
Setelah sepekan kemudian.
Mao Yu menggunakan waktu ini untuk berlatih tongkat jo dan belati pada siang hari. Berbagai gerakan dia kembangkan semaksimal mungkin.
Dia mendorong kekuatan otot fisiknya maju sejauh mungkin. Sedangkan pada malam hari dia berkultivasi menekan ranah karapas jiwa ke penguasaan sempurna.
Di pagi yang damai di Paviliun Shen. Suara histeris kembali bergema dari arah lobby. Seluruh pelayan segera meninggalkan pekerjaan dan berlarian menuju lobby.
"Apa yang kamu teriakkan?" Salah satu pelayan bertanya dengan marah.
"Lihat... !" pelayan yang menjerit menunjuk kepada orang asing tak dikenal. Dia memikul buaya besar di punggungnya.
Mao Yu bergegas dan turut mendatangi kerumunan. Dia melihat ada orang sangat kotor penuh lumpur dari atas hingga ke bawah.
Orang itu berdiri mematung di pintu masuk Paviliun Shen. Tak jelas warna dan rupa wajahnya.
"Orang gila... Usir dia!" Mao Yu melambai-lambaikan tangannya
Li Hua " ... "
"Tuan muda, ini aku. Li Hua !" Li Hua berkata dengan mata melotot. Badan capek dan remuk semua. Berharap bisa segera istirahat. Malah diusir dan diperlakukan seperti orang gila.
"Oh, Itu kamu! Kalian semua lakukan seperti yang kuperintahkan kemarin. Segera urusi buaya dan antar bagian kedai Hwa dengan segera. Li Hua setelah kamu wangi datang ke ruanganku!" Mao Yu memberikan intruksi kepada semuanya.
Beberapa saat kemudian Mao Yu dan Li Hua duduk berhadapan dengan sajian teh poci di sebuah ruangan.
Asap teh masih mengepul dengan indah di atas cangkir. Menunjukkan teh ini baru saja disajikan.
Mao Yu menyerahkan inti Buaya Rahang Batu kepada Li Hua. Li Hua menerima dengan menyampaikan terima kasih. Inti binatang buas ini sangat penting baginya.
Saat ini dia hampir mengatasi kemacetannya menuju tahap 5 kasaya perak.
"Badanmu terluka, fisikmu capek. Kamu juga telah mengalami kelelahan mental. Tuan mudamu sungguh sangat perhatian baik hati. Ini pil penyembuhan dasar. Akan membantu pemulihanmu."
Mao Yu menyodorkan vas kecil berisi pil. Li Hua menerima terus membuka dan mengambil sebutir pil dari dalam vas.
***
"INN INNIIIIII .... !!!!" Li Hua kaget terbelalak hingga nyawanya hampir meninggalkan raga.
Pil apa ini? Berwarna hitam legam. Bentuknya pun tidak bulat alami sempurna sebagaimana pil pada umumnya.
__ADS_1
Bulatan ini tampak seperti dipelintir dengan tangan. Li Hua mencium aroma pil. Baunya seperti teri gosong, jauh berbeda dengan pil pemulihan dasar yang pernah dia minum. Beraroma herbal.
Li Hua memandangi pil dengan ragu-ragu. Sementara Mao Yu menatap Li Hua dengan tatapan penuh harap dia segera meminum pil.
"Tunggu apa lagi, cepat minum untuk segera pulihkan staminamu. Pekerjaanmu masih banyak!" Mao Yu mulai kehilangan kesabaran.
"Baik tuan muda." Li Hua memasukkan pil ke dalam mulutnya dengan berat hati. Kemudian menelannya dengan berat juga seolah menelan sebuah gunung berapi.
***
"AWCHHH...."
Li Hua merasakan perutnya mulas seperti belum uang air besar selama seminggu. Wajahnya berubah menjadi hijau.
Dia mengedarkan seluruh kekuatan dari potensi kultivasi kasaya perak tingkat 4 untuk menahan efek pil. Namun masih tak mampu membendung rasa mulas di perutnya.
"Syukur, kulihat kamu semakin sehat dan bugar setelah meminumnya. Oke kita lanjut ke bisnis selanjutnya." Mao Yu berkata dengan suasana riang.
Li Hua " ... "
Ini bukan pil pemulihan. Ini adalah racun. Li Hua menahan derita di dalam hati.
Beberapa saat kemudian Mao Yu mengambil sesuatu berbentuk secarik kertas dari dalam sakunya menyodorkan kepada Li Hua.
"Baik tuan muda." Li Hua menerima surat dan menyimpan dengan hati-hati di balik bajunya.
Li Hua segera bergegas meninggalkan Mao Yu. Sesampai di pintu ketika hendak membukanya Mao Yu memanggil kembali Li Hua. Li Hua pun menoleh ke arah tuan mudanya.
"Li Hua masih ada 3 vas lagi pil pemulihan dasar. Sebaiknya kamu bawa untuk memudahkanmu berburu binatang buas !" Mao Yu menyodorkan pil yang tersisa
Li Hua " ... "
Alis Li Hua berkedut kedut. Dia mengambil pil racun dengan gemetar. Memasukkan ke saku bajunya.
Dia berjanji dengan mantap pada dirinya sendiri bahwa setelah keluar dari gerbang Paviliun Shen. Dia akan melemparkan semua pil ini ke sungai.
***
Di workshop Paviliun Shen, Mao Yu memandangi Lin Fan yang sedang fokus mengerjakan pil. Mulai dari dia menata herbal hingga memasukkan pil jadi ke dalam vas obat.
Dia sangat telaten, bahan herbal dia susun sangat rapi berdasarkan jenis dan usia. Semua perlengkapannya bersih dan terawat.
__ADS_1
Bisa dikatakan dia memiliki disiplin tinggi dalam pekerjaannya.
Lin Fan menyalakan briket pada kompor obat. Arang hitam berubah menjadi merah dengan panas yang cukup. Sebuah kuali keperakan dengan motif katak diletakkan di atasnya.
Lin Fan mengambil lima herbal dengan cekatan. Kecambah Biji Scarlet, Akar Bambu Dewa, Lingzhi Darah, Gingseng Mutiara dan Buah Delima Hijau.
Semua bahan ditimbang sesuai takaran sesuai kemudian dilempar ke dalam kuali dengan anggun. Kemudian tugas berikutnya mengatur suhu api.
Dari awal hingga sampai di sini Lin Fan sangat terlatih seperti layaknya profesional. Semua ini dia dapatkan dari pelatihan kakeknya.
Namun sayang sebelum kakeknya mengajari lebih jauh lagi kakeknya meninggal dunia.
Mao Yu sangat terhibur dengan pemandangan ini. Melihat alkemisnya memproses sebuah pil.
Namun keindahan ini tak bertahan lama. Ketika tutup kuali dibuka. Bau terasi menyengat ke mana-mana.
Lin Fan dengan cekatan mengangkat kuali dan segera melemparkan isinya berupa bubuk hitam ke nampan besi.
Kemudian segera mengipasi untuk mendinginkan suhu bahan obat dari dalam kuali tersebut.
Setelah cukup dingin Lin Fan mengambil sejumput demi sejumput. Dipelintir dengan telapak tangannya hingga membentuk bulatan-bulatan.
Kemudian mengemasnya di dalam vas yang berjajar rapi.
Inilah pil pemulihan dasar karya alkemis resmi Paviliun Shen.
"Sepertinya pekerjaan alkemis ini tidak sesulit yang orang-orang pikirkan. Hanya begitu saja mestinya aku juga bisa." Mao Yu merenung dalam. Suatu saat dikala senggang dia juga ingin mencoba juga membuat pil.
Setelah Lin Fan selesai dengan batch pekerjaannya kali ini. Mao Yu mendekati dan mengatakan sesuatu.
"Fan-er, setelah ini tolong buatkan Pil Pembersih Emas. Aku ingin membantu Paman Mubai cepat menerobos ke ranah Kasaya Emas !" Mao Yu membuat permintaan kepada Lin Fan.
"Siyap Tuan Muda ! Emm... Bahannya?" Dari nadanya Lin Fan seperti terlihat cukup lelah. Namun dia tetap menjadi pemuda yang bersemangat dan penuh antusias.
"Setelah Li Hua selesai menjalankan tugas. Belanjalah bersamanya, aku akan meninggalkan emas untuknya." Mao Yu menjawab.
Li Hua mengangguk dengan wajah penuh percaya diri.
Di sebuah ruangan khusus. Dengan asap dan aroma dupa. Seseorang duduk dalam keadaan berkultivasi.
Pikirannya sangat fokus bersatu padu dengan energi alam. Dia adalah Shen Mubai.
__ADS_1
Dalam sepersekian detik sesaat dia mendapat seberkas cahaya gelap melintas. Setelah membuka matanya.
Dia sepertinya mendapat sebuah firasat bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi.