Legenda Raja Abadi

Legenda Raja Abadi
Panen


__ADS_3

Mao Yu telah tiba di sekte Singa Perak. Dia hanya mendapati Lei Teng sedang menyapu daun di halaman.


“Lei Teng ke mana Kepala Sekte Tang Shang dan Zen Li? Tampak tak terlihat keberadaan mereka sama sekali.”


“Mereka berkunjung ke ibukota, menghadiri pertemuan asosiasi sekte kecil. Perkiraan seminggu lagi mereka akan pulang. Kepala Sekte Tang Shang memintaku menyampaikan informasi ini.” Lei Teng menghentikan sementara aktivitasnya.


“Apa sangat mendadak ?”


“Iya, Surat yang dikirimkan kepada kita sangat lambat sampainya. Begitu Kepala Sekte Tang Shang membaca itu sudah sangat mepet. Jadi mereka memtuskan untuk berangkat langsung.” Lei Teng menceritakan kejadian pagi tadi.


“Begitulah rupanya.” Mao Yu memahami.


“Oya Lei Teng, bisa bantu aku menarik sesuatu yang sangat berat. Aku hampir melupakannya.” Mao Yu mengajak Lei Teng menuju lokasi di mana Mao Yu mengikat tong kayunya.


Lei Teng menyandarkan sapu, dia mengikuti Mao Yu hingga dia melihat sebuah rantai yang diikat melilit pada sebuah pohon.


“Menarik rantai dari dalam air danau ?” Lei Teng memastikan apa yang harus dia lakukan.


“Iya...” Mao Yu mengangguk.


Lei Teng memegang rantai untuk kemudian mencoba menariknya. Namun sayangnya dengan kekuatan biasa tak seinchi pun rantai terangkat.


Lei Teng menaikkan kekuatan setingkat atas capaian kultivasinya. Namun belum juga rantai terangkat.


Karena Lei Teng akhirnya sangat penasaran pula benda apa yang dia tarik. Segenap kekuatan penuh dia ledakkan dari dantiannya.


Cahaya halo berwarna ungu menyelimuti seluruh tubuhnya.


“Akhirnya !!” Lei Teng bersorak. Rantai telah terangkat sedikit.

__ADS_1


Namun sayangnya itu hanya permulaan. Hampir sejam Lei Teng kembang kempis nafas dengan seluruh wajah berubah merah. Rantai hanya terangkat setengah dari panjangnya.


Lei Teng tak kehabisan akal. Segala pil pemulihan dan kekuatan dia telan seperti makan kacang panggang.


Ledakan energi sahut menyahut memberikan kekuatan tak terbatas atas tubuhnya.


Akhirnya tong terangkat sempurna menuju permukaan.


“INNNN IIINNNNNNIIIIIIII...............”


“INNNN UUUIIIINNNNIIIIIIIIIII..............”


Lei Teng kehilangan separoh jiwanya seperti menguap begitu saja.  Ekspresi wajahnya terlihat seperti sedang melihat malaikat maut.


Dia merasa kepalanya kebas dan sangat ringan. Tolong, tidak.... aku tak boleh pingsan.


“A... Aaa... Innn... Innnniiiii.....” Lei Teng masih tak percaya apa yang dia lihat dengan kedua matanya. Bahkan mata kakinya juga menolak fakta.


“Garam yang bagus, sangat cocok untuk memasak ikan.” Mao Yu mengambil sebongkah dan memainkan dengan melempar-lempar ke udara.


Lei Teng pingsan.


Dalam mimpinya Lei Teng bergumam. Ini adalah Garam Kristal Singa Perak. Kualitas utama! Kualitas pertama! dan Sangat wahid!


Dalam sejarah sekte Singa Perak, mereka hanya mampu memurnikan sebongkah garam kristal utama. Itu pun harus melibatkan semua tetua dan dibuat dalam kurun ribuan tahun.


Lei Teng pernah menyaksikan sendiri peristiwa itu di masa lalu.


Kali ini dia melihat satu tong yang berisi puluhan garam kristal utama. Bahkan satu kristal utama dapat membimbing seorang fana menjadi immortal sejati.

__ADS_1


Kejatuhan sekte Singa Perak adalah akibat berhasilnya produksi sebuah kristal garam yang kala itu berhasil dimurnikan.


Keberhasilan mereka dalam memurnikan menjadi pedang bermata dua yang sekaligus menciptakan peluang penghancuran sekte.


Sekte Singa Perak akhirnya dijatuhkan dengan sebuah konspirasi oleh kekuatan besar yang ingin menguasai sebongkah garam kristal utama.


“Untuk memasak.... Untuk memasak...” Kalimat yang diucapkan Mao Yu masih terngiang-ngiang dalam kepala Lei Teng bahkan saat dia pingsan.


Saat bangun, Lei Teng menjadi jompo sejati dengan tatapan kosong dan langkah sempoyongan. Kedua tangannya menggenggam 14 bongkah garam kristal utama yang sangat berat massanya.


Mao Yu bilang ini untuk membumbui masakan ikan agar rasa lebih umami lagi. Bahkan dalam cincin penyimpanan Lei Teng masih ada sekitar 60 bongkah lagi.


“64 garam kristal utama..... 64 orang immortal.....” Lei Teng menggila.


Bahkan kekuatan mana bisa memiliki 64 immortal dalam satu generasi. Tak masuk akal... oh, untungnya aku jadi tukang kebun yang taat. Oh, berkah.... berkah sejati. Lei Teng menangis.


“Lei Teng berhenti menjadi aktor bermain peran kesedihan. Hapus air matamu... Ayo antar aku naik perahu ke tengah danau.” Mao Yu menggerutu.


“Ah...” Lei Teng seperti dibangunkan dari semua imajinasinya.


“Danau ini menyulitkan orang terbang di atasnya. Beberapa orang akan datang kemari, aku ingin menjahili mereka. Apakah mereka akan dapat mencapaiku? Ahahaha... tidak, aku akan memaksa mereka untuk mendayung ke arahku.” Mao Yu tertawa licik.


-###-


Di suatu desa saat senja hari.


“Ibu kenapa langit senja ini berwarna sangat oranye, bahkan oranye terlihat sedikit gelap tak seperti biasanya.” Seorang anak kecil bertanya.


“Cepat masuklah ke dalam rumah. Kata orang tua dari masa lalu, sesuatu yang buruk akan terjadi.”

__ADS_1


Ibu segera memeluk anaknya, kemudian membawa masuk ke dalam rumah. Dia menutup pintu erat-erat.


__ADS_2