
Di dalam penjara terdalam Benteng Tua Leluhur.
Pangeran Gu, seorang bangsawan yang dihormati, telah kini dipenjarakan dan dirantai dalam penjara benteng. Kondisinya sangat memilukan.
Pangeran Gu dipenjarakan di sebuah sel yang gelap dan lembap. Dinding-dinding sel tersebut terbuat dari batu kasar berwarna legam yang dingin, tidak ada jendela atau ventilasi yang cukup.
Cahaya matahari tidak bisa menembus ke dalam sel, sehingga pangeran Gu hampir tidak pernah melihat selama masa penahanannya kecuali beberapa kristal cahaya redup. Udara di dalam sel terasa dingin, lembap dan berbau. Membuatnya sulit untuk bernapas dengan nyaman dalam kondisi cedera berat.
Pangeran Gu dirantai di selnya. Kedua kakinya diikat dengan rantai besi yang berat, sehingga dia tidak bisa berjalan atau bergerak bebas. Rantai itu membuatnya sangat terbatas dalam gerakannya, dan beberapa rantai menembus dada dan lengannya. sangat membatasi pergerakannya pula.
Kondisi fisik Pangeran Gu juga memburuk. Kehilangan tanduk meluruhkan hampir dua pertiga kekuatannya. Membuatnya menjadi narapidana pesakitan.
Rambutnya kusut dan kotor, tubuhnya mulai terlihat kurus dan pucat. Pakaian yang dikenakannya hampir hancur dan sangat kotor. Bekas luka dan memar dan terbakar terlihat hampir di seluruh tubuhnya, mengingatkan pada perlakuan kasar yang dia terima selama pertempuran sebelumnya.
Namun, meskipun kondisinya yang sangat terpuruk, semangat Pangeran Gu seperti tak terlihat tidak patah. Dia tetap tegar dan berusaha bertahan. Dia terus berharap menantikan pasukan berikutnya tiba untuk menyelamatkannya. Sehingga dia mendapatkan kebebasannya kembali dan mendapatkan keadilan yang seharusnya.
__ADS_1
She Laode memasuki sel penjara dan duduk di depan Pangeran Gu.
“Selamat berjumpa kembali dalam kondisi yang berbeda saat kita berada di atas sana. Saya ingin berbicara dengan Anda tentang beberapa hal.” She Laode menunjuk jarinya ke atas. Berikut juga matanya melirik mengikuti arah yang ditunjuk/
Pangeran Gu menatap She Laode dengan curiga
“Berbicaralah semaumu? Apa yang kamu inginkan dan aku akan menjawabnya dalam mimpimu. Hahaha...” Pangeran Gu menaruh kecurigaan, namun dia tetap menunjukkan keangkuhannya.
“Saya ingin menggali informasi lebih lanjut tentang kasus tentang surga. Saya ingin mendapatkan perspektif Anda sebagai seorang penguasa di sana. Kami sangat kepo mungkin Anda memiliki informasi yang dapat membantu kami mengungkap beberapa hal.”
“Jika saya memiliki berita yang bagus, atas dasar apa aku harus mengungkapkan.” Pangeran Gu mencemooh.
“Saya mengerti disposisi Anda di surga. Namun, anda di sini sekarang adalah sebagai seorang terpidana, Anda mungkin harus belajar sedikit apa itu arti tahu diri.” She Laode tersenyum.
Pangeran Gu lebih merasa curiga dan ekspresinya terlihat mulai berhati-hati
__ADS_1
“Mungkin hal ini akan membuatmu lancar berbicara.” She Laode mengeluarkan jimat kertas kuning dengan tulisan acak seperti rune aneh.
She Laode, mengibaskan jimat kuning yang unik. Kemudian melemparkan ke dahi Pangeran Gu hingga menempel. Dengan kondisi yang dirantai, Pangeran Gu tak dapat melakukan apa pun kecuali membiarkan jimat kuning menempel begitu saja di dahinya.
Fenomena magis muncul, rune memancarkan cahaya kemerahan sesaat.
“Pangeran Gu, Ceritakan padaku bagaimana kalian datang kemari ?” She Laode menatap tajam Pangeran Gu.
Pangeran Gu terdiam dalam waktu yang cukup lama, hingga matanya yang kosong menatap She Laode yang berdiri di depannya.
“Squadron Kelima di bawah panji Klan Rusa Surgawi, Ayahku mengirimkan satu batalyon tempur menuju dunia ini. Mengingat hanya aku yang tiba di sini, dugaanku mereka mengalami bencana di lorong portal.” Pangeran Gu berbicara dengan lancar.
“Bagaimana keadaan surga sekarang?” She Laode kembali berbicara dengan lantang dan mantap. Tatapannya seperti hendak menembus jiwa Pangeran Gu.
“Sangat panjang... Aku akan memulainya dengan kondisi Surga Tenggara, Perbukitan Padang Savanah Tersebunyi yang menjadi tempat tinggal kami....”
__ADS_1