
Lady Chi kembang kempis dengan nafas terengah-engah.
Perisai energi diterjang begitu saja oleh kobaran api Lin Fan. Dia sangat terkejut dengan kemampuan api aneh. Sebenarna apinya hanya api biasa, namun bubuk mesiu yang disebar itu yang istimewa.
Pakaian Lady Chi terkoyak dengan luka bakar di kulitnya yang mulus. Penampilannya yang mengguncang benua telah turun beberapa peringkat yang sangat nyata.
Puteri agung kekaisaran bertransformasi menjadi perempuan gembel pengemis.
"Aku mencium bau rambut terbakar." Lin Fan berceloteh ringan dengan menggoyang-goyangkan tubuhnya. Sehingga tampak jubah hitam dengan masker moncong panjang memprovokasi dengan gaya yang sangat menyebalkan.
Seperti telah disadarkan, Lady Chi memegang rambutnya. Dan astaga timbunan rambut terlepas begitu saja dari kepalanya.
"TIDAAAAAKKK...."
Jeritan frustasi dan kemarahan meledak. Suara tragis menggema di seluruh hutan, membuat binatang buas diam seketika dari auman-auman. Mereka berfikir auman wanita dewasa ini lebih menakutkan dari aumannya sendiri.
Lady Chi meanrik jubah dan kemudian memakainya. Untuk menutupi semua rahmat yang dirusak oleh api.
Swing... swing... swing...
Beberapa belatu ditembakkan kepada Lin Fan.
Lin Fan hanya diam saja karena semua belati terpantul saat mengenai jubah hitamnya.
Lady Chi dengan kemarahannya terus menerus melemparkan belati, sementara kini Lin Fan mulai membuat gerakan menghindar. Lin Fan juga membalas dengan melempar sumpit tajam dengan bumbu racun mematikan.
Lady Chi tentu harus menghindari sumpit ini. Sepuluh bawahannya mati seketika meskipun mereka memiliki kultivasi yang cukup tinggi. Terkena sumpit ini tentu akan sangat merugikannya.
Dua bayangan berkelabat di dalam hutan. Mereka saling serang dengan melempar senjata dengan cukup sengit.
Sampai kondisi demikian ini dalam pikirannya, Lady Chi harus segera membasmi tikus sampah tanpa ampun.
Serangan keduanya berhenti saat kembali memasuki area luas di mana pepohonan mulai jarang.
Mereka saling berhadapan kembali.
Lin Fan bergoyang-goyang kembali membuat gerakan provokasi yang menyebalkan. Membuat Lady Chi muntab sekali lagi. Rasa ingin mengunyah bocah ini menjadi bubur sekali lagi turut meledak.
Lady Chi melemparkan bola-bola keramik ke arah Lin Fan yang kemudian meledak menjadi gumpalan asap dengan kandungan racun.
__ADS_1
Lin Fan tidak bergeming, jubah hitam dan masker moncongnya mampu menghalau asap beracun tersebut.
Lady Chi kembali melemparkan bola-bola kembali. Meledak di seluruh permukaan jubah Lin Fan menjadi cairan racun korosi yang kuat.
Sayangnya jubah dan masker Lin Fan memiliki kelebihan seperti permukaan daun talas. Racun cairan mengalir begitu saja dari jubahnya menuju tanah.
Shhhhh....
Bahkan tanah pun yang terkena cairan ini melepuh terbakar dengan mengeluarkan asap yang cukup meriah.
Lady Chi semakin frustasi. Segala yang dia miliki hampir semua dikeluarkan. Namun tidak berarti apa-apa di depan bocah ini. Dia merasa kewalahan dan sangat dipecundangi dengan kejam.
Akhirnya Lady Chi tak mampu menahan semuanya. Air matanya jatuh di pipinya.
Dia berbalik, mencoba terbang mundur untuk menjauh dari duel yang tak bisa dia kendalikan arahnya.
"Eh, Aku tidak bisa terbang... Energi originku..."
"Kamu... Apa yang kamu lakukan !!!" Lady Chi meraung hebat.
Lin Fan terkekeh-kekeh. Dengan masker moncong panjangnya dia melakukan gerakan melongok-longok ke suatu arah.
Lady Chi segera memaku pandangan ke arah yang ditunjukkan paruh.
Namun Lady Chi tentu masih menghisap asap tak terlihat tanpa dia sadari.
Energi originnya terkunci, makin lama kekuatannya turun secara nyata hingga dia menjadi seperti perempuan fana biasa tanpa kultivasi.
Proses ini berlangsung sangat cepat bahkan dia sendiri tak menyadari kalau dirinya sekarang sudah pingsan.
Kembali ke area camp.
Lin Fan membawa perempuan terikat dan meletakkannya di samping tenda. Dia masih melihat Mao Yu pada posisi dan keadaan yang sama. Bahkan Kong Kecil juga masih di samping tuannya dengan dengkuran keras.
Lin Fan akhirnya memutuskan untuk menyibukkan diri.
Dia mengeluarkan beberapa botol dengan berbagai warna, dengan bersenandung bahagia dia mulai mencampur untuk membuat suatu racikan.
__ADS_1
Mao Yu tenggelam dalam sebuah fikiran yang sangat jauh.
Berusaha untuk menelusuri kebenaran dari pohon tua yang telah mati. Dia melacak sisa-sisa jiwa pohon. Menemukan bahwa pohon ini sangat misterius.
“Apakah pohon ini telah ada sebelum era dimulai?” Mao Yu berkata dalam benaknya.
Dia tampak menyudahi ziarahnya. Di akhir sesi, dia memberikan persembahan beberapa buah, arak dan membakar dupa.
Dua minggu tepatnya rombongan menghabiskan waktunya berada di dalam hutan.
“Kemasi, Kita pulang...”
Lin Fan yang tengah asyik dalam racikannya merengut. Namun dia menuruti tuannya, segera dia kemasi botol botolnya dan melipat semua tenda dan peralatan.
Mao Yu melihat gadis dewasa yang tidur meringkuk di samping tenda.
Karena tak lagi berbahaya dan tidur selama dua minggu penuh, Lin Fan membuka tali dan menutupi gadis dewasa dengan selimut tebal.
“Oh, Kamu menyelamatkan gadis. Lihat betapa mengenaskan dirinya, tentu dia sangat celaka karena bertemu dengan orang jahat yang sangat sadis. Lin Fan sungguh baik sekali kamu. Tindakanmu terpuji.” Mao Yu mengacungkan jempol.
Lin Fan “ ... “
Dengan jentikan jari rombongan dan tawanan tiba di sebuah bukit kecil dekat dengan benteng.
“IIINNN IIINNNIIIIII....” Lin Fan terkejut dan terkagum-kagum dengan apa yang dilihatnya.
Benteng Tua Leluhur telah dibangun dalam kurun waktu singkat. Paman Mubai sebagai direktur proyek memang patut diacungi jempol.
Di depan mereka berdiri bangunan megah dan kokoh dengan tembok batu hitam. Mereka juga melihat berbagai bangunan berdiri megah dan menjulang dengan bahan kayu berwarna hitam juga.
Tembok tinggi, tebal dan kokoh membentuk sebuah persegi yang luar biasa besar.
Di dalam benteng ada tiga lapis area yang masing-masing sangat luas juga. Terbagi atas pelataran luar, tengah dan dalam.
Di area dalam terdapat area inti di mana itu adalah kompleks bangunan pertama yang dibangun. Sebuah telaga dengan pohon willow, lahan pertanian, rumah utama dengan aula utama, beberapa pemondokan dan sebuah kuil.
Area dalam dalam berdiri bangunan yang sangat megah dan bergaya kuno. Membawa kesan luhur dan berwibawa.
Area tengah berisi bangunan yang beragam dengan bangunan-bangunan yang luar biasa.
__ADS_1
Sementara area terluar sedikit bangunan dengan sebagian besar lahan masih kosong.
Shen Mubai telah menyiapkan ini cukup lama. Mengumpulkan bahan di sebuah lokasi tertentu hingga berbukit-bukit hingga akhirnya dengan melibatkan puluhan ribu kultivator, bangunan ini selesai dalam waktu singkat.