KALAU SUDAH JODOH

KALAU SUDAH JODOH
Butuh Bantuan


__ADS_3

Rahardian POV


Sepertinya kali ini aku tak bisa cukup dengan diam saja. Minimal aku mendapat dukungan dari orang terdekat. Siapa lagi kalau bukan Melan. Mesti baikan ini sama dia , malahan kalau bisa jadi tangan kanan.


Selain menyaksikan sendiri foto dan vidio, dari keterangan yang tertera di sana sepertinya gadis itu benar-benar dekat dengan laki-laki yang bersama nya. Semoga belum terlambat, semoga hatinya belum tertambat.


Sekitar jam 10 pagi aku ke rumah Melan. Rumah sudah sepi, tapi pintu gak di kunci. Berati ada dia di dalam.


Aku langsung masuk dan naik ke lantai 2. Ada suara berbunyi. FTV, berati Melan yang lagi nonton.


"Dio gak ada"


langsung dia kasih tau dengan nada jutek.


"gak cari Dio, cari kamu"


"baguslah, kalau ada maling yang mau ngaku" ternyata dia anggap aku maling setelah kejadian semalam


"Mel..... " kembali aku panggil dia.


Dia sama sekali tidak menganggap keberadaan ku, pandangan nya tetap lurus ke depan TV. Akhirnya aku ambil remot TV dan aku matikan.


"Melan... dengar kakak"


aku berbicara lebih keras, berharap mendapat tanggapan. Nyatanya tidak, dia malah meraih HP yang ada di meja.


"berhenti jadi sodara yang menyebalkan kenapa sih"


ucapnya lirih tapi aku masih bisa mendengar. Rupanya sekesal itu dia terhadap ku.


"Melan maafkan kakak. Kakak benar-benar tidak bermaksud untuk selalu mengacuhkan kamu"


kali ini aku mulai pembicaraan, karena dengan kondisi seperti ini tidak mungkin Melan mau aku ajak keluar. Direspon atau tidak saat ini, minimal dia mendengar. Semoga saja masih ada maaf dan masih ada tempat untuk aku kembali dekat sebagai kakak nya.


"ok sekarang kakak akan berbicara banyak, dengan syarat kamu bisa menyimpan rapat dari siapapun, termasuk orang yang bersangkutan"


dia menoleh ke arah ku, entah expresi apa yang dia tunjukkan


"apa untungnya buat aku? " ternyata dia malah memikirkan untung rugi


"mulai saat ini aku akan menjadi kakak yang manis dan terbuka, apapun itu. Kakak akan jawab semua pertanyaan kamu selama ini.


Janji kamu bisa dipercaya? "


dia masih diam, nampak keraguan pada raut wajahnya


"udah dew ngomong aja" masih saja dia kethus.


"janji dulu. Aku gak bisa ngomong sama sembarang orang, juga di sembarangan tempat"


"iya deh janji" jawabnya singkat.


"gak pakek 'iya deh' yang ikhlas bilang iya"


"iya kakakkkkkk, nyebelin! udah puas?! "


"semua tentang Kayra. Ayo kita ngobrol di luar saja, ini terlalu privasi"


ahirnya, aku sampai pada kalimat itu.


Sedikit jalan untuk menuju arah yang lebih cerah.

__ADS_1


Akhirnya dia berdiri dan masuk ke kamar


"ayo kak" dia sudah siap dengan mengenakan hijab.


Aku berdiri dan kami mulai menuruni tangga. Sejauh ini tak ada siapapun yang terlihat masuk. Tadi setelah aku masuk sengaja aku kunci pintu depan, berjaga saja seandainya ada yang tiba-tiba masuk. Aku tidak mau ceroboh. Kegaduhan yang di buat Ummi waktu sudah cukup memberikan aku pelajaran.


Belajar untuk menjaga hati gadis kecil.


"mana aku yang bonceng"


aku minta kunci motor yang dia pegang.


Setelah perjalanan beberapa menit, aku menepi pada sebuah rumah karaoke. Yah, karna disana setiap bilik dijadikan ruang kedap udara. Sudah dipastikan pembicaraan kami tidak akan terdengar oleh siapapun.


"ck, ngapain juga ketempat beginian" ada nada kurang suka pada dirinya


"kita gak akan karaokean, aku juga gak hobi itu"


Kami berdua berjalan masuk, setelah melewati meja kasir dan melakukan pembayaran, kami segera memasuki ruangan yang berada di lantai 2.


"ngapain sih kesini kak" masih saja terdengar nada tak suka pada dirinya


"disini Khan ruangan nya kedap udara, jadi dipastikan gak akan ada yang dengar pembicaraan kita"


"segitu rahasia kah? "


"pasti, kalau tidak kenapa juga selama ini aku tidak pernah menghiraukan kamu"


kami sudah memasuki ruangan. Dan klekk pintu aku kunci.


"kakak minta maaf lagi, kemaren pakek HP kamu tanpa izin"


"wook... iya tuh. Jelasin, ngapain. Nyuri apa aja kakak"


Sebagai langkah awal untuk mendapat maaf nya memang aku harus menjelaskan perihal itu.


"tadinya kakak cuma mau lihat nomor Kayra yang baru. Gak taunya pesan chatt kamu masuk terus, ahirnya kakak penasaran dan kakak buka. Ada foto-foto Kayra disana. itu yang kakak ambil, juga vidio. Kakak cemburu Melan"


harus aku akui pada gadis ini bahwa memang aku menyukai sahabat dia dari lahir itu.


"kakak seriusan? "


"iya Mel. Sudah diam dulu. Kakak sudah tau apa saja yang akan kamu tanyakan, sudah sering kali Khan kamu tanyakan itu pada kakak, tapi kakak gak pernah mah buka mulut.


Bukan apa Mel, tapi kakak gak mau sembarang tempat bicara. Kamu tau sendiri bagaimana ummi bersikap"


"iya sih kak, kenapa juga aku gak pernah kepikiran kesana ya"


"karna kamu sudah terlanjur berfikiran buruk pada kakak"


"sebenarnya kakak gak pernah benci sedikitpun sama Kayra. Malahan kakak tetap menyukai gadis itu sejak kecil hingga saat ini. Tapi keadaan yang membuat kakak semakin jauh dan tidak tau lagi harus bagaimana. Kakak jarang di rumah apalagi untuk bertemu dia secara baik, kakak merasa tak pernah punya kesempatan lagi. Kakak memang tak dirumah, tapi kakak tau setiap informasi tentang dia. Siapa saja yang berusaha mendekati dia. Jujur saja kakak gak suka, selalu cemburu, tapi untuk mengungkapkan itu semua tidak mungkin. Bahkan waktu membuat aku dan dia semakin jauh, semakin jauh dan justru dia membenci ku.


Kakak tidak pernah benci pada gadis itu. Hanya saja setiap melihat dia kakak selalu salah tingkah dan tidak bisa mengendalikan perasaan. Itu sebabnya kakak selalu berusaha menghindari pertemuan dengan dia. Walaupun sebenarnya kakak ingin sekali, melihat senyum dia itu bagai candu. Ahirnya kakak melakukan nya secara diam-diam, dari teras lantai dua rumah kamu.


Saat itu kakak hanya punya cara untuk mengirimi dia benda-benda yang mungkin saja disuka oleh cewek-cewek usia dia. Kakak selalu meminta tolong pada teman wanita kakak untuk membelikan aksesoris dan mengirim pada alamat yang kakak kasih dengan meninggalkan identitas pengirim disana.


Dari sekian banyak informasi yang kakak terima dan dari sikap dia terhadap anak-anak yang suka dekati dia, kakak bisa yakin bahwa Kayra bukan gadis yang sembarangan untuk di taklukkan. Terlagi dengan keluarga dia yang ketat. Kakak masih bisa tenang di kejauhan.


Bahkan saat kalian berdua membicarakan, siapa itu.... yang suka kejar-kejar dia di sekolah? kak Jo, yah itu mungkin.


Kakak masih tetap tenang, bahkan dari penuturan dia sendiri kakak yakin jika hati dia masih belum terjamah siapapun.

__ADS_1


Tapi, ketika kakak lihat foto-foto dan vidio di chatt kamu kemarin, kakak langsung terbakar Mel. Ada senyum manis di sana, ada tawa riang... lepas...sayangnya itu bukan bersama kakak.


Kakak mulai takut Mel, takut hati dia sudah ada yang mencuri.


Kakak harus bagaimana sekarang Mel, bisa kah kakak katakan pada dia "jangan mencintai orang lain "


rasanya mustahil, setelah kebencian yang kakak percik kan sendiri pada gadis itu"


"hemp... iya juga sih kak. Kakak sih, kenapa begitu juga, kalo suka bilang aja suka sih. Kenapa yang ditunjuk kan justru seolah-olah kebencian. Sekarang yang ada pada hati dan pikiran Kayra tentang kakak, itu hanya kebencian"


"iya, kakak tau itu. Menyesal, iya. Semoga saja belum terlambat"


"untuk memudarkan kebencian itu butuh waktu kak. Dan aku rasa yang bisa merubah kebencian Kayra terhadap kakak, itu ya hanya diri kakak sendiri. Cobalah untuk menunjukkan sikap yang lebih manis. Jangankan Kayra kak, aku yang adek mu sendiri aja juga kesel dengan sikap kamu selama"


"tapi kakak juga butuh waktu untuk mengakhiri semua sandiwara ini. Kamu kira mudah untuk kakak?


Dengan kekecewaan ummi terhadap kakak yang gagal jadi Hafidz, bisa saja emosi ummi setiap saat meledak kalau nyata lihat aku dekat sama Kayra.


Sebagai ibu mungkin beliau peka, jika aku sering memaksa untuk pulang dan lebih sering aku berada disini daripada di rumah.


Tidak kakak pungkiri itu memang benar, tapi itu hanya dari sisi kakak. Tidak sepantasnya Kayra menerima kebencian ummi.


Kakak juga berusaha menjaga Kayra dari kebencian ummi Mel.


Kakak daftar kuliah tahun ini, ambil Manajemen syari'ah di UGM.


Kakak harus fokus kali ini, kakak sudah janji pada ummi.


Semoga dengan keberhasilan kakak itu mampu memudarkan kekecewaan ummi pada kakak. Dengan begitu ummi akan menerima apapun keputusan kakak.


Bantu kakak Mel"


"Melan bisa bantu apa kak"


"simpan setiap perkataan kakak dengan baik. Itu sudah sangat membantu.


Satu lagi, kamu sangat dekat sama Kayra khan, bisakah kamu menjaga dia untuk kakak? "


"menjaga gimana maksud kakak? ??


masa iya, kalau dia suka sama seseorang trus Melan larang, perasaan orang siapa yang tau kak. Atau Melan sabotase hubungan mereka? Ah, gak ah. Gak bagus itu"


"gak gitu juga. Cukup sering-sering kamu ingatkan dia tentang kakak"


"yang ada kesel terus dia tiap hari. Makanya kakak itu kasih kesan yang baik, setidaknya biar dia itu bisa ngrasa kalau kakak suka sama dia"


"menunjukkan secara langsung kakak belum bisa Mel. Kakak masih menghindari bertatap muka sama dia. Tapi kakak selalu berdo'a untuk mendapatkan tempat dihati dia. Kakak sebut nama dia di setiap do'a. Allah sang maha pemilik hati, kiranya Allah takdirkan dia untuk menjadi jodoh kakak, inshaAllah hatinya akan tetap terjaga untuk kakak.


Untuk saat ini, kekuatan kakak hanya do'a"


"hemp..... kakak"


"bantu kakak sebisa kamu, biarkan mengalir begitu saja. Kita tidak harus berpura-pura untuk menjadi baik"


"sekalipun hanya baikan lewat HP dan bersikap baik di hp. Selebihnya tetaplah bersikap seperti biasa untuk menghindari ke negatifan ummi.


Apa itu juga tidak bisa? "


"kakak belum berfikir sejauh itu. Yang pasti, kamu tau semua itu sudah cukup meringankan pikiran kakak. Setidaknya kamu orang terdekat Kayra, bisalah kamu kasih kesan-kesan positif tentang kakak. Jangan di komporin mulu"


"kakak sendiri sih. Akunya aja panas, jadi nyetrum lah kompornya"

__ADS_1


"ya sudah, trimaksih sudah mau dengar kakak. Setidaknya dari sekarang bantu kakak memadamkan kompor pada diri Kayra.


Kita pulang sekarang"


__ADS_2