
Setelahnya Mao Yu meninggalkan duo tetua, untuk menuju akomodasi yang disiapkan untuknya. Berupa tenda super mewah di sebelah tenda utama.
“Latar belakang Tuan Muda sangat di luar jangkauan dunia kita.” Wang Kun menghela nafas.
Mereka berdua saling berpandangan dalam sebuah komplentasi besar.
Dengan munculnya figur seperti Tuan Muda, pasti di masa depan akan ada sebuah hal besar yang akan terjadi. Mereka berdua sepakat dalam hati bahwa tuan muda memiliki rencana besar di masa depan.
Dengan didirikannya benteng tua leluhur, jelas dan pasti tuan muda sedang menyusun kekuatannya.
Klan Wang telah terlibat dan masuk ke dalam sekutu benteng tua leluhur. Ketika saat itu terjadi Klan Wang akan berkontribusi secara langsung.
Antara kemuliaan yang akan mereka dapatkan atau kehancuran yang akan menimpa mereka semua kelak.
Dalam percaturan di dunia kultivasi yang kejam ini seseorang harus berani menantang resiko. Untuk membuat mereka semakin maju ke depan. Atau memilih zona nyaman namun tak ada pertumbuhan sama sekali.
“Leluhur, Anda akan mengawasi camp ini. Apakah anda untuk menambah kekuatan tuan muda untuk mendukungnya dalam pembongkaran makam?” Wang Ji bertanya
“Kurasa tidak, tuan muda sangat lebih dari mampu.” Wang Kung menjawab dengan singkat.
“Tiga kekuatan besar telah meninggalkan camp. Hanya menyisakan Sekte Api Phoenix dan Sekte Pedang Surgawi. Sementara kekuatan menengah selain kami, menyisakan Sekte Lembah, Sungai dan Samudra.”
“Bahkan trio sekte itu mereka sengaja menekan kami kali ini.” Wang Ji menambahkan.
“Perseteruan kami memang tak bisa didamaikan dari zaman dulu hingga salah satu pihak harus musnah tampaknya.” Wang Kun berkata dengan tegas. Dari kilau matanya tampak hari akhir dalam menyelesaikan perseteruan akan tiba tak lama lagi.
*****
Sementara di camp tiga sekte Lembah Sungai dan Samudra.
__ADS_1
Ketiga leluhur tampak saling berbincang dengan serius.
“Leluhur Wang telah tiba beberapa saat lalu. Kurasa ini akan menjadi hal yang sangat serius.” Leluhur Sungai membuka percakapan.
Sebagai tiga sekte yang menjadi kesatuan. Mereka selalu saling bahu membahu dalam segala hal.
Mereka telah berseteru dengan Klan Wang dari sebuah masa yang jauh beberapa generasi lalu. Ini terjadi saat Bapa Leluhur mereka memiliki duel dengan Leluhur Wang di masa itu.
Konon pertempurannya sangat sengit hingga hutan Klan Wang terbakar dan asapnya memenuhi seluruh dunia keempat.
Pertempuran itu sangat epic dan direkam dalam kenangan setiap ahli yang menyaksikan.
Namun sayangnya duel itu tidak diketahui siapa pemenangnya.
Pada akhir duel masing-masing pihak melakukan retret dan mengunci diri dalam isolasi mandiri. Setelahnya pun mereka tak mengatakan apa pun kepada pihak lain tentang hasil duel. Bahkan tidak ada salah satu pihak yang mengklaim kemenangannya.
Namun sayangnya sejak saat itu kedua master itu tidak lagi menunjukkan diri kepada dunia.
Para pengamat ahli menduga keduanya terluka hebat. Dan tak ada warta berita lagi apakah keduanya masih hidup atau telah meninggal.
Rasa persaingan ini akhirnya diwariskan dari generasi ke generasi di antara mereka.
“Klan Wang telah melemah saat ini. Namun kita tidak memiliki keberanian untuk segera mengakhiri permusuhan.” Leluhur Samudera berfatwa.
“Tetap yang menjadi alasan kita tidak bergerak adalah dugaan Leluhur Sepuh Wang masih hidup. Kita tak bisa serta merta gegabah dalam hal ini.” Leluhur Lembah menjawab.
“Baiknya kita semua mengamati.” Leluhur Samudera menimpali.
Kemudian mereka terus berdiskusi. Hanya saja Leluhur Sungai diam saja hanya memperhatikan.
__ADS_1
*****
Mao Yu duduk dengan manis di tenda mewah yang disiapkan untuknya.
Wang Jiao dan Wang Shan menghadap Mao Yu dengan menundukkan kepalanya dengan perasaan menyesal. Terutama bagi Wang Shan.
Wang Shan telah dimarahi habis-habisan oleh Wang Ji. Hingga hampir seluruh wajahnya basah oleh ludah.
Wang Shan dicecar dengan pelajaran adab dan tata krama. Dia hanya bisa pasrah tak berdaya.
Mereka berdua diminta mengikuti tuan muda tanpa perlu bertanya apa, bagaimana dan mengapa. Ini perintah utama klan. Wang Ji juga mengancam jika perintah ini dilanggar mereka akan dicoret dari klan, meskipun mereka berdua putra patriark.
“Tuan Muda maafkan aku karena kebodohanku.” Wang Shan tampak menderita.
Mao Yu tertawa saja dan mengabaikannya. Kali ini dia dalam suasana hati yang bagus. Informasi yang diberikan Tetua Wang terkait perkembangan makan tua berpotensi memberikan bantuan besar dalam kultivasinya.
“Tuan Muda waktu giliran pengamatan akan tiba pada kelompok kita satu jam lagi. Pengawas kita kali ini adalah Sekte Api Phoenix” Wang Jiao memberikan informasi.
“Menarik.” Mao Yu menjawab dengan singkat.
Wang Jiao dan Wang Shan kemudian undur diri untuk membuat persiapan. Meninggalkan Mao Yu sendiri dengan monyet kecil pemalas.
“Kong Kecil, Apa yang kamu temukan dari pengamatanmu ?” Mao Yu bersandar di kursi malasnya.
“Di dalam makam ada sebuah portal rumit yang tampaknya mengarah pada suatu lokasi tersembunyi. Dari struktur portal ini bukan buatan dunia ini. Tampaknya orang luar yang telah membuatnya.”
“Jika aku menghitung, dengan kekuatan lokal yang ada saat ini. Butuh waktu cukup lama memecahkannya. Bisa memakan waktu bertahun-tahun.” Kong Kecil menjelaskan.
“Oh, Jadi begitu rupanya.” Mao Yu makin optimis.
__ADS_1