KALAU SUDAH JODOH

KALAU SUDAH JODOH
Nikah Muda, anugrah atau petaka?


__ADS_3

"setelah ini kita bicara di ruang keluarga" ucap mama dengan nada serius. Mungkin mama mulai menyadari jika apa yang aku katakan bukanlah bercanda.


"ish... mama. Dikasih tau kalo anaknya di lamar orang, mau nikah cepet. Langsung kebakaran jenggot" adek mulai dengan candaannya.


Aku, adek juga papa sudah berada di ruang keluarga. Papa mulai menyalahkan televisi dan tak lain acara berita yang di tonton.


"gimana kakak bilang tadi, coba kasih tau mama. Kenapa tiba-tiba begitu" mama datang langsung dengan pertanyaan menyelidik.


"siapa sih yang ngajakin kakak nikah muda, Dian? apa kak Jo?" pikiran adek langsung tertuju pada dua nama yang selama ini membuat rumit hidup ku. Tapi sayangnya buka mereka.


Aku menggelengkan kepala.


"anaknya romo yai ma, guru bahasa Arab di pesantren" adek yang saat ini tengah mengunyah pudding langsung tersedak.


"wau, se istimewah itukah kakak" tanya nya dengan nada mengejek.


"adek, jangan menyela dulu. Biarkan kakak menceritakan semua dulu" kali ini mama benar-benar penasaran rupanya.


Gini nih, kalau sudah terlena sama pekerjaan. Lupa sama anak. Jadi tertinggal berita.


"ya itu tadi ma. Seorang ustadz gak mungkin kan mendekati Kayra semacam caranya Dian, atau kak Jo?


Tiba-tiba saja orangnya datang, bilang kalau menyukai Kayra. Berniat untuk meminang Kayra. Dan jika IYA, pernikahan akan dilangsungkan dalam waktu dekat"


aku berusaha menata hati juga emosi. Sehingga aku mampuh menyampaikan ini semua dengan tenang dan santai. Tapi jauh dalam hati, jangan di tanya. Seperti makan permen nano-nano yang banyak rasa, sambil naik Roalcoster. Makin gak karuan khan.


"bagaimana dengan keluarganya, apa setuju? " kali ini papa angkat bicara. Papa memang tak banyak bicara tapi selalu berkata pada intinya.


"justru ustadz Billal menyampaikan itu ditemani ummi pa"


"hahahahha, menjauh dari fans gak taunya malah mendekat sama jodoh" lagi-lagi adek mencairkan suasana.


"memang kakak sendiri sudah merasa cocok sama orang itu. Siapa,ustadz Billal?


Kalau dilihat dari latar belakangnya sih, inshaAllah orangnya baik. Baik agama, baik akhlak. Sekarang kembali lagi sama kakak. Bagaimana dengan perasaan kakak. Apa kakak nyaman, apa kakak sudah benar siap menjalani itu semua.


Pernikahan tidaklah sebentar. Setiap orang pasti berharap untuk selamanya. Menyatukan dua kepala itu juga tidak mudah. Tanyakan pada hati kecil kakak, jangan lupa minta petunjuk sama Allah.


Mama sama papa hanya bisa merestui jika memang itu yang terbaik"


Entah kenapa, setelah mendengar petuah dari mama hati ku kembali lembek. Air mata kembali mengalir sembari ku peluk mama dari samping.

__ADS_1


Bahkan suara tangisan ku semakin keras dan aku tidak berusaha menahan. Aku hanya ingin mengeluarkan apa yang dari kemarin ku tahan.


Tidak ada yang mencoba menghentikan tangisan ku. Tangan lembut mama terus mengusap rambut ku. Adek yang sedari tadi cerewet juga diam seketika.


"kakak tidak harus terpengaruh pada siapapun. Jangan menyakiti diri sendiri hanya untuk memikirkan orang lain.


Putuskan suatu hal ketika kita sudah yakin, karena itu yang akan menjadi penguat saat kita diterpa musibah" petuah papa.


"tapi melihat tangisan kakak yang seperti ini, mama sudah tau apa jawabannya. Jangan di paksa.


Mau sebaik apapun latar belakang seseorang, jika memang itu bukan jodoh kita makan tidak akan bisa hidup bersama.


Kakak harus sabar, yang kuat. Pandangan harus tetap lurus ke depan, sekalipun badai terus datang. Itu tandanya Allah sayang sama kita. Karena pohon yang kokoh adalah yang mampu menahan terpaan hujan dan badai.


Jangan terpengaruh dengan siapapun dia, tetaplah bersikap tegas. Kamu tidak perlu takut, ada Allah yang akan selalu menjaga mu. Dan ada do'a mama yang selalu mengiringi langkah mu.


Percayalah, jodoh tidak akan tertukar.


Ketika dua hati di pertemukan dan dengan kesiapan yang sama untuk melangkah bersama di sertai dengan ridho dari masing-masing keluarga, saat itulah jodoh datang"


"enak ya jadi kakak. Dikejar cowok terus. Gak disini gak disana, larisss manisss" tenang sesaat, eh mulai lagi si adek.


"ssstttt, adek ini. Umur bertambah tapi dewasa gak nambah-nambah" celetuk mama.


Jika kita mau menjadi berharga, maka kita harus menjaga itu semua.


Tidak lantas dengan wajah yang menawan menjadikan kita bangga karena menjadi kejaran laki-laki. Apalagi sampai mau di sentuh-sentuh. Itu sama halnya dengan kita murahan, karena siapa saja bisa memegang.


Adek tau buah kan. Buah yang berkualitas bagus, tanpa di pilih-pilihpun langsung di ambil semua. Lain halnya dengan buah murah yang sedang di obral. Di sentuh-sentuh, begitu ada yang benjol sedikit, atau ada lubang sedikit,hitam, diletakkan lagi. Tidak jadi diambil untuk dibeli"


Beli satu gratis satu. Aku yang curhat, adek yang dapat nasehat.


"kamu mah terlalu galak, jadi takut yang mau beli. Takut di sengat duluan" kali ini aku yang menggoda adek.


"kakak ye, gini-gini kan aman. Mana ada yang berani gangguin aku. Kakak tuh yang terlalu lembek. Seperti kerupuk yang kena angin, me.lem.pem" tak mau kalah rupanya si bungsu.


"Kalian ini ya, lama gak ketemu. Ketemu-ketemu tetap saja" mama menengahi perdebatan ku dengan adek.


"enaknya punya adek lagi aja ma. Biar mereka malu sama si adek kalo debat terus" ucapan papa spontan mendapat reaksi keras dari aku juga adek.


"papa beneran mau nambah anak lagi? " teriak ku bersaan dengan si adek.

__ADS_1


"kalo mama mau" ucap papa singkat sambil melirik ke arah mama.


"malunya di taruh mana pa, punya cucu aja udah pantes kok malah mau punya bayi lagi" penolakan secara halus dari mama.


"iya tuh. Kalo emang papa pengen bayi, yaudah kakak aja suruh nikah sekarang trus suruh punya anak. Calon juga udah siap kan" ucapan adek yang lagi-pagi asal.


"sudah-sudah, nanti malah ribut lagi" melihat ekspresi mama aku tidak jadi menjawab perkataan adek.


Aku membenamkan wajah ku di pangkuan mama. Rasanya nyaman sekali. Inilah suntikan semangat yang aku cari.


Hidup terkadang terasa rumit, mungkin karena aku yang terlalu terbawa perasaan. Aku sulit untuk mengabaikan seseorang. Termasuk mengabaikan perkataan yang menyentil telinga.


Aku memang berbeda dengan adek dalam hal sifat, bisa dikatakan memiliki bertolak belakang. Tapi itu yang menjadikan seru, kadang bersama, kadang berantem, kadang debat, kadang sehati. Dan inilah yang aku rindukan saat kami berjauhan.


__________________^_^_______________


Hay, sahabat Kayra. Adakah yang merindukan ku, huhu 😃 lama tidak menyapa yah.


Yang penting sudah di up Khan....


Sudah dalam tahap penurunan konflik nih.


Mungkin setiap pembaca punya keinginan jika Kayra bersama si A, si B, atau si C.


tapi kembali lagi ke judul, KALAU SUDAH JODOH mau gimana lagi. Ya khannn


Do'akan saja, semua indah pada waktunya 😍


Terimakasih banyak nih sama sahabat setia Kayra 😘


tanpa pembaca cerita ini bukanlah apa-apa.


Kalau mulai bosan dengan cerita ini, boleh nengok judul yang satu lagi CINTA atau OBSESI.


Tentang apa itu? yah tentang cinta dan obsesi 😁 yang penasaran boleh tengok.


Tapi baru segelintir yah, buat sambilan saat otak mulai buntu dengan kisah Kayra.


Oke, sekian dulu aku kasih pengumuman.


😘😘😘😘 buat kalian semua.

__ADS_1


jangan lupa jejaknya, oke


__ADS_2