini juga kah yang Johan rasakan? Kalah dalam hal cinta ternyata bukan hanya mengecewakan, tapi juga menyakitkan.
Hati ku merasa kecil jika harus bersaing dengan ustadz Billal. Aku cukup sadar diri, aku bukanlah siapa-siapa jika harus dibandingkan dengan ustadz Billal. Jelas beliau jauh lebih segalanya dari ku.
Dalam kalutnya perasaan alhamdulillah masih bisa mendengar suara lantunan adzan ashar.
Aku berhenti di masjid terdekat. Semoga dingin nya air wudhu bisa menyejukkan hati ku. Pada siapa lagi aku bisa mengadu, selain pada Rabb ku. Bahkan ibu ku sendiri tidak pernah mau mengerti tentang hati ku.
Aku merasa sendiri lagi. Dan lagi-lagi aku hanya bisa mengadu pada Illahi.
________________^_^_____________
😀 senyum dulu donkkkkkk. Jangan kelamaan ikutan galau.
Semua akan baik-baik saja, suntikan semangat nya jangan lupa 😍😍
Yang sudah mampir tinggalkan jejak, Okay.
__ADS_1
LIKE, VOTE, KOMEN, HADIAH