KALAU SUDAH JODOH

KALAU SUDAH JODOH
Minggu pagi


__ADS_3

Karna sudah terbiasa bangun di waktu subuh, mau tidur jam berapapun subuh tetap saja terbangun dengan sendirinya.


Setalah aku selesai berganti baju olahraga ku hampiri kamar adek. Karna biasanya dia yang sudah panggil-panggil ngajak berangkat. Kok tumben kali ini masih belum keluar kamar.


Aku buka pintu kamar yang sudah tidak terkunci ternyata dia sedang menyisir rambut.


"ayo dek... aku tunggu di rumah Melan ya"


"kakak pergi sama kak Melan ajalah kalo gitu. Biar aku sama temen-temen aja" jawab adek.


kemudian aku turun lebih dulu. Dia memang jarang mau ikut nimbrung bareng saat aku sedang bersama Melan atau teman-teman yang lain. 'beda dunia' dia bilang.


"Papa gak joging ma"


pagi-pagi Mama sudah menggelar sederetan kertas HVS, lanjutan tadi malam sepertinya.


"ada di depan, tadisih katanya gak...masuk angin dari kemaren sore itu"


"owh" jawab ku singkat. Kemudian salim dan aku tinggalkan Mama.


Papa di depan gak ada, begitu aku buka pintu gerbang... ternyata lagi ngobrol sama om Diki, Papanya Melan.


Sementara tante Fifi, Mamanya Melan...sedang bermain air, menyiram bunga.


"assalamu'alaikum tante" sapa ku


"waalaikumsalam, masuk Kay. Sudah bangun kok Melan"


aku langsung masuk ke dalam rumah, pintu terbuka lebar.


Pas aku baru saja menginjak anak tangga, terdengar...


"mas.. tunggu"


lantas aku berhenti sejenak untuk memastikan kondisi


(percakapan Melan dan Dian)


M: "tumben kesini pagi-pagi"


D: "ambil HP, tadi malam ketinggalan"


M: "jadi kakak yang semalam di kamar sama Ega"


D: "iya"


M: "kamu dengar obrolan aku sama Kayra?


kak... jawab.


Sekarang kita cuma berdua, gak akan ada yang dengar.


Kakak..... jawab"


(terdengar Melan yang berkata diulang dengan nada lebih keras)


D: "iya, dengar"


M: "kak.. kamu ini kenapa sih gak pernah asik kalo diajak ngomong. Sebegitu gak pantasnya kah aku jadi sodara mu "


(suara Melan terdengar naik satu oktaf)


D: "bicara saja apapun aku akan jadi teman bicara yang menyenangkan, asal jangan tentang Kayra"


(aku menelan ludah yang sedari tadi sengaja menguping)


M: "kenapa sih sensi amet sama Kayra"


D: "kalian sudah terlalu lama satu dunia, jika aku katakan sesuatu aku tidak yakin kamu bisa menyimpan nya dari Kayra"


deg... ada rasa tak karuan dalam hati. Sudah dipastikan Dian tidak akan mengatakan apapun jika itu tentang aku. Aku berjalan pelan dan kembali keluar.

__ADS_1


"mana Melan nya Kay"


"masih ganti baju tante" jawab ku sepintas.


kemudian aku bercengkrama dengan tante Fifi, iseng saja tanya-tanya soal bunga.


Tak lama kemudian Melan dan Dian keluar bersamaan, hanya sampai di depan pintu.... Dian diam mematung disana begitu melihat aku ada di depan.


"ayok Kay... keburu siang"


kamipun pamit dan segera memulai perjalanan pagi ini, sudah pasti Dian tidak akan bersama kami.


"Kay... ternyata bener kak Dian yang semalem main PS sama Ega"


Melan memulai pembicaraan.


Tapi karna hari sudah terang, aku tidak tertarik untuk membahas itu saat ini juga. Keburu matahari tersenyum lebar.


"nanti ajalah. udah siang, keburu kehabisan tenaga... belum nyampek rumah"


Akhirnya kami sama diam dan mempercepat langkah. Karna gerombolan para olahragawan pagi sudah tak nampak lagi.


Setelah kami berlari kencang cukup jauh, ahirnya terkejar juga. Mulai nampak beberapa gerombolan pelari.


"udah Kay, kurangi kecepatan. Kita udah dapat temen" Melan nampak ngos-ngos an.


Ahirnya kami berlari lebih santai, dan kembali melanjutkan obrolan.


(lanjut percakapan yang tadi tertunda)


"iya, sudah tau" jawab ku singkat dn sedikit kethus kali ini


"tau...dari ...mana..." tanya Melan dengan nada masih terbata-bata


"aku tadi masuk, tapi pas mau naik.... dengar obrolan kalian"


"trus kamu cuma nguping dibawa? "


"lha... Khan kalian masih ngobrol" jawab ku datar


"harusnya kamu langsung naik tadi, mumpung sikon lagi bersahabat. Tarik aja dia, lampiasin semua kekeselan kamu"


malah Melan yang nampak emosi.


" ya sudahlah... gak penting juga" jawab ku


"eh, tapi tadi bilang gini KALIAN SUDAH TERLALU LAMA SATU DUNIA, JIKA AKU KATAKAN SESUATU AKU TIDAK YAKIN KAMU BISA MENYIMPANNYA DARI KAYRA maksudnya apa ya Kay? "


"mana aku tau, kamu yang adeknya aja gak bisa ngerti dia... apalagi aku"


"waaaa... teki teki nih"


Melan masih saja penasaran, tapi itupun juga percuma... karna dia tidak akan dapat jawaban selama masih dekat sama aku.


"kamu beneran pengen tau.... " Tiba-tiba aku punya rencana


"gimana caranya?? "


"kita gak usah sahabatan lagi" seketika Melan menghentikan langkahnya.


"kamu bercanda... "


"Pura-pura aja" kemudian aku tarik kembali tangan Melan biar gak jalan ditempat


"iya... kita pura-pura aja berantem. Gak sahabatan lagi. Dengan gitu siapa tau Kakak kamu mau buka mulut"


Melan masih terdiam mendengar ucapan ku, sepertinya dia lagi mencerna


"hawh..... memangnya betah kita pura-pura berantem? betah berapa lama....." Sudah pasti Melan tak yakin.


memang sih, sehari gak ketemu aja rasanya sudah seperti setaun. Sudah berasa kayak saudara kembar aja.

__ADS_1


"yasudahlah... bomatlah..... bodo amat" jawab ku lagi, membuyarkan rencana yang tidak mungkin dilaksanakan.


"hhh... bomat ya" Melan mengulang kata


kami tertawa berdua, kemudian mulai menambah kecepatan langkah kaki.


Matahari belum terlalu tinggi ketika kami sampai, si adek rupanya sudah sampai lebih dulu dan saat ini sedang bermain badminton sama Papa.


Aku ajak Melan untuk lanjut badminton, tapi istirahat sejenak.... ambil nafas sembari menunggu giliran.


Kami duduk di teras butik, karna dari sana sudah kelihatan teras rumah.


Sepertinya Mama lagi ada job penting, sampai di belain lembur dilanjut pagi-pagi dan sepagi ini sudah duduk manis di butik.


"Mama gak sempat masak Kay, nanti kamu pergi beli sama Papa ma"


"Mama juga" tanya ku.


"gak... Mama masih banyak pekerjaan, take a way saja Mama"


"tapi nanti dulu yah, main badminton sebentar"


"terserah... Khan biasanya kamu yang suka lapar pagi-pagi"


dan si Melan sudah cubit-cubit dari tadi


"makan dimana... ikut dooonkk" bisik-bisik ditelinga


"yaelah... nemplok aja kamu ini" ucap ku


kemudian adek memanggil pertanda kalau sudah game point.


yah, kami jadikan lapangan badminton di teras... karna satu keluarga suka badminton. Lapangan dadakan sih lebih tepatnya, jadi netnya bisa di lepas pasang.


Cukup satu set....


matahari sudah tersenyum lebar dan cacing perut mulai protes


"tungguin ya aku mandi dulu" pinta Melan.


"ok.... aku juga mau mandi dulu"


kemudian kami sama-sama meninggalkan teras. Segera bersiap untuk beli sarapan.


Begitu aku turun... si adek sudah siap dengan pisau di tangannya


"kakak mau roti gak"


"boleh... selain nanas ya"


diluar sudah terdengar Papa memanaskan mobil.


"kak Melan ikut kak" tanya adek


"iya.... nemplok mulu tuh anak.


mungkin kesepian.... gak punya cs kayak aku sama kamu adek 😄"


Sambil berlalu kami menikmati roti tawar selai. Sudah adek siapkan juga untuk Melan. Begitu mobil keluar Melan sudah siap di depan.


cussss deh beli sarapan.


~gudeg Jogja~


^_^


happy weekend readers....


jangan lupa sarapan ya biar badan sehat.


dan jangan lupa like, koment serta vote.... biar autor juga ikut sehat, semangat buat up up up

__ADS_1


__ADS_2